Daily Baby and Todler DayCare

Rumah Penitipan dan Pengasuhan Anak Terpercaya di Ciputat, Tangerang Selatan.

Find Out More

Our Services

DayCare

Tempat Penitipan dan Pengasuhan Anak Terpercaya di Ciputat Tangerang Selatan.

Read More

PAUD Khairani

Kelompok Bermain, Pendidikan Anak Usia Dini.

Read More

Child Development

Stimulation Program suach as Phisical, linguistics Skill, Moral, Cognitive and Sicial Development.

Read More

Care and Treatment Program

Bath Training, Toilet training, Meals, Drink Milk, Monitoring Weight and Height (monthly).

Read More

KEGIATAN

Sabtu, 09 Januari 2016

Mengajak Anak Ke Dokter Gigi

Membawa dan membujuk anak ke dokter gigi untuk pertama kalinya bisa menjadi tantangan yang cukup sulit untuk sebagian besar orang tua.

Hal ini terjadi karena anak-anak takut bertemu dengan dokter gigi.

Sekarang akan dibahas tiga tips efektif untuk meyakinkan anak Anda agar tidak lagi takut pergi ke dokter gigi.

1. Biasakan anak dengan hal-hal yang berhubungan dengan dokter gigi

Alasan utama anak menolak pergi ke dokter gigi adalah rasa takut. Rasa takut yang biasanya muncul karena ketidaktahuan mereka. Anak tidak tahu apa yang akan terjadi di tempat dokter gigi.

Bisa jadi anak takut bahwa nanti dokter gigi akan menyuntik atau menyakiti mereka.

Oleh karena itu, penting untuk membiasakan anak dengan dokter gigi, baik mengenal tempat maupun aktivitas yang akan dilakukan di sana sebelum membawa anak pergi ke dokter gigi.

Sampaikan pada anak apa yang akan mereka dapatkan dan temukan di tempat dokter gigi. Jika memungkinkan, penjelasan bisa dibantu dengan menunjukkan ilustrasi gambar.

Sampaikan juga alasan Anda membawa anak ke dokter gigi yaitu supaya gigi mereka bagus dan kesehatan gigi terjaga.



2. Jadilah contoh bagi anak

Sebagian anak tidak akan percaya begitu saja apa yang Anda katakan. Oleh karena itu, cara yang terbaik adalah jadilah contoh bagi anak dan biarkan mereka meniru apa yang Anda lakukan.

Anak cenderung akan meniru yang orang lain lakukan, sebagai orangtua Anda memiliki pengaruh yang besar.

Anda bisa mengunjungi dokter gigi lebih dulu dan biarkan anak mengamati apa yang terjadi di dalam ruangan periksa gigi.

Jika Anda masuk dan meninggalkan ruangan dokter gigi dengan suasana hati yang baik dan senyum maka anak Anda akan mendapatkan kesan yang baik tentang dokter gigi.

Selain itu, ha ini akan membuat anak merasa penasaran dan mau mencoba memeriksakan gigi mereka ke dokter gigi.

3. Positif Reward

Jika kedua cara di atas belum berhasil, Anda bisa mencoba mengatakan pada anak bahwa Anda akan memberikan hadiah.

Hadiah atau positif reward merupakan penguatan positif untuk meningkatkan perilaku.

Anda lebih tahu apa yang benar-benar anak inginkan sehingga anak mau pergi ke dokter gigi dengan iming-iming hadiah yang akan Anda berikan jika dia mau pergi.

Apapun metode yang Anda gunakan, ingatlah untuk selalu memberi hadiah pada anak jika mereka mau pergi ke dokter gigi. Hadiah ini tidak selalu berbentuk barang, kata-kata pujian bisa juga Anda gunakan.

Memberikan pujian pada anak yang mau ke dokter gigi akan memberikan hasil positif dan membuat anak lebih mudah pergi ke dokter gigi pada pemeriksaan selanjutnya.

Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib #HappyNewYear

Kamis, 07 Januari 2016

Menjadi Orang Tua bagi Anak-Anak

Tips Jadi Orang Tua Yang Baik Bagi Anak
Orangtua kerap lupa untuk mempertimbangkan dan menghormati anak-anaknya. Padahal, orangtua selalu berusaha bersikap manis dengan teman-temannya. Bila Anda memiliki hubungan yang baik dengan anak, dan merasa sangat cocok satu sama lain, Anda patut bersyukur. Tetapi jika belum sampai ke taraf itu, jangan putus asa. Berikut ini ada 9 prinsip yang bisa Anda jadikan patokan.

1. Yang utama, apa yang Anda lakukan

Hal ini merupakan salah satu prinsip terpenting. Anak-anak memerhatikan Anda. Jangan memberikan reaksi yang impulsif.

2. Terlibat dalam kehidupan anak

Tentu membutuhkan waktu dan Anda perlu menyusun kembali prioritas Anda. Seringkali, ini berarti mengorbankan apa yang ingin Anda lakukan, dengan melakukan apa yang diinginkan atau diperlukan anak. Selalu siap untuk anak Anda baik secara mental maupun fisik.

3. Sesuaikan dengan karakter anak

Setiap anak memiliki karakter berbeda. Misalnya, anak kelas 2 SMP yang mudah merasa terganggu dan cepat marah, nilainya di kelas sangat jelek. Bisa jadi anak Anda sedang merasa depresi. Memaksanya untuk melakukan keinginan orangtua bukan merupakan jawaban. Jika perlu, permasalahan ini harus didiagnosa oleh seorang profesional.

4. Menetapkan dan menerapkan aturan

Bila Anda tidak mengatur perilaku anak dari kecil, Anda akan mengalami kesulitan pada saat dia lebih besar, terlebih ketika Anda tidak ada di dekatnya. Aturan yang dipelajari anak dari orangtua sejak kecil, akan membentuk aturan-aturan yang diterapkannya di kemudian hari.

5. Membantu mengembangkan kemandirian

Memberikan dukungan terhadap kemandiriannya dapat membantunya mengembangkan arah tujuan yang akan diambil kelak. Banyak orangtua salah mengartikan kemandirian anaknya, dan menyamakannya sebagai pembangkang dan pemberontak. Anak-anak menuntut kemandirian, karena kemandirian merupakan bagian dari sifat dasar manusia untuk merasa terkendali, dan bukan merasa dikendalikan oleh orang lain.

6. Bersikap konsisten

Bila aturan yang Anda berikan kepada anak berubah-ubah dari hari ke hari, atau bila Anda memaksa anak melakukan sesuatu hanya untuk waktu yang sebentar-sebentar, wajar jika anak menjadi bingung. Selalulah berusaha bersikap konsisten agar anak Anda tumbuh menjadi orang yang konsisten dan tak bingung dengan tujuan hidupnya.

7. Hindari disiplin kasar

Janganlah pernah punya keinginan untuk mengalahkan anak. Anak yang sering ditampar lebih mudah berkelahi dengan anak-anak lain, dan kemungkinannya lebih besar bagi mereka untuk menjadi penggertak atau menjadi agresif dalam mengatasi perselisihan dengan orang lain. Banyak kok, cara untuk mendisiplinkan anak, selain main kasar yang malah bisa menimbulkan sifat agresi.

8. Jelaskan aturan dan keputusan Anda

Umumnya, orangtua memberikan penjelasan yang berlebihan pada anak yang masih kecil, dan memberikan penjelasan yang kurang pada anak yang sudah remaja. Padahal, sesuatu yang tampaknya jelas bagi Anda belum tentu jelas bagi anak Anda yang berusia 12 tahun. Anak Anda tidak memiliki prioritas, penilaian atau pengalaman seperti yang Anda miliki, lho.

9. Perlakukan anak Anda dengan hormat

Cara terbaik agar anak menghormati Anda adalah dengan memerlakukannya dengan hormat. Anda harus memberi kebaikan pada anak Anda seperti kebaikan yang Anda berikan pada orang lain. Berbicaralah dengan cara yang sopan kepadanya. Hormati pendapatnya. Dengarkan dengan sungguh-sungguh bila dia berbicara. Anak-anak akan memperlakukan orang lain sebagaimana orangtuanya memperlakukannya. Hubungan Anda dengan anak Anda merupakan pondasi bagi hubungannya dengan orang lain.
Sumber: carapedia.com
Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib #HappyNewYear

Menghormati Orang Tua

Mengajarkan Anak Menghormati Orang Tua, Karena Memiliki Anak yang Menghormati Orang Lebih tua adalah dambaan Setiap orang tua

Membuat anak-anak menurut semua perintah orangtua atau orang yang lebih tua bisa saja mudah, tetapi apakah mereka melakukannya tanpa rasa hormat? Mengajarkan anak Anda untuk menghormati Anda, saudara yang lebih tua, adalah salah satu aspek paling penting dalam mendidik anak.

Memiliki anak yang berbakti, santun dan menghormati yang lebih tua adalah dambaan setiap orang tua.  Simak tips berikut ini agar anak lebih dapat menghormati Anda

1 Perlakukan dan hormati anak seperti anda menghormati orang dewasa

Tidak jarang orang tua yang luput dari menghormati anak-anaknya, namun mereka malah mengharuskan anak-anaknya menghormati orang yang lebih tua. Ingat, anak juga manusia yang mempunyai perasaan dan dapat mencontoh apa yang sering ia lihat dan rasakan. Biasakanlah untuk menghormati anak agar ia tidak luput dari rasa menghormati siapapun menjadi anak yang berbudi pekerti baik.

2 Berikan contoh yang baik dan perlakukan anak-anak sebagaimana Anda ingin diperlakukan

Anak adalah peniru ulung atau ‘Great Imitator’, pada umumnya anak akan meniru kebiasaan yang dilakukan oleh orang tuanya. Saat Anda memperlakukan anak dan pasangan Anda dengan rasa hormat, anak Anda akan tumbuh dan percaya bahwa rasa hormat itu cara yang baik untuk memperlakukan orang lain. Jika anak Anda lebih condong berteriak kepada Anda dan orang lain, perhatikan cara Anda bersikap. Kalau Anda sering mengamuk dan berteriak jika ada hal yang tidak sesuai dengan kemauan Anda, anak Anda akan melakukan hal yang sama.

3 Bersikap tegaslah dengan apa yang Anda ucapkan dan berikan ia alasan

Menjadi Orang Tua Tegas, Tidak Harus dengan Membentak, apalagi harus dengan kekerasan. Tegaslah dengan apa yang Anda ucapkan. Jika Anda melarang atau meminta anak melakukan sesuatu beri ia alasan yang benar serta beri ia ketegasan.

4 Bersikaplah terus terang kepada anak, berikan penjelasan mengenai sesuatu

Katakan pada anak Anda sesuatu yang semestinya mereka ketahui, beri ia penjelasan mengenai sesuatu. Jika anak menanyakan satu hal dan Anda tidak mengetahui jawabannya, ada baiknya Anda mengatakan hal yang sebenarnya dan mengajak anak mencari tahu jawabannya bersama-sama. Sikap ini akan lebih dihargai anak ketimbang Anda pura-pura tahu.

5 Jadilah orangtua yang konsisten baik dalam bersikap maupun dalam berkata-kata
Apabila orangtua menetapkan aturan A kepada anak maka sedapat mungkin orangtua harus tetap konsisten dengan peraturan tersebut, yaitu A. Misalnya, ketika orangtua menekankan kepada anak supaya tidak pernah mengambil barang milik orang lain sebelum meminta izin dari pemiliknya, maka janganlah sekali-kali membiarkan atau bahkan menyuruh anak memakan makanan di toko yang belum dibayar.

6 Berikat Pujian jika ia bersikap hormat

Mengapa anak Anda bersikap terhormat, pujilah anak Anda. Jika anak Anda bersikap kurang ajar, hentikan dia dan bicarakan tentang kekurang ajaran anak Anda. Saat Anda membiarkan anak Anda kurang ajar terhadap orang lain, Anda mengajarkan anak Anda bahwa Anda sendiri mengacuhkan tindakan tersebut.

7 Janganlah berdusta kepada anak atau memperdayainya

Sebab, tindakan orangtua seperti itu dapat mendorong anak untuk tidak menghargai orangtua beserta aturannya.

8 Berani meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan terhadap anak

Jangan takut meminta maaf atas kesalahan yang Anda lakukan, karena dengan demikian, anak akan menghargai sikap Anda serta mencontoh perilaku ini jika ia melakukan kesalahan.

9  Jangan takut mengungkapkan kasih sayang

Anak yang tumbuh dengan ekspresi kasih sayang orangtua akan memiliki sikap yang ekspresif dalam mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya. Hormatilah gagasannya akan sesuatu, seperti kritis dengan lingkungan sekitar, dan sikapnya dalam menghormati sesama.

10 Hormati hak anak, anak akan terbiasa untuk menghargai dan menghormati kebebasan milik orang lain

Anak berhak mendapatkan uang jajan maka berikanlah, berikan juga kebebasan untuk berbicara dan berekspresi, tentu kebebasannya jangan sampai keluar dari koridor yang diharapkan. Dengan cara seperti ini anak akan terbiasa untuk menghargai dan menghormati kebebasan milik orang lain.

Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib #HappyNewYear

Rabu, 06 Januari 2016

Kakak Mengalah Pada Adik

Memiliki anak adalah anugerah dari Alloh yang tiada terkira, terlebih jika sudah lengkap punya dua anak, tiga anak dan seterusnya.
dalam keseharian si kakak dituntuk untuk dapat lebih memperhatikan adik-adiknya, dan selanjutnya untuk dapat meredam perasaannya untuk mengalah walaupun anak yang paling besar adalah masih anak-anak juga...
Namun bagaimana jika si kakak selalu mengalah jika diisengi adiknya, haruskah ia selalu mengalah....
Menurut para ahli si kakak tidak selalu harus mengalah pada adik karena mereka punya hak yang sama. Biasanya, kita meminta kakak untuk mengalah lebih pada situasi yang agak berbahaya. Misalnya, Anda harus menemani adik mandi saat kakak minta ditemani belajar. Atau, adik mengantuk pada saat main bersama. Anda harus menidurkan adik dulu, baru kemudian bermain bersama kakak.

Akan tetapi, untuk main bersama, saat adik dan kakak sudah memilih mainannya, ini tidak berarti adik bisa begitu saja mengambil mainan kakak. Begitu juga sebaliknya. Karena adik masih berusia 2 tahun, memang tidak mudah untuk memberi pengertian. Namun, ia harus tetap diberitahu dan diajarkan bahwa tidak boleh mengambil barang milik kakak. Kakak juga diajarkan untuk menyuarakan pendapatnya bahwa ia tidak mau mainannya diambil. Hal ini dilakukan agar kakak tidak merasa selalu dijajah dan adik tidak merasa apa pun yang diinginkannya akan selalu didapat.

Menetapkan aturan, seperti adik boleh main mainan kakak kalau kakak sudah selesai dengan mainannya, sangat disarankan. Karena harus terus menerus mengalah pada adik, rasa marah akan terpupuk. Karena bila kakak terus menerus diminta mengalah, ia bisa membenci adiknya karena adik selalu mendapatkan apa yang diinginkan dan ia tidak. Kemungkinan yang bisa muncul adalah ia akan meniru cara adik untuk mendapatkan keinginannya, baik di rumah atau sekolah. Bisa jadi, ia tertekan atau justru ‘meledak’. Bila kakak sudah sampai menangis, itu artinya ia sudah tidak tahan lagi. Sebaiknya, Anda mendekatinya dan mengelusnya. Saat ia sudah tenang, tanyakan apa yang membuatnya menangis dan apa yang diinginkannya. Anda atau suami coba, deh, mendekatinya pada saat ia menangis karena orang tua adalah tempat kenyamanan dan keamanan anak.

Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib #HappyNewYear

Orang Tua Yang Suka Bermain

Untuk bermain dengan anak, Anda perlu menjadi orang tua yang menyukai dan mau bermain. Menurut Lawrence J. Cohen, seorang psikolog yang juga penulis buku Playful Parenting, setiap orang tua sesungguhnya bisa menjadi playful parent, asalkan ada kemauan. Dengan ikutnya orang tua bermain  akan membuat hubungan anak dan orang tua semakin erat. Tak hanya itu, Cohen menambahkan, melalui permainan yang dilakukan, orang tua juga bisa mengerti problem dan kesulitan yang sedang dihadapi anaknya, sehingga bisa membimbing anak untuk menemukan solusinya.

Namun, menjadi playful parents juga ada aturannya. Supaya maksud Anda mengajaknya bermain agar membuat anak senang hatinya, serta mampu mengembangkan dirinya, bisa tercapai. Ini tipnya:

1. Bermainlah permainan yang disukai anak.
Bermain itu membahagiakan anak jika anak senang melakukannya, Karena itu, inisiatif untuk memilih alat atau aktivitas bermain sebaiknya datang dari anak. Jangan mentang-mentang Anda baru membelikannya robot-robotan terbaru dan canggih, Anda memastikan anak ingin memainkannya terus ini. Belum tentu, lho, Ma. Siapa tahu ia ingin permainan lain.

2. Kritik? Tahan dulu.
Saat bermain bricks, anak salah meletakkan potongan yang sesuai, Anda langsung mengoreksi letaknya. Anda pun melontarkan ungkapan kritis: “Jangan begitu caranya.” atau “Kok, jelek, sih, jadinya?” dan sebagainya. Dijamin, kesenangan anak langsung sirna dan berubah jadi bete. Dunia si kecil adalah dunia trial and error. Jika memang salah, betulkan secara halus. Misalnya untuk peletakan puzzle Angry Bird yang salah, Anda sambil bercanda bisa mengatakan: “Ade, mulut burungnya, kok, jadi beo cemberut gitu, ya?” Selanjutnya biarkan anak yang membetulkannya.

3. Anak ‘penguasa’ permainan.
Walaupun masih kecil, anak sudah punya keinginan tampak powerful. Jadi, sesekali biarkan ia jadi guru bagi Anda. Biarkan ia mengoreksi kesalahan Anda.

4. Stop menggurui!
Memberikan arahan saat memulai permainan boleh-boleh saja, tapi jangan terlalu detil seperti guru terhadap anak didiknya. Secara garis besar saja, dan langsunglah mulai pada permainannya. Terlalu banyak arahan malah akan membuat anak bingung dan berpikir, “Ini sedang bermain atau lagi belajar, sih?”

5. Tak usah jaga image
Anda menemani anak ke taman, tapi tak mau bermain bola bersama, karena tak sesuai dengan image mama yang anggun. Atau Anda menolak membopong anak di punggung karena akan membuat kaos Anda tersingkap di punggung.

6. Jangan overprotektif
Kentara sekali saat bermain bersama anak di luar ruang. “Awas jatuh!”, “Awas terpeleset!”, “Jangan naik-naik tangga!”, ”Jangan lari-lari!”, dan ribuan larangan yang Anda teriakkan atas nama melindungi anak dari kecelakaan, plus diimbuhi mimik cemas. Bukannya menstimulasi anak, justru bermain di luar ruang itu mengecilkan rasa percaya diri anak.

7. Jadikan kebiasaan
Bermain bersama anak bukan hanya ketika Anda sedang mood untuk bermain atau pekerjaan off. Buatlah mengajak anak bermain ini sebagai kebiasaan dan kebutuhan untuk orang tua dan anak. Percayalah selalu ada waktu bermain, sesempit dan sesibuk apapun waktu Anda.

8. Tak selalu bersama
Orang tua perlu bermain bersama anaknya, tapi tak berarti selalu bermain bersama anak seharian. Anak perlu memahami juga bahwa orang tua perlu waktu untuk mengerjakan kegiatannya sendiri. Dan, anak pun perlu dibiarkan main sendirian untuk melatih berimajinasi, serta bermain bersama teman-teman sebayanya agar kemampuan sosialnya berkembang

Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib #HappyNewYear

Selasa, 05 Januari 2016

Aturan Minum Susu Segar

Selain minim pengolahan, keunggulan lain susu segar adalah bebas pengawet. Tapi, masih banyak mama yang meragukan fakta ini, mengingat cukup lamanya umur simpan susu segar yang diproses dengan UHT. Penjelasannya begini: Susu segar yang telah diproses dengan teknologi UHT, biasanya dikemas dengan menggunakan teknologi aseptis, yang pada prisinsipnya adalah kombinasi proses pemanasan (misalnya proses sterilisasi) untuk menghasilkan produk steril; lalu produk yang sudah steril tersebut dikemas dalam kemasan steril (terlebih dulu disterilisasi) dalam suatu ruangan yang steril, sehingga dihasilkan produk akhir yang setril. Inilah yang membuat produk susu segar akhirnya bisa memiliki umur simpan yang cukup panjang tanpa harus menambahkan pengawet ke dalamnya.

Meski sering kali dikemas dalam bentuk handy (mudah dibawa) yang membuatnya siap minum kapan saja, anak juga perlu dibatasi mengonsumsi susu segar. Rekomendasi konsumsi susu segar untuk balita adalah 400 – 600 ml per hari, dengan batas maksimal yang dianjurkan adalah 720 ml per hari. Baik susu pasteurisasi maupun susu UHT yang kemasannya telah dibuka, harus segera dihabiskan dan tidak boleh disimpan untuk dikonsumsi lagi nanti. Hal ini karena susu telah kontak dengan udara luar dan berisiko tercemar. Pastikan juga tidak terjadi kerusakan pada susu segar yang akan dikonsumsi. Biasanya, kerusakan pada susu segar sangat mudah dideteksi secara visual. Ciri utama yang umum terjadi adalah kemasan menggembung akibat tumbuhnya mikroba pembusuk yang memfermentasi susu dan menghasilkan gas CO2.Kerusakan juga ditandai dengan timbulnya bau dan rasa yang masam, serta tekstur yang telah mengental.

Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib #HappyNewYear

Senangnya Bermain

Dunia anak adalah duni bermain, sbenarnya sih bukan cuma anak-anak yang suka bermain, orang dewasa dan orang tua pun sebenarnya paling suka bermain, buktinya banyak permainan orang tua seperti main bola, main bulutangkis, main layangan, dan mainan-mainan lainnya.

Apatah lagi untuk anak-anak, untuk itu bantu si kecil memperoleh kesenangan dengan bermain  sesuai usianya. 

Ketika tadi malam saya membacakan buku-buku Beverly Cleary pada anak saya, perasaan saya bercampur aduk antara nostalgia masa kecil dengan rasa kasihan kepada anak. Tokoh-tokoh dalam buku itu memainkan permainan masa lalu; seperti bermain dengan sisa-sisa kayu, membuat kapal, dan sebagainya. Coba bandingkan cara mereka bermain itu dengan cara bermain anak-anak kita sekarang yang terstruktur dan terawasi dengan sangat hati-hati.

Cara-cara bermain seperti anak zaman dulu itu sekarang disebut dengan istilah free play. Para pakar memperingatkan bahwa free play jarang dilakukan anak-anak sekarang. 

BERMAIN PETAK UMPET: Masih ada yang melakukan? 

Jelas, anak-anak butuh main. Masalahnya, jenis-jenis permainan (juga alat bermain) yang tersedia sekarang tidak cukup memenuhi kebutuhan anak. Bermain futsal dengan segala peraturannya, misalnya, tidak berdasarkan keinginan anak dan bisa dilakukan dengan cara apa pun sesuai keinginannya  – dua ciri khas kegiatan bermain yang sebenarnya. 

Tak bisa disangkal, aktivitas di kelas-kelas, olahraga yang diawasi, bahkan video games berperan penting dalam masa kanak-kanak di masa ini. Aktivitas ekstrakurikuler, memang, bisa membawa anak pada kesuksesan akademis. Tapi ada hal lain yang juga sangat penting bagi proses tumbuh kembang anak, sama halnya seperti makanan, air dan udara: yaitu cara bermain seperti masa lalu (free play).

Ketika bayi Anda menjatuhkan sendok dari high chair-nya, lagi, dan lagi; tahukah Anda bahwa itu adalah sebuah permainan yang membuatnya lebih pintar? “Wah... kira-kira Mama mau ngambilin lagi nggak, ya? Kalau aku melemparnya ke arah berlawanan, suaranya berbeda tidak?” Sejak awal kehidupannya, bermain adalah cara seorang anak mengerti bagaimana sesuatu berfungsi, melatih kemampuan sosialnya, belajar berpikir kreatif, mengembangkan kemampuan pribadi, dan menemukan minat yang sebenarnya.

“Menghilangkan saat-saat bermain sama membahayakannya untuk proses tumbuh kembang yang sehat- jika tidak bisa dibilang lebih berbahaya – dengan memaksa anak untuk terlalu cepat berkembang,” ujar psikolog David Elkind, penulis buku The Power of Play.

Hasil studi The American Academy of Pediatrics menunjukkan, terlalu sedikit waktu untuk bersenang-senang akan meningkatkan stres pada anak, dan bisa mengarah pada kecemasan dan depresi. Jill Stamm, Ph.D, direktur dari The New Directions Institute for Infant Brain Development di Phoenix, Amerika, menyatakan hal ini juga bisa menyebabkan stres sampai masa dewasa. 

Jadi, turunkan sedikit intensitas Anda sebagai orangtua dan dukung anak berkembang secara natural, tahap demi tahap usia:

BAYI (dari lahir sampai usia 12 bulan)  

Cara si kecil bermain: Menendang-nendang mainan yang bergerak atau menggigit-gigit balok, tidak tampak sedikit pun seperti aktivitas yang bermanfaat. Padahal ketika bermain ini, otak bayi bekerja mengatur informasi-informasi yang diterimanya menjadi pola-pola yang bermakna, dan dia memperoleh kemampuan mengontrol diri dan lingkungan.

Cara-cara membantu mereka:

Bersenang-senanglah sesering yang Anda bisa. “Saat-saat bayi bangun harus diisi sebanyak mungkin dengan bermain, disamping makan, tentu saja,” ujar Stamm. Tahukah alat bermain yang paling disukainya? Diri Anda!
Pilih alat bermain sesuai usia – yang bisa menstimulasi panca indranya dengan tepat; seperti infant gyms atau rattles.
Biarkan ia menjejakkan kaki di lantai, sehingga mereka bisa berlatih merangkak dan kemampuan motorik lainnya
Anak batita (1-3 tahun)

Cara si kecil bermain: “Anak-anak usia 2-6 tahun belajar paling baik melalui berbagai jenis permainan yang diciptakannya sendiri,” ujar Elkind. Perkembangan rasa ingin tahu dan kemajuan kemampuan motorik kasar dan halusnya membuat ia sangat antusias mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. 

Kebanyakan anak batita sangat senang berada di dekat anak-anak sebayanya. Mereka sama-sama bermain, tetapi tidak bermain bersama (dikenal dengan istilah “bermain paralel”). Karena mereka menganggap dirinya sebagai pusat dunia, istilah berbagi agak sulit dipahaminya.

Cara-cara membantu mereka:
Pilih mainan yang 'open-ended’. Alat-alat main sederhana, seperti balok, bola dan boneka – bahkan benda sehari-hari seperti sendok kayu atau kotak sepatu - bisa menggali imajinasi mereka lebih dalam dibandingkan ‘benda-benda yang hanya bisa melakukan satu hal’ seperti mainan anjing yang bisa mengonggong atau mobil yang digerakkan dengan remote control. (Lihat “Mulailah dengan...” untuk ide-ide lainnya).
Ingatlah bahwa bermain bisa dilakukan kapan saja, di mana saja, dan dengan cara apa saja; tidak hanya di kotak pasir atau dengan satu alat mainan. Mengambil dan menumpahkan air dengan gelas plastik di dalam bathtub, misalnya, akan sangat menyenangkan bagi si kecil.
Pergilah ke luar rumah setiap hari. Saat sedang hujan atau matahari bersinar terang, si kecil butuh rangsangan dari lingkungan dan kesempatan untuk membakar energinya.
Jangan 'memusuhi' TV. Satu atau dua program setiap hari, apalagi jika Anda menemani si kecil menonton, tidak akan membahayakannya.
Ganti-gantilah alat main si kecil. Pilih hanya beberapa alat main untuk satu minggu, simpanlah setelahnya, dan ganti dengan alat-alat main yang lain. Di bulan depan, Anda bisa mengeluarkannya lagi. (Si kecil tidak akan ingat, kok).
Anak prasekolah (3-5 tahun)

Cara si kecil bermain: Kemampuan berbahasanya yang meningkat membuat permainan fantasi dan bermain peran menjadi lebih detil sehingga mereka bisa memahami konsep-konsep yang lebih kompleks seperti waktu dan hubungan antar obyek. Kemampuan motorik yang meningkat pun membuat mereka mampu melakukan berbagai aktivitas fisik. 
Disamping itu perkembangan yang telah dicapainya ini membantu si kecil bermain dengan baik dengan anak-anak seusianya.

Cara-cara membantu mereka:
Pilih sekolah yang menyeimbangkan bermain dengan kegiatan akademis. “Seringkali orangtua tidak sabar melihat si kecil bermain balok dan menanti-nanti kapan si kecil mulai diajar membaca dan menulis,” ujar Stamm. “Padahal, free play sangat penting untuk membentuk sambungan-sambungan listrik di otaknya,” ujarnya. Preschool yang baik akan lebih memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan sosial dan emosional anak, ketimbang pengembangan kognitifnya.
Beri kesempatan sebanyak-banyaknya bagi si kecil untuk bermain dengan teman sebayanya. Coba ajak dia ke berbagai children center yang banyak tersedia di mal-mal.
Batasi waktu di depan komputer. Belum ada hasil penelitian yang membuktikan bahwa computer games dan ‘educational’ videos membuat anak lebih pintar.
Rangsang permainan kreatif. Berbagai bentuk seni dan drama akan sangat sesuai dengan kemampuan berpikir eksploratif yang sedang berkembang pada anak-anak usia ini.
Jangan khawatir akan stereotip. “Anak laki-laki lebih suka bermain dengan Lego, misalnya, karena otak mereka memang berkembang lebih cepat di area ini,” ujar Michael Gurian, penulis Nurture the Nature. Sebaliknya, anak-anak perempuan memiliki kemampuan motorik halus dan bahasa yang lebih baik, sehingga mereka lebih suka menulis dan mulai belajar membaca.
ANAK USIA SEKOLAH (5 tahun ke atas)

Cara si kecil bermain: Pada usia ini, anak mulai senang berteman, terutama mereka yang memiliki kesamaan minat. Pemahaman yang lebih kompleks mengenai bagaimana dunia berlangsung membuat mereka menjadi asyik dengan hukum/aturan (rules) dan lelucon (jokes).

Cara-cara membantu mereka:
Ajak ia terus bergerak. Sebuah studi yang dilakukan di tahun 2006 menunjukkan anak-anak yang kurang bergerak akan memiliki tekanan darah, kadar kolesterol dan insulin yang buruk.
Awasi keberadaan si kecil di depan TV atau komputer. Terlalu lama di depan TV, misalnya, akan menghambat mereka bermain boneka atau balok-balok, yang akan mempengaruhi perkembangan otak mereka secara berbeda, ujar Gurian.
Kegiatan jangan terlalu padat. Tiga jenis aktivitas ekstrakurikuler ideal buat anak. Satu aktivitas sosial (misalnya pramuka), satu aktivitas olahraga (misalnya sepakbola), dan satu aktivitas seni (misalnya piano).
Tetap waspada. Jika anak murung dan gelisah karena satu aktivitas, dan enggan pergi les; mungkin ini pertanda dia butuh lebih banyak waktu bebas. Sampai sekarang pun saya masih suka merasa bersalah jika di hari Sabtu tidak satu pun dari keempat anak saya pergi les atau melakukan sebuah aktivitas. Apa saya harus membawa mereka ke museum atau mendaki bukit? Kadang-kadang kami memang melakukan kegiatan itu. Tapi lebih sering, saya duduk santai menikmati secangkir teh; karena saya menyadari bahwa bersantai-santai saja di rumah bersama si kecil, membiarkan dia melakukan apa yang dia mau, adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh tubuh dan otaknya. ?

Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib #HappyNewYear

Our Blog

2015 Start
Sejak 2015 Jihan DayCare telah dan akan terus mengabdi kepada Keluarga Indonesia
250 Family
Lebih dari 250 Keluarga Indonesia telah merasakan jasa dan layanan Jihan DayCare dengan penuh suka cita
500 Customers
Totally more than 500 Babby, Toddler and Childs treats as our happy clients

Contact

Talk to us

Untuk Informasi Lebih Lengkap, dapat menghubungi kami pada setiap hari kerja.

Address:

Jl Arya Putra No 34 RT 009/010 Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten 15414

Work Time:

Monday - Friday from 7am to 5pm

Phone/WA Messenger:

+628 235 235 3646

Diberdayakan oleh Blogger.

Ceria Sepanjang Hari

Ceria Sepanjang Hari

Hari Kartini

Hari Kartini

Main Lagi

Main Lagi

Ayo Bermain

Ayo Bermain

Kegiatanku

Kegiatanku

Sekolahku

Sekolahku

Translate

Blogroll

About

Jihan DayCare
; Rumah Penitipan Dan Pendidikan Anak Usia 4 bulan sampai 6 Tahun