Daily Baby and Todler DayCare

Rumah Penitipan dan Pengasuhan Anak Terpercaya di Ciputat, Tangerang Selatan.

Find Out More

Our Services

DayCare

Tempat Penitipan dan Pengasuhan Anak Terpercaya di Ciputat Tangerang Selatan.

Read More

PAUD Khairani

Kelompok Bermain, Pendidikan Anak Usia Dini.

Read More

Child Development

Stimulation Program suach as Phisical, linguistics Skill, Moral, Cognitive and Sicial Development.

Read More

Care and Treatment Program

Bath Training, Toilet training, Meals, Drink Milk, Monitoring Weight and Height (monthly).

Read More

KEGIATAN

Kamis, 09 Juni 2016

Usia 7 Tahun Belum Mau Sholat

“Nak,...., Ayah dan Bunda tidak minta apa-apa padamu. Kalian bahagia dan baik ibadahnya, kami sudah senang.” Begitulah nurani kebanyakan orangtua. Tiada pamrih apa pun pada masa depan buah hatinya. Harapannya dalam mengasuh adalah yang terbaik dunia akhirat untuk anak, tapi apakah kebaikan tersebut menjelma menjadi sosok anak-anak yang sesuai harapan?

Anak Tak Sesuai Harapan

Entah termasuk bagian dari tanda-tanda akhir zaman atau tidak, tapi kita bisa melihat betapa banyak anak yang sudah akil baligh, semakin dewasa bukannya meringankan orangtua, malah menjadi beban berkepanjangan.Sepertinya bukan hal yang sulit menemukan remaja kini yang tidak hormat dan mudah memerintah orangtua, bermental rapuh dan kekanak-kanakan, berperilaku keras, pemarah, bahkan ketika sudah menikah masih butuhbantuan orangtua. Padahal, orangtua akan semakin menua. Kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan anak tak lagi sekuat dulu. 

Keikhlasan orangtua dalam memberikan apa pun yang anak butuhkan, bukan saja akan memperburuk kualitas kepribadian anak, tapi juga bisa menjadi bumerang bagi orangtua. Mengasuh dengan ikhlas bukan berarti memanjakan atau membebaskan anak berbuat semuanya, memaklumi dan selalu membela perilaku menyimpangnya, atau ketika dewasa anak boleh memilih jalan hidup sesukanya. Karena nanti kita akan ditanya,sudah sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya-kah kita memperlakukan amanah-Nya ini? 

Awalnya, Mengabaikan Shalat

Konsultan keluarga samara, Dr H Ade Purnama, MA, mengindikasikan bahwa fenomena anak-anak yang rapuh ini sebetulnya bermula dari kesalahan orangtua dalam mengemban amanah atau mendidik. Dalam ajaran Islam, anak-anak sudah diperintahkan  untuk shalat sejak usia 7 tahun. Itu artinya, sebelum 7 tahun dia sudah diajari tentang shalat. “Jika usia 5-6 tahun anak belajar shalat, masuk usia 7 tahun dia sudah bisa diajak shalat, ke masjid sudah tidak harus disuruh. Jadi tahapannya, usia 5-6 tahun diajari, 7 tahun disuruh, 8-9 tahunsosialisasi, 10 tahun sudah wajib shalat,” jelas Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Jakarta Utara ini. 

Shalat, imbuh Ade, adalah pendidikan dasar sejak awal. Ini menunjukkan pendidikan tentang mental spiritual. Jauh sebelum anak diajari tentang ilmu pengetahuan dalam pengertian sains, ternyata mental spiritual itu sudah ditanamkan sebelum 7 tahun. Jika ini dipraktikkan, tidak akan ada generasi yang rapuh mentalnya. Tidak akan ada anak-anak yang secara usia sudah besar, tapi secara mental kekanak-kanakan. Kenapa? “Karena pendidikan shalat sebagai cermin pendidikan spiritual itu sudah tertanam bahkan sebelum 7 tahun. Usia 10 tahun dia sudah dewasa secara ruhiyah. Kalau sudah dewasa secara ruhiyah, berikutnya tinggal diajari hal-hal yang berkaitan dengan aqliyah, pengetahuan ilmiah,” tegasnya. Itulah jawaban mengapa banyak anak rapuh secara mental.

Islam menjadikan shalat sebagai barometer pendidikan mental seseorang. Tidak aneh ketika Umar ra ingin mengangkat seorang gubernur, beliau akan selalu menanyakan bagaimana shalat berjamaahnya si Fulan. Jika bagus, barulah dilantik. Ketika sahabat bertanya apa hubungan antara shalat dan jabatan gubernur? Beliau menjelaskan, “Shalat itu amanah Allah, kalau amanah Allah dia jaga, amanah manusia akan dia jaga. Kalau amanah Allah sudah diabaikan, apalagi amanah yang lain. 

Secara fitrah, manusia harus memenuhi tiga aspek kebutuhan dasarnya, yaitu ruhiyah, jasadiyah, dan aqliyah. Jika kebutuhan jasadiyah terpenuhi dengan sandang-pangan-papan, dan aqliyah terpenuhi dengan pendidikan formal dan nonformal, maka ruhiyah hanya bisa dipenuhi dengan ibadah dan dzikrullah. Inilah yang berperan dalam pengendalian diri seseorang sehingga melahirkan kematangan jiwa dan kedewasaan, walaupun ia tidak berpendidikan tinggi. 

Ketika Anak Mengecewakan

Penelitian membuktikan bahwa kerusakan perilaku yang terjadi pada anak, banyak disebabkan oleh tidak harmonisnya hubungan orangtua dan anak. Jika di satu sisi banyak orangtua yang permisif pada anak, di sisi lain banyak pula orangtua yang otoriter, kurang bisa mendengarkan aspirasi dan memaafkan kesalahan anak. Orangtua mudah emosi dan menyalahkan anak ketika ada hal yang tidak sesuai dengan kehendaknya. 

Emosi yang kerap menghiasi pola asuh kepada anak, menurut Ade, menunjukkan belum ada kesadaran dan keikhlasan di hati orangtua dalam melaksanakan perintah Allah itu. Manusia mana pun tak pernah lepas dari salah, apalagi seorang anak. Maka ketika mendapati kesalahan dari seorang anak, orangtua selayaknya selalu melapangkan dada untuk memberi maaf. Sikap keras dan kasar malah akan menjadikan anak menjadi lebih kasar seperti yang ia lihat dari orangtuanya. 

Tapi, tambah Ade, kita harus membedakan antara memaafkan dengan tidak membiarkan kesalahan. Ketika anak melakukan kesalahan, jelas harus dimaafkan. Tidak harus selalu dihukum, tapi tunjukkan kesalahannya. “Orangtua yang lebih banyak memaafkan anak dan meluruskan kesalahannya lebih baik daripada yang banyak menghukum tapi tidak pernah mengingatkan kesalahan,” jelas dosen di beberapa kampus ini.

Lalu sampai kapan orangtua wajib mengingatkan dan mengarahkan anaknya? “Sampai menikahkan anaknya, orangtua tidak wajib lagi mendidik anaknya, baik laki-laki maupun perempuan. Ketika seorang anak lelakimenikah, dia jadi pemimpin; ketika anak perempuan menikah, dia dipimpin oleh suaminya.”

Namun tentu saja nasihat dan arahan orangtua sampai kapan pun tetap penting bagi hidup seorang anak. Hanya posisinya, ketika si anak sudah menikah, nasihat orangtua lebih kepada nasihat seorang Muslim kepada saudaranya. 

Karenanya, jangan tinggalkan anak yang lemah di belakang kita. Asah kemampuan mengemban amanah Allah semaksimal mungkin agar anak betul-betul bisa menjadi investasi masa depan orangtuanya.
Jihan DayCare Rumah Penitipan Anak Usia 4bln-6thn, Jl Arya Putra No.34 Kedaung, Pamulang - TangSel 15415, CP: Bunda Yayat, Mobile: +628-235-235-3646. Penitipan anak jakarta, Bandung, tangerang, tangerang selatan, pamulang, bintaro, pondok cabe, pesawat, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, bisnis, hipmi, ukm, umkm, bank, mandiri, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, Ahok, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, TDA, Tangan Di Atas, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Telkom, Telkomsel, Simpati, Presiden, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646
#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib #HappyNewYear #MenjadiYangTerbaik #KeretaCepat #Indonesia

Anak Cerdas Secara Intelektual

Ayah-Bunda serta anak-anakku tercinta, salah satu doa yang senantiasa dipanjatkan orang tua untuk anak-anaknya adalah agar mereka menjadi sosok yang cerdas, terdidik dan memiliki pengetahuan.  Seribu macam cara dilakukan untuk itu.  Salah satunya berburu sekolah yang menurut anggapan orang tua adalah yang terbaik untuk anaknya dan mampu menjadi wadah untuk mengasah minat dan bakatnya, agar mereka tumbuh berkembang menjadi insan yang diharapkan.  Mendidik anak agar cerdas merupakan tanggung jawab orang tua yang tak kalah penting.

Pendidikan Intelektual menurut Dr. Abdullah Nashih Ulwan mengacu kepada pembentukan dan pembinaan berpikir anak dengan segala sesuatu yang bermanfaat, ilmu pengetahuan, hukum, peradaban ilmiah dan modernisme serta kesadaran berpikir dan berbudaya.  Inti dari tanggung jawab ini adalah ilmu, rasio (logika) dan peradaban anak benar-benar terbina.

Ada 3 permasalahan pokok dalam pendidikan intelektual tersebut yakni:

1.Kewajiban mengajar

Islam mewajibkan para orang tua untuk mengajar anak-anak, menumbuhkan sikap mengembangkan ilmu dan budaya, serta memusatkan seluruh pikiran untuk mencapai pemahaman yang mendalam, pengetahuan yang mendasar dan pengenalan yang benar.

Nyatalah sudah bahwa orang tua dan keluarga adalah madrasah atau sekolah utama buat anak-anak mereka.  Fenomena yang kerap keliru adalah ketika para orang tua merasa bahwa tugas mengajarkan anak adalah tugas sekolah secara formal.  Mereka disibukkan dengan mencari uang sebanyak-banyaknya dalam rangka menyekolahkan anaknya meski mahal sekalipun.  Seolah beralih peran bahwa tugas mengajar itu sudah diambil alih oleh para guru di sekolah formal.  Padahal tidak, sekolah hanya bersifat membantu dan mengembangkan, namun peran mendidik tetap di tangan orang tua.

Di sini lah sangat dibutuhkan orang tua dengan segala ilmu yang dimilikinya mampu menemani dan mengantar anak-anaknya menjadi sosok-sosok pintar melebihi diri mereka.  Tak ada istilah sia-sia ijazah yang dimiliki seorang ibu yang kebetulan tidak bekerja di ruang publik, karena ilmu yang ia miliki pasti bermanfaat buat pendidikan anak-anaknya di rumah. Beneran lho Ummi!

2.Penyadaran Berpikir

Yang dimaksud penyadaran berpikir adalah mengikatkan anak dengan Al Islam, Al Quran, Sejarah Islam, kebudayaan Islam dan gerakan da’wah Islam.  Sejak anak mulai sadar dan mengerti hendaknya para orang tua memperkenalkan anak kepada hakikat-hakikat berikut: 
a) Islam itu abadi, sesuai sepanjang masa karena universalitas dan kontinuitas menjadi kelebihan Islam, 
b) Nenek moyang kita berjaya karena berpegang teguh pada islam dan aturan Al Qur’an,
c) Adanya rencana-rencana musuh Islam yang ingin memadamkan ruh islam di muka bumi seperti zionisme, kolonialisme dsb. 
d) menjelaskan tentang budaya islami sebagai sumber kekayaan budaya di dunia, 
e) anak harus disadarkan bahwa Islam yang benar adalah seperti yang diajarkan Rasulullah SAW dan senantiasa menjadikan beliau teladan umat.

Nah .... berarti nggak mudah ya untuk menjadikan anak-anak kita memiliki kesadaran berpikir seperti di atas kalau kita sendiri sebagai ortu tak memiliki pemahaman juga wawasan materi yang cukup untuk mengenalkan hal demikian kepada anak. So sebelum mendorong anak demikian, mari kita asah pula wawasan kita dengan banyak menggali Islam melalui banyak cara dan tentunya mencari trik jitu bagaimana menyampaikan penyadaran tersebut kepada anak-anak kita.

3.Pemeliharaan Kesehatan Intelektual

Bagaimana cara kita sebagai orang tua bisa menjamin bahwa pemikiran anak-anak kita tetap sehat, ingatan mereka kuat, benak yang senantiasa jernih dan akal tetap matang?

Yang jelas tanggung jawab ini berpusat pada upaya menjauhkan mereka dari kerusakan-kerusakan terbesar yang tersebar di dalam masyarakat.

Para ahli kesehatan sepakat dan memperingatkan bahwa kerusakan-kerusakan  yang dapat mempengaruhi akal dan ingatan adalah minuman keras, kebiasaan onani,  merokok dan pornografi.

Dr. Alex Carel dalam bukunya yang berjudul “Manusialah yang Dibodohkan” mengatakan, “jika insting seksual manusia bergerak, kelenjar-kelenjarnya memisahkan satu macam benda yang meresap ke dalam otaknya melalui darah lalu memabukkannya, maka ia tidak akan mampu lagi untuk berpikir jernih”.

Ya Allah jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mentaati Allah dan Rasul-Nya,  termasuk orang-orang yang berwajah putih pada hari hisab nanti, dan termasuk orang-orang yang melaksanakan tanggung jawabnya terhadap anak-anak dan keluarga dengan baik.  Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik yang Diharapkan dan semulia-mulia yang Diminta. Aamiin.

Jihan DayCare Rumah Penitipan Anak Usia 4bln-6thn, Jl Arya Putra No.34 Kedaung, Pamulang - TangSel 15415, CP: Bunda Yayat, Mobile: +628-235-235-3646. Penitipan anak jakarta, Bandung, tangerang, tangerang selatan, pamulang, bintaro, pondok cabe, pesawat, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, bisnis, hipmi, ukm, umkm, bank, mandiri, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, Ahok, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, TDA, Tangan Di Atas, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Telkom, Telkomsel, Simpati, Presiden, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646
#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib #HappyNewYear #MenjadiYangTerbaik #KeretaCepat #Indonesia

Pendidikan Akhlaq Mulia

Ayah-Bunda & Anak-anakku tercinta, alangkah senangnya jika menyaksikan putra-putri kita tumbuh dengan akhlak manis ya.  Biasanya tabiat keren yang umum diharapkan kita dan menjadi generasi unggul adalah jujur, disiplin, suka menolong, peduli dan empati, serta bersikap hormat kepada yang lebih tua, menyayangi saudara dan sesama. Ada yang menyebut matinul khuluq atau akhlak yang kokoh.  Intinya kita berharap anak-anak kita adalah generasi pengganti yang lebih baik dengan kredibilitas baik pula.

Ini bukan perkara mudah seperti halnya membalik telapak tangan.  Ini persoalan kesabaran dalam berproses.  Akhlak anak adalah gabungan antara peran orang tua dan lingkungan.  Dr. Abdullah Nashih Ulwan dalam buku Pendidikan Anak dalam Islam menyatakan bahwa pendidikan akhlak berkaitan dengan pendidikan moral yakni pendidikan mengenai dasar-dasar moral dan keutamaan perangai.  Tabiat ini harus dijadikan kebiasaan anak sejak masa analisa hingga ia menjadi seorang mukallaf, pemuda yang mengarungi lautan kehidupan.

Menurut beliau para orang tua sebagai pendidik harus menghindarkan anak-anak dari 4 gejala perbuatan buruk yakni:

1.Gejala suka berbohong

Kebohongan dapat dikatakan sebagai perbuatan yang buruk karena Nabi SAW memandangnya sebagai penkhianatan yang besar.  Untuk itu Rasulullah memperingatkan para orang tua tidak berdusta di hadapan anak-anak meski hanya sebagai bujukan atau permainan.

2.Gejala suka mencuri

Untuk hal mencuri, para orang tua juga perlu memperhatikan secara teliti barang-barang atau uang yang dibawa oleh anak-anak mereka. Anak-anak di era digital sekarang ini mungkin saja mudah tergiur dengan barang-barang canggih seperti handpone dan gadget lainnya. Jangan sampai ketidakmampuan orang tua untuk membelikannya membuat mereka terpikir untuk menghalalkan segala cara  lewat mencuri.

3.Gejala suka mencela dan mencemooh

Adapun gejala mencela atau mencemooh merupakan gejala buruk ditengah masyarakat yang jauh dari Al Quran dan pendidikan Islam. Era sosial media di satu sisi bisa mencetuskan seorang anak atau remaja dengan mudah membully rekannya dengan maksud mempermalukannya. Menurut Ulwan, ada 2 faktor yang menimbulkan gejala buruk ini yakni teladan buruk dan pergaulan yang rusak.

“Orang mukmin itu bukanlah orang yang suka mencela, bukan orang yang suka melaknat, buan orang yang suka berkata keji dan bukan orang yang suka berkata kotor” (HR. At Tirmidzi)

4.Gejala kenakalan dan penyimpangan

Nah kalau gejala penyimpangan atau kenakalan biasanya diawali karena adanya taklid buta. Mereka telah kalah dalam mempertahankan diri, kepribadian dan kehendak. Karena ingin dipandang kemajuan mereka lebih mengekor gaya, penampilan maupun pergaulan yang bertentangan dengan Islam.

Untuk itu Dr. Abdullah Nashih Ulwan memberikan tips tentang metode yang benar dalam pendidikan akhlak yang lurus dan kepribadian islami kepada anak-anak:

1.Menjauhkan diri dari peniruan atau taklid buta

Hendaklah para orang tua ikut memperhatikan gaya hidup anak dan kalau bisa ikut melakukan seleksi terhadap apa yang patut diambil dari orang-orang asing dan apa pula yang harus ditinggalkan.  Dalam ini pendidik harus tegas namun tetap bertanggung jawab.

2.Larangan tenggelam dalam kesenangan

Maksud bersenang-senang adalah berlebihan dalam kesenangan (foya-foya), kelezatan dan selalu berada dalam kemewahan.  Memang kesenangan merupakan “ujian enak” bagi seseorang  namun tanpa disadari meninggalkan gejala malas, cengeng  , tidak berpendirian dan melahirkan berbagai penyakit.

Meski kaya, berilah anak uang saku sesuai usia dan kebutuhannya. Tidak memanjakan dengan fasilitas berlebihan yang justru berpotensi menjerumuskannya.

3.Larangan Mendengarkan musik/lagu erotis maupun tontonan berbau porno

Lagu erotis kerap membuat anak-anak membayangkan atau menvisualisasikan dan hal ini mempunyai pengaruh terhadap akhlak.

4.Larangan anak laki-laki menyerupai wanita dan sebaliknya.

5.Larangan bersolek dan bercampur baur serta memandang hal-hal yang diharamkan

Itulah dasar-dasar paedagogis yang telah diletakkan oleh Islam untuk menjaga keselamatan akhlak anak.  Para orang tua selaku pendidik perlu kiranya memperhatikannya agar anak-anak bisa tumbuh pada keutamaan-keutamaan moral, kepribadian mulia, adab social dan menjadi impian masyarakat. 

Di dalam buku yang berjudul Ledakan Seksual, George Balusyi mengatakan, “ pada tahun 1962, Kennedy menyatakan bahwa masa depan Amerika berada dalam bahaya. Sebab para pemudanya telah luntur dan tenggelam dalam hawa nafsu, sehingga mereka tidak mampu memikul tanggung jawab yang dipikulkan di atas pundaknya.  Sebab lain karena di antara 7 pemuda yang tampil untuk menjadi tentara, terdapat enam pemuda yang tidak diterima.  Penyebabnya karena hawa nafsu yang mereka turuti telah merusak keseimbangan jasmani dan ruhani mereka”.

Hendaklah kita para orang tua selalu mengingat Allah di dalam mendidik anak-anak. Kerjakanlah kewajiban kita, kerahkanlah seluruh kemampuan dan pikullah tanggung jawab yang dibebankan pada kita.
Jihan DayCare Rumah Penitipan Anak Usia 4bln-6thn, Jl Arya Putra No.34 Kedaung, Pamulang - TangSel 15415, CP: Bunda Yayat, Mobile: +628-235-235-3646. Penitipan anak jakarta, Bandung, tangerang, tangerang selatan, pamulang, bintaro, pondok cabe, pesawat, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, bisnis, hipmi, ukm, umkm, bank, mandiri, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, Ahok, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, TDA, Tangan Di Atas, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Telkom, Telkomsel, Simpati, Presiden, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646
#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib #HappyNewYear #MenjadiYangTerbaik #KeretaCepat #Indonesia

Rabu, 08 Juni 2016

Mengajarkan Anak Untuk Mengalah

Ada kalanya, anak perlu mengalah. “Dengan mengalah, anak akan belajar berbagi, memahami perasaan orang lain, serta melihat situasi sosial sehingga bisa mengembangkan kemampuan sosialemosionalnya,” kata Rayi Tanjung Sari, M.Psi, psikolog anak. Dan, proses belajar mengalah ini menjadi bagian dari tahapan perkembangan sosial-emosional. Biasanya, hal ini mulai muncul ketika anak berusia sekitar 3 - 4 tahun, ketika ia sudah lebih baik memahami perasaan orang lain dan mulai belajar berempati. Dan, sikap mengalah ini memiliki sisi plus dan minus. Plusnya? anak belajar memahami orang lain atau situasi sosial yang ada di sekitarnya. Menurut Rayi, “Ini menunjukkan perkembangan emosi yang baik pada anak karena ia bisa mengontrol keinginannya. Tapi, kalau anak terus-menerus mengalah atau selalu diminta mengalah, hal ini bisa memengaruhi kepercayaan dirinya. Ia akan kurang memiliki sikap kompetitif dan kurang mampu berinisiatif karena biasanya mengikuti perintah/keinginan teman atau orang tua.” Bagaimana jika anak tidak mau mengalah? Ia tidak akan belajar berbagi/sharing. Juga, anak tidak akan belajar mengendalikan keinginannya pada situasi sosial tertentu.

Anak pun tumbuh menjadi anak yang egois karena keinginnya selalu dituruti. Di sisi lain, Rayi menambahkan, tanpa disadari, orang tua sering meminta kakak untuk mengalah pada adiknya. Jadi, Anda perlu mengajarkan kapan kakak perlu mengalah atau kapan tidak perlu. Karena, kalau kakak terus menerus diminta mengalah pada adik, lama-lama akan timbul rasa cemburu pada adik.  Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan saat mengajarkan mengalah pada anak:

1. Saat berada di situasi yang mengharuskan mengalah, ajaklah anak untuk memahami situasi tersebut. Misalnya, saat bertengkar berebut mainan dengan adik, berikan pengertian pada kakak alasan ia perlu mengalah pada adik.

2. Lakukan role play dengan anak mengenai berbagai situasi di mana ia perlu mengalah.

3. Jangan memaksa anak untuk mengalah. Lihat kembali situasi yang yang dialaminya.

4. Tetaplah bersikap netral. Misalnya, ketika anak bertengkar saat bermain bersama teman, sebaiknya Anda tidak langsung membelanya atau mengambil keputusan, tetapi ajak mereka berdiskusi dan mencari solusi bersama.

5. Berikan apresiasi pada anak ketika sudah mengalah pada situasi yang tepat, seperti pelukan, ciuman, pujian.

Jihan DayCare Rumah Penitipan Anak Usia 4bln-6thn, Jl Arya Putra No.34 Kedaung, Pamulang - TangSel 15415, CP: Bunda Yayat, Mobile: +628-235-235-3646. Penitipan anak jakarta, Bandung, tangerang, tangerang selatan, pamulang, bintaro, pondok cabe, pesawat, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, bisnis, hipmi, ukm, umkm, bank, mandiri, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, Ahok, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, TDA, Tangan Di Atas, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Telkom, Telkomsel, Simpati, Presiden, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646
#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib #HappyNewYear #MenjadiYangTerbaik #KeretaCepat #Indonesia

Belajar Berbagi


Bunda Tercinta & Anak-ankku tersayang, bulan Ramadhan adalan bulan yang penuh barokah untuk belajar dan mengajarkan kepada anak pentingnya berbagi, baik bershodaqoh maupun hal lain dalam tingkatan anak-anak
yuk kita belajar bersama agar anak mau untuk membagi barangnya dengan orang lain.

1.Jangan dulu anggap pelit
Ada kalanya, anak begitu bersikukuh tidak mau berbagi, apakah itu mainan, makanan mau pun perhatian dari mama dan papanya ke kakak adik mau pun orang lain. Mama yang jengkel spontan menuduh anak pelit. Sebetulnya, apa beda anak yang cenderung memiliki sifat pelit dan yang hanya sayang pada apa yang ia miliki?

Anak yang pelit akan tetap mempertahankan benda miliknya, meski sudah dijelaskan atau dibujuk untuk berbagi dengan orang lain. Namun, apabila anak diberikan secara baik mengapa ia perlu berbagi dengan orang lain, kemungkinan besar ia akan mengerti dan mulai belajar membagi mainan maupun makanannya.

2.Tidak semua harus dibagi
Ada hal-hal yang juga perlu diingatkan agar anak tidak telanjur merasa semua harus dibagi. Misalnya, yang berkaitan dengan kesehatan. Berbagi sikat gigi adalah hal yang sangat tidak dianjurkan. Demikian pula berbagi minuman dari satu gelas/ cangkir. 

Apalagi, bila salah satu anak sedang flu atau batuk. Jadi, membiasakan masing-masing anak memiliki barang pribadinya yang hanya dia sendiri yang boleh menggunakan, sebaiknya diterapkan juga sejak dini. Si kecil pun sudah bisa membedakan mana barang-barang yang boleh dan tidak boleh dibagi. 

3.Tetap hargai milik anak 
Tentu saja, mengajar anak untuk mau berbagi ada aturan mainnya. Setiap kali Anda menyortir mainan miliknya untuk diserahkan pada anak tak berpunya, misalnya, tetap atas izinnya. Meski pun menurut Anda sudah butut atau jarang ia mainkan! 
Kita perlu juga menghargai keputusan si kecil untuk mempertahankan mainan favoritnya. 

Beri juga kesempatan padanya untuk memilih mainan mana yang boleh ia pinjamkan dan mana yang tidak. Usahakan jaga dengan baik barang-barang yang Anda pinjam, sehingga tidak rusak ketika dikembalikan. Bila aturan semacam ini diterapkan dengan baik, anak pun terbiasa untuk menghargai barang milik orang lain.

Jihan DayCare Rumah Penitipan Anak Usia 4bln-6thn, Jl Arya Putra No.34 Kedaung, Pamulang - TangSel 15415, CP: Bunda Yayat, Mobile: +628-235-235-3646. Penitipan anak jakarta, Bandung, tangerang, tangerang selatan, pamulang, bintaro, pondok cabe, pesawat, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, bisnis, hipmi, ukm, umkm, bank, mandiri, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, Ahok, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, TDA, Tangan Di Atas, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Telkom, Telkomsel, Simpati, Presiden, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646
#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib #HappyNewYear #MenjadiYangTerbaik #KeretaCepat #Indonesia

Selasa, 07 Juni 2016

Membersihkan Rumah Bersama Anak

Membersihkan rumah bersama anak, mengembangkan rasa tanggung jawab mereka

Pernah punya pengalaman sulit mengajak anak-anak membersihkan rumah terutama kamarnya sendiri? Wah…berarti Anda tidak sendirian kok. Banyak orangtua lain juga mengalami hal yang sama. Rasanya sudah 1000 kali diberitahu, tapi sepulang kantor, Anda tetap menemukan kamar mereka super berantakan. Kesal…pastilah begitu perasaan Anda, tetapi menurut sebuah penelitian terakhir, mengajari anak membersihkan rumah dapat membantu anak-anak menjadi bertanggung jawab dan menjadi dewasa.

Dalam artikel berjudul “7 Trik Melatih Anak Membersihkan Rumah” yang dimuat pada 28 November 2009 di vivanews.com, Petti Lubis dan Lutfi menulis, penugasan bisa dimulai dengan meminta si kecil merapikan mainannya setelah selesai bermain. Dengan cara ini bisa secara otomatis melatih ketrampilan mengatur barang sekaligus melatih mereka belajar menghormati orang lain.

Charlie Taylor, Kepala Sekolah di salah satu Sekolah Dasar di AS, dan penulis buku ‘The Secrets to Having a Much Better Behaved Child’, juga mengatakan, penugasan-penugasan kecil untuk anak bisa dimulai sejak mereka berusia 3 tahun. Karena akan lebih mudah melatih mereka ketika usianya masih muda.

“Dengan cara ini bisa melatih mereka membangun rasa tanggung jawab,” katanya seperti dikutip dari mirror.co.uk life and style.

Caranya tentu beragam, mulai dari menetapkan rutinitas untuk melatih tanggung jawab, memberikan pujian bila anak rajin membersihkan rumah (tapi bukan menyuap lho), hingga memberi contoh cara beres-beres dan membuat tim kerja dengan anak.

Khusus untuk memberikan pujian, Profesor Julian Elliot berpesan: “Jangan membayar anak-anak untuk melakukan tugas,” kata profesor dari Durham University’s School of Education. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa tidak satupun anak akan bekerja setelah mereka diberikan bayaran. Lebih baik berikan pujian, terutama jika mereka membantu tanpa diminta, biarkan mereka bangga dengan pekerjaan dilakukan dengan baik.

Jadi tunggu apa lagi, segera beri contoh dan buat tim kerja serta jadwal membersihkan rumah bersama si kecil. Awalnya mereka hanya senang untuk bermain atau mungkin malas-malasan. Tapi jika Anda dapat menciptakan suasana yang seru saat membersihkan rumah, mereka akan segera belajar dari rutinitas ini.
Jihan DayCare Rumah Penitipan Anak Usia 4bln-6thn, Jl Arya Putra No.34 Kedaung, Pamulang - TangSel 15415, CP: Bunda Yayat, Mobile: +628-235-235-3646. Penitipan anak jakarta, Bandung, tangerang, tangerang selatan, pamulang, bintaro, pondok cabe, pesawat, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, bisnis, hipmi, ukm, umkm, bank, mandiri, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, Ahok, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, TDA, Tangan Di Atas, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Telkom, Telkomsel, Simpati, Presiden, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646
#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib #HappyNewYear #MenjadiYangTerbaik #KeretaCepat #Indonesia

Usia Ideal Mengajarkan Anak Puasa

Melihat teman-teman di sekolahnya mulai berpuasa, tentu si kecil juga ingin ikut berpuasa. Namun, banyak orangtua merasa  khawatir dan tak tega melihat si kecil terlihat lemas lantaran menahan haus dan lapar.

Padahal, berpuasa bisa memberi dampak positif bagi perkembangan fisik dan mental anak. Beberapa ahli meyakini puasa meningkatkan hormon pertumbuhan anak dan meningkatkan daya tahan tubuh. Secara psikologis anak yang berpuasa memiliki pola hidup lebih disiplin, sabar, mau berbagi dan mengendalikan diri. 

Namun, anak memiliki kemampuan terbatas, jangan terlalu memaksakan mereka berpuasa.Sejak kapankah tepatnya mulai memperkenalkan dan mengajarkan si kecil tentang puasa? 

Ternyata, berdasarkan laman Pediatrica Gadjah Mada, orangtua boleh memperkenalkan puasa kepada anak saat memasuki usia empat tahun.

Bagaimana memulai anak puasa? Latih anak untuk makan sahur bersama dan berpuasa selama beberapa jam selama beberapa hari. Semakin dewasa usia anak, berikan rentang waktu berpuasa lebih lama seperti setengah hari pada minggu berikutnya dan dilanjutkan berpuasa hingga waktu berbuka.

Agar si kecil semangat berpuasa, buat agar sahur menyenangkan. Ajari anak makan sahur dengan lembut dan sabar. Mereka belum terbiasa terhadap pola sahur yang menyita waktu tidur dan makan dalam kondisi mengantuk. Agar anak lebih mudah makan sahur, buatlah menu-menu makan sahur favorit serta menu semenarik mungkin.

Selain itu, sibukkan anak saat berpuasa. Ciptakan kegiatan menarik, karena biasanya sekolah berlangsung lebih cepat. Aktivitas bermain yang tak menguras tenaga akan membuatnya lupa bahwa ia sedang berpuasa.

Dan, jangan lupa memberi anak hadiah setelah berhasil melewati satu hari puasa sesuai target.Pelukan dan ciuman hangat cukup memberi motivasi bagi anak untuk kembali berpuasa esok hari.
Jihan DayCare Rumah Penitipan Anak Usia 4bln-6thn, Jl Arya Putra No.34 Kedaung, Pamulang - TangSel 15415, CP: Bunda Yayat, Mobile: +628-235-235-3646. Penitipan anak jakarta, Bandung, tangerang, tangerang selatan, pamulang, bintaro, pondok cabe, pesawat, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, bisnis, hipmi, ukm, umkm, bank, mandiri, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, Ahok, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, TDA, Tangan Di Atas, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Telkom, Telkomsel, Simpati, Presiden, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646
#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib #HappyNewYear #MenjadiYangTerbaik #KeretaCepat #Indonesia

Our Blog

2015 Start
Sejak 2015 Jihan DayCare telah dan akan terus mengabdi kepada Keluarga Indonesia
250 Family
Lebih dari 250 Keluarga Indonesia telah merasakan jasa dan layanan Jihan DayCare dengan penuh suka cita
500 Customers
Totally more than 500 Babby, Toddler and Childs treats as our happy clients

Contact

Talk to us

Untuk Informasi Lebih Lengkap, dapat menghubungi kami pada setiap hari kerja.

Address:

Jl Arya Putra No 34 RT 009/010 Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten 15414

Work Time:

Monday - Friday from 7am to 5pm

Phone/WA Messenger:

+628 235 235 3646

Diberdayakan oleh Blogger.

Ceria Sepanjang Hari

Ceria Sepanjang Hari

Hari Kartini

Hari Kartini

Main Lagi

Main Lagi

Ayo Bermain

Ayo Bermain

Kegiatanku

Kegiatanku

Sekolahku

Sekolahku

Translate

Blogroll

About

Jihan DayCare
; Rumah Penitipan Dan Pendidikan Anak Usia 4 bulan sampai 6 Tahun