Daily Baby and Todler DayCare

Rumah Penitipan dan Pengasuhan Anak Terpercaya di Ciputat, Tangerang Selatan.

Find Out More

Our Services

DayCare

Tempat Penitipan dan Pengasuhan Anak Terpercaya di Ciputat Tangerang Selatan.

Read More

PAUD Khairani

Kelompok Bermain, Pendidikan Anak Usia Dini.

Read More

Child Development

Stimulation Program suach as Phisical, linguistics Skill, Moral, Cognitive and Sicial Development.

Read More

Care and Treatment Program

Bath Training, Toilet training, Meals, Drink Milk, Monitoring Weight and Height (monthly).

Read More

KEGIATAN

Minggu, 12 Juni 2016

Gaya Tidur Bayi

Catnapper atau Tidur Kucing

Beberapa bayi ada yang waktu tidurnya tidak panjang. Hanya sekitar 30 sampai 45 menit saja tetapi sering. Tidak hanya tidur kucing, mereka juga punya jadwal tidur yang tidak bisa diprediksi. Akibatnya orang tua sibuk mengurusi bayinya yang sering bangun yang berujung pada pekerjaan rumah menjadi tertunda.

Cara mengatasi: Kasus tidur kucing ini memang tidak umum. “Banyak bayi yang tidur kucing sebanyak tiga atau empat kali sehari sampai usia mereka 9 atau 10 bulan. Itu masih batas normal,” kata ahli kesehatan anak masalah tidur Jodi Mindell, PhD. dan pengarang buku Sleeping Through the Night. Jangan kaget bila bayi yang awalnya tidur lama kemudian esoknya tidur sebentar tapi sering. Hal itu akan menjadi rutin pada bayi usia dibawah 1 tahun. “Bayi yang terbiasa tidur kucing akan tidur selama satu setengah atau dua jam setelah tidur yang terakhir,” kata Mindell. Jika mau bayi Anda punya jadwal tidur yang teratur, bangunkan dia pada waktu yang sama setiap pagi (kira-kira pukul 7.30). Tidurkan si kecil dua jam kemudian. Jangan sampai si bayi mengusap matanya atau rewel sebelum tidur. Itu tandanya ia terlalu lelah.

Bayi bangun terlalu cepat

Kristen Napoleon biasa membangunkan anaknya Jamey sebelum matahari terbit. “Awalnya saya sangat senang karena anak saya tidak rewel saat dibagunkan,” kata ibu dari Pittsburgh. “Tapi saya pikir kasihan juga harus bangun pagi buta.”

Cara mengatasi: Bayi normal bangun tidur pukul 5 atau 6 pagi. “Jika Anda menidurkannya pada pukul 6 atau 7 malam, maka ia akan tidur semalaman penuh,” kata Mindell. Melambatkan waktu tidur 15 menit kadang bisa membantu si kecil tidak bangun pagi buta. Coba bangunkan anak Anda pada tengah malam, nyalakan lampu agak terang, atau bicara dengan nada pelan tapi bisa didengar. Tengok apakah bayi Anda merasa terusik atau tidak. Jika tidak berarti malaikat kecil Anda tidurnya nyenyak. Biarkan ia bangun sendiri.

Bayi Tidur Pilih Tempat

Anak ketiga Mary Elena biasa tidur di mobil saat mengantarkan anak pertamanya les piano. Begitu sampai di rumah anaknya tidak mau tidur sama sekali. Parahnya, saat bepergian anak Mary ini pernah tidur di mobil sepuluh menit. Begitu sampai tujuan ia tidak mau tidur lagi. Sementara Anak Cathy Hale punya masalah sebaliknya. Anaknya selalu tidur di rumah. “Saya memang melatihnya supaya betah tidur di rumah sejak lahir. Kata ibu tiga anak ini. “Tapi akibatnya saya jadi tidak bisa keluar malam karena harus menemaninya tidur.”

Cara mengatasi: “Bayi yang tidur pilih-pilih tempat karena dibiasakan. Bukannya bawaan lahir,” kata Psikolog anak Ethan Benore, PhD. “Orang tua biasanya secara tidak sengaja mengajarkan bayi untuk menjadi pemilih,” lanjutnya. “Misalkan Anda biasanya menepok-nepok bokong anak Anda saat tidur. maka sampai ia agak besar akan terbiasa dan kebiasaan itu sulit diubah.” Jika mau bayi Anda tidur di rumah, maka Anda harus membuatnya menjadi prioritas. Gunakan segala cara untuk membuat rumah menjadi tempat yang nyaman untuk tidur si kecil.

Buat bayi yang tidak mau tidur dimana pun selain rumah, tak terlalu masalah. Pergi dan menginaplah di tempat saudara atau hotel sepekan seklai untuk membuatnya terbiasa tidur di tempat yang baru. Sepekan sekali cobalah tidurkan bayi Anda pada pagi hari, dan cobalah membuatnya terjaga setelah setelah pukul 7 malam. Jika Anda harus pergi ke luar rumah pada malam hari, jangan bungkus si kecil dengan bungkusan yang nyaman. Hal itu akan membuatnya tidak tidur.

Bayi yang Tidurnya Mudah Terganggu

Suara akan membuat bayi Anda tidak bisa tidur nyenak. Kucing lewat, bunyi klakson atau sinar matahari yang menembus jendela pasti akan membuatnya bangun. “Saya tak bisa membuat suara di dapur, Padahal letak dapur tepat di bawah tempat tidur anak saya,” kata Jessica Toy dari Ohio Township.

Cara mengatasi: “Bayi yang mudah terganggu tidurnya biasanya akan punya masalah ketenangan,” kata Carol Ash, MD, direktur kesehatan di Somerset Medical Center, New Jersey. “Anak kecil biasanya bangun selama beberapa detik saat ia tidur. Biarkan ia merasa nyaman dengan caranya sendiri,” katanya. Untuk menjaga tetap tidur lama coba buat gelap, atur temperatur ruangan supaya tetap sejuk, dan pasang suara yang nyaman (lagu instrumen klasik, suara ombak, dan lainnya). Biarkan bayi Anda tidur dalam keheningan.

Jihan DayCare Rumah Penitipan Anak Usia 4bln-6thn, Jl Arya Putra No.34 Kedaung, Pamulang - TangSel 15415, CP: Bunda Yayat, Mobile: +628-235-235-3646. Penitipan anak jakarta, Bandung, tangerang, tangerang selatan, pamulang, bintaro, pondok cabe, pesawat, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, bisnis, hipmi, ukm, umkm, bank, mandiri, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, Ahok, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, TDA, Tangan Di Atas, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Telkom, Telkomsel, Simpati, Presiden, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

Cara Mengatasi Anak Rewel

Masih susah bicara bikin si batita gampang frustrasi. Sedikit-sedikit menangis, menjerit, kadang disertai amukan. Perilaku ini sering tak kenal waktu dan tempat. Penyebabnya kadang juga membingungkan. Apa saja sih? Nah, coba deh kenali 9 sumber kerewelan anak batita dan cara jitu mengatasinya!

1. REWEL KALA SAKIT

Wajar jika anak rewel kala sakit. Diberi ini salah, diberi itu salah. Kondisi tak nyaman membuat anak uring-uringan. Tak heran, semua itu bisa mengubah perilaku anak. Si kecil yang tadinya aktif dan ceria, mendadak murung dan cengeng. Anak pun jadi lebih manja.

Cara Mengatasi:
– Bersabarlah menghadapinya. Anak sakit lebih membutuhkan banyak perhatian ketimbang anak sehat. Jadi, dampingi selalu si kecil. Jalinlah komunikasi yang hangat dan menghibur. Tanyakan, apa yang dia rasakan. Sedapat mungkin berikan beberapa pertolongan kecil, seperti mengusap-usap perut atau mengipasi. Jika perlu, dekaplah dia dengan penuh kasih. Ciptakan suasana aman, hingga anak merasa nyaman dan tidak bosan.
– Sikap sabar juga perlu dikedepankan saat memberi makan dan obat. Jika anak menolak makan, tak perlu dipaksa, melainkan disuapi sedikit demi sedikit. Buatlah menu makanan yang lembut dan mudah dikunyah. Hal yang sama berlaku buat obat. Katakan, obat harus diminum agar anak bisa sehat dan bisa bermain kembali.
– Buat juga suasana menyenangkan. Hindari menunjukkan kesedihan di depan anak. Lakukan kegiatan bermain yang disukainya. Membacakan dongeng favorit bisa menjadi pilihan. Sediakan juga mainan yang bisa dilakukan di tempat tidur seperti boneka tangan, mewarnai, melipat kertas, nonton teve atau film kesayangan, dan sebagainya. Namun, waktu bermain tetap harus dibatasi, karena anak membutuhkan istirahat agar cepat sembuh.

2. REWEL DI TEMPAT BARU/ASING

Meskipun dinilai wajar, perilaku ini sering membuat kesal orangtua. Anak rewel karena merasa tak nyaman dengan kondisi baru. Tak jarang, kondisi itu dirasakan anak sebagai sesuatu yang mengancam. Terlebih jika anak belum mengenal kondisi tempat baru itu sebelumnya, juga fasilitas yang ada. Saat anak diajak ke tempat praktik dokter, misal, dia tentu bingung dengan ruangan serba putih, dan terdapat berbagai peralatan “aneh” macam jarum suntik, stetoskop, mesin USG, dan sebagainya.

Cara Mengatasi:
Sebelum mengajak si kecil pergi, orangtua perlu membekali anak mengenai tempat apa yang akan dituju, kondisi apa sajakah yang akan ditemui anak, apa pula benda-benda yang terdapat di sana. Sering-seringlah bepergian ke tempat baru bersama si batita. Semakin banyak tempat yang dikunjungi, semakin kaya dan luas pengalaman anak.

3. REWEL KALA BERTAMU

Sering kan menghadapi batita yang merengek-rengek minta pulang kala diajak bertamu, “Pulang… Ma… pulang….” Kerewelan ini disebabkan si batita menganggap, rumahku adalah surgaku. Tiada tempat yang paling indah dan nyaman selain rumah. Apalagi jika lingkungan rumah benar-benar menyenangkan; luas, sejuk, dan banyak mainan. Selain itu, banyaknya sosok asing di rumah orang lain membuat anak enggan berlama-lama. Belum lagi rumah itu kurang menyenangkan seperti sempit, gerah, dan sumpek.

Cara Mengatasi:
– Buatlah anak merasa nyaman. Sebelum pergi, bekali si kecil dengan banyak mainan. Jika di rumah yang dikunjungi ada anak kecil, ajak bermain bersama si kecil. Perhatikan juga kondisi tubuh anak. Jika terlihat lelah, biarkan dia beristirahat sejenak.
Setelah cukup, orangtua bisa mengeksplorasi lingkungan rumah yang dikunjungi. Siapa tahu banyak hal menarik yang bisa ditemukan seperti ada kolam ikan, taman, dan sebagainya.
– Ajari anak bersosialisasi dengan mengunjungi rumah tetangga, saudara, atau teman, sehingga dia terbiasa mengunjungi rumah orang lain.

4. REWEL SAAT ADA IBU

Kerewelan justru terjadi saat ibu ada di rumah. Biasanya disebabkan anak meminta perhatian lebih. Maklum, ibu yang bekerja umumnya banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Keberadaan ibu membuat si batita menuntut macam-macam. Apalagi, ibu bekerja biasanya menerapkan aturan lebih longgar dan minim memberikan punishment, juga selalu memanjakan anak. Nah, bagi anak, ini merupakan aji mumpung untuk melanggar aturan atau memaksakan kehendak.

Cara Mengatasi:
– Bersikap tegas dan konsisten dalam menerapkan aturan adalah solusinya. Jika ibu menerapkan aturan tidak boleh menonton teve hingga larut malam, maka semua yang ada di rumah harus menerapkan aturan itu. Ini untuk mengajari si batita, mana yang benar dan mana pula yang salah. Sikap tega dan tegas harus dikedepankan. Jika ibu dan pengasuh atau anggota keluarga lain di rumah berbeda pola asuh, anak cenderung memilih aturan yang dirasa paling enak. Namun jika ibu dan semua anggota keluarga konsisten, maka si batita tidak akan berulah di setiap akhir pekan, atau kala ibu ada di rumah. Disiplin dan rutinitas batita akan terbentuk dengan baik. Berikan sanksi mendidik jika perlu. Selain itu, jangan sungkan memberikan penghargaan jika anak bisa melakukan rutinitas dengan baik. Penghargaan tidak melulu berbentuk hadiah, tapi juga berbagai bentuk lainnya seperti pelukan, ciuman, atau pujian. Dengan demikian, batita akan selalu mengulangi perilaku positif, sekaligus menjauhi sikap negatifnya.

5. REWEL SAAT ARISAN

Dalam kondisi tertentu, orangtua kadang terpaksa mengajak batitanya ikut serta arisan. Namun si batita tak bisa duduk manis selama acara berlangsung. Bahkan, tak sedikit anak berbicara sambil berteriak-teriak atau berlarian ke sana kemari. Banyak orangtua yang kesal dan langsung memarahi si batita. Padahal, tindakan memarahi malah dapat memberikan dampak yang tak baik bagi si batita. Selain membuatnya jadi rewel, bukan tak mungkin anak menganggap acara arisan tidaklah menyenangkan. Ia pun kapok jika suatu saat orangtua mengajaknya serta.

Cara Mengatasi:
– Sebetulnya, wajar saja bila si batita tak dapat duduk manis berlama-lama. Anak usia ini sedang mengembangkan kemampuan motoriknya. Makanya, dia tak bisa diam. Lagian, anak juga bukan orang dewasa mini yang bisa duduk lama dengan tenang. Acara arisan juga tidak menarik di mata anak. Yang dapat dilakukan adalah menyalurkan energi anak di luar ruangan. Ajak anak bermain di luar ditemani pengasuhnya. Lakukan beberapa permainan yang menyenangkan. Jika kebetulan orangtua lain membawa serta anak, biarkan si kecil berbaur bersama mereka dengan didampingi pengasuhnya.

6. REWEL KALA DITINGGAL ORANGTUA

Sulit kan jika anak tidak mau ditinggal pergi? Walhasil, banyak aktivitas orangtua yang batal gara-gara anak. Di usia ini, anak sedang mengembangkan sikap kelekatan. Jika anak menganggap orangtua adalah sosok paling dekat, maka sulit baginya untuk berpisah, maunya menempel melulu. Anak merasa tidak aman jika diasuh oleh sosok lain.

Cara Mengatasi:
– Berikan penjelasan. Jika ibu harus meninggalkan anak pergi berbelanja, katakan, “Mama mau pergi ke pasar. Tidak lama, kok, nanti Mama pulang dan bisa main lagi sama Adek.” Cara itu akan membuat anak mengerti, orangtua pergi hanya untuk sementara waktu.
– Hindarkan pergi secara sembunyi-sembunyi, bahkan berbohong. Itu bisa membuat anak semakin rewel, bahkan muncul ketidakpercayaan dalam dirinya.
– Agar anak tak terlalu merasa kehilangan, biarkan dia terlibat dalam sebuah kegiatan yang mengasyikkan seperti corat-coret. Biasanya, anak akan larut dalam aktivitasnya dan tidak terlalu memedulikan kepergian orangtua.

7. REWEL SETIAP KALI DIAJAK PERGI

Banyak orangtua yang pusing sekaligus kesal saat mengajak anaknya pergi. Itu semua terjadi karena si batita masih sulit mengendalikan emosinya. Selain orangtua juga mesti mengetahui penyebab kerewelan anak, semisal mood-nya sedang buruk. Atau, siapa tahu orangtua terlalu heboh saat mengajak anak bepergian, umpama, memburu-burunya mandi dan berpakaian. Ketergesaan itu menyebabkan anak tidak nyaman, lalu mengekspresikannya dengan sikap rewel. Sebab lain, mencari perhatian orangtua.

Cara Mengatasi:
Atasi berdasarkan penyebabnya. Bila dikarenakan suasana hatinya kurang baik, bangkitkanlah mood-nya. Jelaskan, perjalanan dan tempat tujuan sangat menyenangkan. Beritahukan hal-hal menarik apa saja yang bisa ditemui anak di tempat tujuan, seperti melihat sawah milik kakek, kerbau, dan sebagainya. Demikian juga kala di perjalanan. Jelaskan beberapa hal menarik yang bisa ditemui, misal, dengan menggunakan mobil sendiri, anak bisa melihat pemandangan. Jangan lupa, bawa serta mainan untuk di perjalanan. Atau, selama perjalanan orangtua bisa membuat aneka permainan menarik. Kalau memungkinkan, hindari mempersiapkan kepergian dengan terburu-buru, agar anak menganggap bepergian adalah hal yang menyenangkan.

8. REWEL SETIAP PAGI

Ada beberapa batita yang bersemangat setiap bangun pagi, di sisi lain banyak juga batita yang justru rewel. Menangis dengan berteriak, bahkan beberapa bersikap manja. Ini bisa disebabkan bermacam-macam hal. Boleh jadi sehari sebelumnya si batita mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan, hingga pengalaman itu masih membekas saat terbangun. Jangan-jangan anak juga mendapat mimpi buruk. Atau, si kecil terlalu lelah atau sedang sakit, hingga dia mengekspresikan perasaan tidak nyamannya dengan sikap rewel. Rewel adalah tanda anak lelah, mengantuk, sakit, kecewa, sedih, dan lain-lain.

Cara Mengatasi:
– Bangkitkan semangat anak di pagi hari. Peluklah erat-erat, lakukan dialog singkat dan hangat di pagi hari. Ajak juga anak untuk main sebentar di pagi hari. Memutar musik kesukaan atau film favorit bisa dipilih. Jadi, saat bangun jangan langsung disuruh mandi dan berganti pakaian. Dengan begitu, anak bisa melupakan ketidaknyamanan yang dirasakannya.
– Orangtua jangan menyikapi kerewelan anak dengan sikap marah karena tak akan mampu meredam kerewelan, malah kerewelannya semakin menjadi. Bersikaplah tenang dan santai.
– Bila ibu sudah tak kuat menghadapi kerewelan anak, minta ayah atau orang lain menangani si kecil. Menangani sikap anak dengan emosi justru membuat anak semakin tertekan. Bukan tak mungkin jika sikap rewel akhirnya menjadi rutinitasnya setiap pagi.
– Ciptakan suasana menyenangkan di waktu malam menjelang tidur. Entah dengan mandi air hangat lebih dulu, lalu membacakan cerita, menyetel musik lembut, dan lain-lain. Dengan aneka ritual sebelum tidur, membuat suasana hati anak menjadi baik. Suasana hati yang baik itu pulalah yang akan dibawanya saat terbangun dari tidur.

9. REWEL SAAT NAIK KENDARAAN UMUM

Naik bis, angkutan kota, atau kereta api? Pasti banyak orangtua yang memiliki pengalaman tak menyenangkan dengan ulah si batita. Sepertinya angkutan umum bak “neraka” buat anak. Dia ingin cepat-cepat keluar dari dalamnya. Apalagi jika perjalanan harus memakan waktu berjam-jam, kerewelan anak pun semakin bertambah. Semua itu terjadi karena anak merasa bosan berlama-lama di angkutan umum. Ketiadaan aktivitas sangatlah menjenuhkan bagi anak usia ini. Ia pun lalu mengungkapkannya dengan kerewelan. Apalagi jika angkutan umum itu tidak berpendingin udara, sempit, dan sesak.
Anak juga rewel karena merasa tidak nyaman bertemu dengan banyak orang yang tak dikenalnya. Selain itu, anak usia ini bukan tipe “pertapa” yang bisa duduk berlama-lama. Anak sedang dalam masa eksplorasi. Keinginannya adalah bergerak dan terus bergerak. Ini tidak hanya berlaku untuk anak laki-laki, tapi juga perempuan.

Cara Mengatasi:
– Kerewelan anak bisa terjadi hanya saat pertama kali, tapi juga bisa setiap kali naik angkutan umum. Rewel saat pertama kali naik angkutan umum adalah wajar. Yang dapat dilakukan orangtua adalah membuat anak nyaman di angkutan umum. Dengan demikian, anak pun tidak rewel lagi.
Orangtua bisa mengajak anak mengobrol agar tak bosan. Jika mungkin, bisa juga diperdengarkan musik kesukaannya. Tentu dengan tak mengganggu penumpang lain. Ceritakan semua pemandangan yang ditemuinya saat di jalan. Ladeni semua pertanyaan anak dan puaskan rasa ingin tahunya.
Hal penting lainnya, bawa bekal makanan dan minuman yang cukup, di samping membawa beberapa mainan favorit anak. Pilih mainan yang sekiranya bisa dimainkan di angkutan umum.
Jihan DayCare Rumah Penitipan Anak Usia 4bln-6thn, Jl Arya Putra No.34 Kedaung, Pamulang - TangSel 15415, CP: Bunda Yayat, Mobile: +628-235-235-3646. Penitipan anak jakarta, Bandung, tangerang, tangerang selatan, pamulang, bintaro, pondok cabe, pesawat, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, bisnis, hipmi, ukm, umkm, bank, mandiri, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, Ahok, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, TDA, Tangan Di Atas, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Telkom, Telkomsel, Simpati, Presiden, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

Jumat, 10 Juni 2016

Sukses Manusia DiHadapan Alloh

Surat Al-A'la kerapkali dijadikan surat pilihan kala shalat Ied. Entah kenapa, setiap mendengar surat itu hati ini gerimis. Saat imam melantunkan, “Qad aflaha man tazakka wa dzakarasma rabbihi fashalla...”

Seorang alim pernah berpesan kepada saya, “Nak, setelah lulus SMA orang akan bertanya kampus mana yang kamu masuki, ternama atau tidak. Setelah lulus kuliah orang juga akan melihat apa pekerjaanmu, bagaimana kehidupanmu dan siapa jodohmu. Mereka akan menilai seluruh pencapaianmu. Jika terlihat bergelimang harta dan kehormatan, mereka akan menyebutmu 'sukses'. Jika tidak, mereka akan menyebut 'nasibmu buruk', kemudian satu per satu dari mereka menjauhimu.” 

Potongan ayat dalam surat Al-A'la itu mengajak saya kembali merenungkan makna kesuksesan. Apakah saat kita bergelimang harta? Saat kita mendapatkan berbagai macam gelar? Jumlah mobil? Luas rumah? Ternyata tidak. Man tazakka wa dzakarasma rabbihi fashalla. Itulah sebenar-benarnya sukses, sukses di mata Allah. Yaitu orang yang selalu menyucikan dirinya, yang selalu mengingat Rabb-nya, dan senantiasa mendirikan shalat.  

Jabatan tinggi atau pekerjaan dengan gaji besar tidaklah bernilai sukses di mata Allah jika didapatkan dan dilakukan dengan cara yang kotor. Punya mobil seharga miliaran rupiah, rumah, dan vila bertengger di lokasi-lokasi elite, namun waktu shalat masih kita relakan untuk disita oleh rapat kantor dan pertemuan perusahaan. Sekali lagi, itu bukan sukses. Maka Allah mengatakan, “Bal tu'tsiruunal hayaatad dunya” di ayat selanjutnya, yang berarti, tapi mereka lebih memilih dunia, padahal akhirat lebih kekal. 

Ah, betapa saya masih malu jika ditanya, “Kerja di mana?” Apa kata mereka saat tahu, saya yang sudah kuliah tinggi-tinggi sampai ke jenjang S2 ini, di kampus ternama pula, kini “hanya” jadi ibu rumah tangga yang bekerja keras membesarkan dua anak yang masih balita. Apakah saya tidak sukses? 

Saya yang masih berasyik-masyuk di depan layar ponsel keluaran terbaru saat mendengar azan, bahkan bergeming satu jam usai azan berkumandang, apakah saya sudah sukses? Mobil mewah, pekerjaan terpandang, rumah nan luas, sejatinya bukanlah tolok ukur kesuksesan.

Di mata Allah, semua itu tak ada nilainya. Itu hanya aset dunia yang harus diolah lagi agar menjadi aset akhirat dengan syarat yang telah dipaparkan tadi. Dalam Al-A'la kita diingatkan.

Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita dari hubbud dunya...

Jihan DayCare Rumah Penitipan Anak Usia 4bln-6thn, Jl Arya Putra No.34 Kedaung, Pamulang - TangSel 15415, CP: Bunda Yayat, Mobile: +628-235-235-3646. Penitipan anak jakarta, Bandung, tangerang, tangerang selatan, pamulang, bintaro, pondok cabe, pesawat, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, bisnis, hipmi, ukm, umkm, bank, mandiri, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, Ahok, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, TDA, Tangan Di Atas, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Telkom, Telkomsel, Simpati, Presiden, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646
#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib #HappyNewYear #MenjadiYangTerbaik #KeretaCepat #Indonesia

Kamis, 09 Juni 2016

Usia 7 Tahun Belum Mau Sholat

“Nak,...., Ayah dan Bunda tidak minta apa-apa padamu. Kalian bahagia dan baik ibadahnya, kami sudah senang.” Begitulah nurani kebanyakan orangtua. Tiada pamrih apa pun pada masa depan buah hatinya. Harapannya dalam mengasuh adalah yang terbaik dunia akhirat untuk anak, tapi apakah kebaikan tersebut menjelma menjadi sosok anak-anak yang sesuai harapan?

Anak Tak Sesuai Harapan

Entah termasuk bagian dari tanda-tanda akhir zaman atau tidak, tapi kita bisa melihat betapa banyak anak yang sudah akil baligh, semakin dewasa bukannya meringankan orangtua, malah menjadi beban berkepanjangan.Sepertinya bukan hal yang sulit menemukan remaja kini yang tidak hormat dan mudah memerintah orangtua, bermental rapuh dan kekanak-kanakan, berperilaku keras, pemarah, bahkan ketika sudah menikah masih butuhbantuan orangtua. Padahal, orangtua akan semakin menua. Kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan anak tak lagi sekuat dulu. 

Keikhlasan orangtua dalam memberikan apa pun yang anak butuhkan, bukan saja akan memperburuk kualitas kepribadian anak, tapi juga bisa menjadi bumerang bagi orangtua. Mengasuh dengan ikhlas bukan berarti memanjakan atau membebaskan anak berbuat semuanya, memaklumi dan selalu membela perilaku menyimpangnya, atau ketika dewasa anak boleh memilih jalan hidup sesukanya. Karena nanti kita akan ditanya,sudah sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya-kah kita memperlakukan amanah-Nya ini? 

Awalnya, Mengabaikan Shalat

Konsultan keluarga samara, Dr H Ade Purnama, MA, mengindikasikan bahwa fenomena anak-anak yang rapuh ini sebetulnya bermula dari kesalahan orangtua dalam mengemban amanah atau mendidik. Dalam ajaran Islam, anak-anak sudah diperintahkan  untuk shalat sejak usia 7 tahun. Itu artinya, sebelum 7 tahun dia sudah diajari tentang shalat. “Jika usia 5-6 tahun anak belajar shalat, masuk usia 7 tahun dia sudah bisa diajak shalat, ke masjid sudah tidak harus disuruh. Jadi tahapannya, usia 5-6 tahun diajari, 7 tahun disuruh, 8-9 tahunsosialisasi, 10 tahun sudah wajib shalat,” jelas Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Jakarta Utara ini. 

Shalat, imbuh Ade, adalah pendidikan dasar sejak awal. Ini menunjukkan pendidikan tentang mental spiritual. Jauh sebelum anak diajari tentang ilmu pengetahuan dalam pengertian sains, ternyata mental spiritual itu sudah ditanamkan sebelum 7 tahun. Jika ini dipraktikkan, tidak akan ada generasi yang rapuh mentalnya. Tidak akan ada anak-anak yang secara usia sudah besar, tapi secara mental kekanak-kanakan. Kenapa? “Karena pendidikan shalat sebagai cermin pendidikan spiritual itu sudah tertanam bahkan sebelum 7 tahun. Usia 10 tahun dia sudah dewasa secara ruhiyah. Kalau sudah dewasa secara ruhiyah, berikutnya tinggal diajari hal-hal yang berkaitan dengan aqliyah, pengetahuan ilmiah,” tegasnya. Itulah jawaban mengapa banyak anak rapuh secara mental.

Islam menjadikan shalat sebagai barometer pendidikan mental seseorang. Tidak aneh ketika Umar ra ingin mengangkat seorang gubernur, beliau akan selalu menanyakan bagaimana shalat berjamaahnya si Fulan. Jika bagus, barulah dilantik. Ketika sahabat bertanya apa hubungan antara shalat dan jabatan gubernur? Beliau menjelaskan, “Shalat itu amanah Allah, kalau amanah Allah dia jaga, amanah manusia akan dia jaga. Kalau amanah Allah sudah diabaikan, apalagi amanah yang lain. 

Secara fitrah, manusia harus memenuhi tiga aspek kebutuhan dasarnya, yaitu ruhiyah, jasadiyah, dan aqliyah. Jika kebutuhan jasadiyah terpenuhi dengan sandang-pangan-papan, dan aqliyah terpenuhi dengan pendidikan formal dan nonformal, maka ruhiyah hanya bisa dipenuhi dengan ibadah dan dzikrullah. Inilah yang berperan dalam pengendalian diri seseorang sehingga melahirkan kematangan jiwa dan kedewasaan, walaupun ia tidak berpendidikan tinggi. 

Ketika Anak Mengecewakan

Penelitian membuktikan bahwa kerusakan perilaku yang terjadi pada anak, banyak disebabkan oleh tidak harmonisnya hubungan orangtua dan anak. Jika di satu sisi banyak orangtua yang permisif pada anak, di sisi lain banyak pula orangtua yang otoriter, kurang bisa mendengarkan aspirasi dan memaafkan kesalahan anak. Orangtua mudah emosi dan menyalahkan anak ketika ada hal yang tidak sesuai dengan kehendaknya. 

Emosi yang kerap menghiasi pola asuh kepada anak, menurut Ade, menunjukkan belum ada kesadaran dan keikhlasan di hati orangtua dalam melaksanakan perintah Allah itu. Manusia mana pun tak pernah lepas dari salah, apalagi seorang anak. Maka ketika mendapati kesalahan dari seorang anak, orangtua selayaknya selalu melapangkan dada untuk memberi maaf. Sikap keras dan kasar malah akan menjadikan anak menjadi lebih kasar seperti yang ia lihat dari orangtuanya. 

Tapi, tambah Ade, kita harus membedakan antara memaafkan dengan tidak membiarkan kesalahan. Ketika anak melakukan kesalahan, jelas harus dimaafkan. Tidak harus selalu dihukum, tapi tunjukkan kesalahannya. “Orangtua yang lebih banyak memaafkan anak dan meluruskan kesalahannya lebih baik daripada yang banyak menghukum tapi tidak pernah mengingatkan kesalahan,” jelas dosen di beberapa kampus ini.

Lalu sampai kapan orangtua wajib mengingatkan dan mengarahkan anaknya? “Sampai menikahkan anaknya, orangtua tidak wajib lagi mendidik anaknya, baik laki-laki maupun perempuan. Ketika seorang anak lelakimenikah, dia jadi pemimpin; ketika anak perempuan menikah, dia dipimpin oleh suaminya.”

Namun tentu saja nasihat dan arahan orangtua sampai kapan pun tetap penting bagi hidup seorang anak. Hanya posisinya, ketika si anak sudah menikah, nasihat orangtua lebih kepada nasihat seorang Muslim kepada saudaranya. 

Karenanya, jangan tinggalkan anak yang lemah di belakang kita. Asah kemampuan mengemban amanah Allah semaksimal mungkin agar anak betul-betul bisa menjadi investasi masa depan orangtuanya.
Jihan DayCare Rumah Penitipan Anak Usia 4bln-6thn, Jl Arya Putra No.34 Kedaung, Pamulang - TangSel 15415, CP: Bunda Yayat, Mobile: +628-235-235-3646. Penitipan anak jakarta, Bandung, tangerang, tangerang selatan, pamulang, bintaro, pondok cabe, pesawat, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, bisnis, hipmi, ukm, umkm, bank, mandiri, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, Ahok, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, TDA, Tangan Di Atas, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Telkom, Telkomsel, Simpati, Presiden, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646
#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib #HappyNewYear #MenjadiYangTerbaik #KeretaCepat #Indonesia

Anak Cerdas Secara Intelektual

Ayah-Bunda serta anak-anakku tercinta, salah satu doa yang senantiasa dipanjatkan orang tua untuk anak-anaknya adalah agar mereka menjadi sosok yang cerdas, terdidik dan memiliki pengetahuan.  Seribu macam cara dilakukan untuk itu.  Salah satunya berburu sekolah yang menurut anggapan orang tua adalah yang terbaik untuk anaknya dan mampu menjadi wadah untuk mengasah minat dan bakatnya, agar mereka tumbuh berkembang menjadi insan yang diharapkan.  Mendidik anak agar cerdas merupakan tanggung jawab orang tua yang tak kalah penting.

Pendidikan Intelektual menurut Dr. Abdullah Nashih Ulwan mengacu kepada pembentukan dan pembinaan berpikir anak dengan segala sesuatu yang bermanfaat, ilmu pengetahuan, hukum, peradaban ilmiah dan modernisme serta kesadaran berpikir dan berbudaya.  Inti dari tanggung jawab ini adalah ilmu, rasio (logika) dan peradaban anak benar-benar terbina.

Ada 3 permasalahan pokok dalam pendidikan intelektual tersebut yakni:

1.Kewajiban mengajar

Islam mewajibkan para orang tua untuk mengajar anak-anak, menumbuhkan sikap mengembangkan ilmu dan budaya, serta memusatkan seluruh pikiran untuk mencapai pemahaman yang mendalam, pengetahuan yang mendasar dan pengenalan yang benar.

Nyatalah sudah bahwa orang tua dan keluarga adalah madrasah atau sekolah utama buat anak-anak mereka.  Fenomena yang kerap keliru adalah ketika para orang tua merasa bahwa tugas mengajarkan anak adalah tugas sekolah secara formal.  Mereka disibukkan dengan mencari uang sebanyak-banyaknya dalam rangka menyekolahkan anaknya meski mahal sekalipun.  Seolah beralih peran bahwa tugas mengajar itu sudah diambil alih oleh para guru di sekolah formal.  Padahal tidak, sekolah hanya bersifat membantu dan mengembangkan, namun peran mendidik tetap di tangan orang tua.

Di sini lah sangat dibutuhkan orang tua dengan segala ilmu yang dimilikinya mampu menemani dan mengantar anak-anaknya menjadi sosok-sosok pintar melebihi diri mereka.  Tak ada istilah sia-sia ijazah yang dimiliki seorang ibu yang kebetulan tidak bekerja di ruang publik, karena ilmu yang ia miliki pasti bermanfaat buat pendidikan anak-anaknya di rumah. Beneran lho Ummi!

2.Penyadaran Berpikir

Yang dimaksud penyadaran berpikir adalah mengikatkan anak dengan Al Islam, Al Quran, Sejarah Islam, kebudayaan Islam dan gerakan da’wah Islam.  Sejak anak mulai sadar dan mengerti hendaknya para orang tua memperkenalkan anak kepada hakikat-hakikat berikut: 
a) Islam itu abadi, sesuai sepanjang masa karena universalitas dan kontinuitas menjadi kelebihan Islam, 
b) Nenek moyang kita berjaya karena berpegang teguh pada islam dan aturan Al Qur’an,
c) Adanya rencana-rencana musuh Islam yang ingin memadamkan ruh islam di muka bumi seperti zionisme, kolonialisme dsb. 
d) menjelaskan tentang budaya islami sebagai sumber kekayaan budaya di dunia, 
e) anak harus disadarkan bahwa Islam yang benar adalah seperti yang diajarkan Rasulullah SAW dan senantiasa menjadikan beliau teladan umat.

Nah .... berarti nggak mudah ya untuk menjadikan anak-anak kita memiliki kesadaran berpikir seperti di atas kalau kita sendiri sebagai ortu tak memiliki pemahaman juga wawasan materi yang cukup untuk mengenalkan hal demikian kepada anak. So sebelum mendorong anak demikian, mari kita asah pula wawasan kita dengan banyak menggali Islam melalui banyak cara dan tentunya mencari trik jitu bagaimana menyampaikan penyadaran tersebut kepada anak-anak kita.

3.Pemeliharaan Kesehatan Intelektual

Bagaimana cara kita sebagai orang tua bisa menjamin bahwa pemikiran anak-anak kita tetap sehat, ingatan mereka kuat, benak yang senantiasa jernih dan akal tetap matang?

Yang jelas tanggung jawab ini berpusat pada upaya menjauhkan mereka dari kerusakan-kerusakan terbesar yang tersebar di dalam masyarakat.

Para ahli kesehatan sepakat dan memperingatkan bahwa kerusakan-kerusakan  yang dapat mempengaruhi akal dan ingatan adalah minuman keras, kebiasaan onani,  merokok dan pornografi.

Dr. Alex Carel dalam bukunya yang berjudul “Manusialah yang Dibodohkan” mengatakan, “jika insting seksual manusia bergerak, kelenjar-kelenjarnya memisahkan satu macam benda yang meresap ke dalam otaknya melalui darah lalu memabukkannya, maka ia tidak akan mampu lagi untuk berpikir jernih”.

Ya Allah jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mentaati Allah dan Rasul-Nya,  termasuk orang-orang yang berwajah putih pada hari hisab nanti, dan termasuk orang-orang yang melaksanakan tanggung jawabnya terhadap anak-anak dan keluarga dengan baik.  Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik yang Diharapkan dan semulia-mulia yang Diminta. Aamiin.

Jihan DayCare Rumah Penitipan Anak Usia 4bln-6thn, Jl Arya Putra No.34 Kedaung, Pamulang - TangSel 15415, CP: Bunda Yayat, Mobile: +628-235-235-3646. Penitipan anak jakarta, Bandung, tangerang, tangerang selatan, pamulang, bintaro, pondok cabe, pesawat, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, bisnis, hipmi, ukm, umkm, bank, mandiri, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, Ahok, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, TDA, Tangan Di Atas, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Telkom, Telkomsel, Simpati, Presiden, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646
#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib #HappyNewYear #MenjadiYangTerbaik #KeretaCepat #Indonesia

Pendidikan Akhlaq Mulia

Ayah-Bunda & Anak-anakku tercinta, alangkah senangnya jika menyaksikan putra-putri kita tumbuh dengan akhlak manis ya.  Biasanya tabiat keren yang umum diharapkan kita dan menjadi generasi unggul adalah jujur, disiplin, suka menolong, peduli dan empati, serta bersikap hormat kepada yang lebih tua, menyayangi saudara dan sesama. Ada yang menyebut matinul khuluq atau akhlak yang kokoh.  Intinya kita berharap anak-anak kita adalah generasi pengganti yang lebih baik dengan kredibilitas baik pula.

Ini bukan perkara mudah seperti halnya membalik telapak tangan.  Ini persoalan kesabaran dalam berproses.  Akhlak anak adalah gabungan antara peran orang tua dan lingkungan.  Dr. Abdullah Nashih Ulwan dalam buku Pendidikan Anak dalam Islam menyatakan bahwa pendidikan akhlak berkaitan dengan pendidikan moral yakni pendidikan mengenai dasar-dasar moral dan keutamaan perangai.  Tabiat ini harus dijadikan kebiasaan anak sejak masa analisa hingga ia menjadi seorang mukallaf, pemuda yang mengarungi lautan kehidupan.

Menurut beliau para orang tua sebagai pendidik harus menghindarkan anak-anak dari 4 gejala perbuatan buruk yakni:

1.Gejala suka berbohong

Kebohongan dapat dikatakan sebagai perbuatan yang buruk karena Nabi SAW memandangnya sebagai penkhianatan yang besar.  Untuk itu Rasulullah memperingatkan para orang tua tidak berdusta di hadapan anak-anak meski hanya sebagai bujukan atau permainan.

2.Gejala suka mencuri

Untuk hal mencuri, para orang tua juga perlu memperhatikan secara teliti barang-barang atau uang yang dibawa oleh anak-anak mereka. Anak-anak di era digital sekarang ini mungkin saja mudah tergiur dengan barang-barang canggih seperti handpone dan gadget lainnya. Jangan sampai ketidakmampuan orang tua untuk membelikannya membuat mereka terpikir untuk menghalalkan segala cara  lewat mencuri.

3.Gejala suka mencela dan mencemooh

Adapun gejala mencela atau mencemooh merupakan gejala buruk ditengah masyarakat yang jauh dari Al Quran dan pendidikan Islam. Era sosial media di satu sisi bisa mencetuskan seorang anak atau remaja dengan mudah membully rekannya dengan maksud mempermalukannya. Menurut Ulwan, ada 2 faktor yang menimbulkan gejala buruk ini yakni teladan buruk dan pergaulan yang rusak.

“Orang mukmin itu bukanlah orang yang suka mencela, bukan orang yang suka melaknat, buan orang yang suka berkata keji dan bukan orang yang suka berkata kotor” (HR. At Tirmidzi)

4.Gejala kenakalan dan penyimpangan

Nah kalau gejala penyimpangan atau kenakalan biasanya diawali karena adanya taklid buta. Mereka telah kalah dalam mempertahankan diri, kepribadian dan kehendak. Karena ingin dipandang kemajuan mereka lebih mengekor gaya, penampilan maupun pergaulan yang bertentangan dengan Islam.

Untuk itu Dr. Abdullah Nashih Ulwan memberikan tips tentang metode yang benar dalam pendidikan akhlak yang lurus dan kepribadian islami kepada anak-anak:

1.Menjauhkan diri dari peniruan atau taklid buta

Hendaklah para orang tua ikut memperhatikan gaya hidup anak dan kalau bisa ikut melakukan seleksi terhadap apa yang patut diambil dari orang-orang asing dan apa pula yang harus ditinggalkan.  Dalam ini pendidik harus tegas namun tetap bertanggung jawab.

2.Larangan tenggelam dalam kesenangan

Maksud bersenang-senang adalah berlebihan dalam kesenangan (foya-foya), kelezatan dan selalu berada dalam kemewahan.  Memang kesenangan merupakan “ujian enak” bagi seseorang  namun tanpa disadari meninggalkan gejala malas, cengeng  , tidak berpendirian dan melahirkan berbagai penyakit.

Meski kaya, berilah anak uang saku sesuai usia dan kebutuhannya. Tidak memanjakan dengan fasilitas berlebihan yang justru berpotensi menjerumuskannya.

3.Larangan Mendengarkan musik/lagu erotis maupun tontonan berbau porno

Lagu erotis kerap membuat anak-anak membayangkan atau menvisualisasikan dan hal ini mempunyai pengaruh terhadap akhlak.

4.Larangan anak laki-laki menyerupai wanita dan sebaliknya.

5.Larangan bersolek dan bercampur baur serta memandang hal-hal yang diharamkan

Itulah dasar-dasar paedagogis yang telah diletakkan oleh Islam untuk menjaga keselamatan akhlak anak.  Para orang tua selaku pendidik perlu kiranya memperhatikannya agar anak-anak bisa tumbuh pada keutamaan-keutamaan moral, kepribadian mulia, adab social dan menjadi impian masyarakat. 

Di dalam buku yang berjudul Ledakan Seksual, George Balusyi mengatakan, “ pada tahun 1962, Kennedy menyatakan bahwa masa depan Amerika berada dalam bahaya. Sebab para pemudanya telah luntur dan tenggelam dalam hawa nafsu, sehingga mereka tidak mampu memikul tanggung jawab yang dipikulkan di atas pundaknya.  Sebab lain karena di antara 7 pemuda yang tampil untuk menjadi tentara, terdapat enam pemuda yang tidak diterima.  Penyebabnya karena hawa nafsu yang mereka turuti telah merusak keseimbangan jasmani dan ruhani mereka”.

Hendaklah kita para orang tua selalu mengingat Allah di dalam mendidik anak-anak. Kerjakanlah kewajiban kita, kerahkanlah seluruh kemampuan dan pikullah tanggung jawab yang dibebankan pada kita.
Jihan DayCare Rumah Penitipan Anak Usia 4bln-6thn, Jl Arya Putra No.34 Kedaung, Pamulang - TangSel 15415, CP: Bunda Yayat, Mobile: +628-235-235-3646. Penitipan anak jakarta, Bandung, tangerang, tangerang selatan, pamulang, bintaro, pondok cabe, pesawat, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, bisnis, hipmi, ukm, umkm, bank, mandiri, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, Ahok, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, TDA, Tangan Di Atas, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Telkom, Telkomsel, Simpati, Presiden, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646
#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib #HappyNewYear #MenjadiYangTerbaik #KeretaCepat #Indonesia

Rabu, 08 Juni 2016

Mengajarkan Anak Untuk Mengalah

Ada kalanya, anak perlu mengalah. “Dengan mengalah, anak akan belajar berbagi, memahami perasaan orang lain, serta melihat situasi sosial sehingga bisa mengembangkan kemampuan sosialemosionalnya,” kata Rayi Tanjung Sari, M.Psi, psikolog anak. Dan, proses belajar mengalah ini menjadi bagian dari tahapan perkembangan sosial-emosional. Biasanya, hal ini mulai muncul ketika anak berusia sekitar 3 - 4 tahun, ketika ia sudah lebih baik memahami perasaan orang lain dan mulai belajar berempati. Dan, sikap mengalah ini memiliki sisi plus dan minus. Plusnya? anak belajar memahami orang lain atau situasi sosial yang ada di sekitarnya. Menurut Rayi, “Ini menunjukkan perkembangan emosi yang baik pada anak karena ia bisa mengontrol keinginannya. Tapi, kalau anak terus-menerus mengalah atau selalu diminta mengalah, hal ini bisa memengaruhi kepercayaan dirinya. Ia akan kurang memiliki sikap kompetitif dan kurang mampu berinisiatif karena biasanya mengikuti perintah/keinginan teman atau orang tua.” Bagaimana jika anak tidak mau mengalah? Ia tidak akan belajar berbagi/sharing. Juga, anak tidak akan belajar mengendalikan keinginannya pada situasi sosial tertentu.

Anak pun tumbuh menjadi anak yang egois karena keinginnya selalu dituruti. Di sisi lain, Rayi menambahkan, tanpa disadari, orang tua sering meminta kakak untuk mengalah pada adiknya. Jadi, Anda perlu mengajarkan kapan kakak perlu mengalah atau kapan tidak perlu. Karena, kalau kakak terus menerus diminta mengalah pada adik, lama-lama akan timbul rasa cemburu pada adik.  Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan saat mengajarkan mengalah pada anak:

1. Saat berada di situasi yang mengharuskan mengalah, ajaklah anak untuk memahami situasi tersebut. Misalnya, saat bertengkar berebut mainan dengan adik, berikan pengertian pada kakak alasan ia perlu mengalah pada adik.

2. Lakukan role play dengan anak mengenai berbagai situasi di mana ia perlu mengalah.

3. Jangan memaksa anak untuk mengalah. Lihat kembali situasi yang yang dialaminya.

4. Tetaplah bersikap netral. Misalnya, ketika anak bertengkar saat bermain bersama teman, sebaiknya Anda tidak langsung membelanya atau mengambil keputusan, tetapi ajak mereka berdiskusi dan mencari solusi bersama.

5. Berikan apresiasi pada anak ketika sudah mengalah pada situasi yang tepat, seperti pelukan, ciuman, pujian.

Jihan DayCare Rumah Penitipan Anak Usia 4bln-6thn, Jl Arya Putra No.34 Kedaung, Pamulang - TangSel 15415, CP: Bunda Yayat, Mobile: +628-235-235-3646. Penitipan anak jakarta, Bandung, tangerang, tangerang selatan, pamulang, bintaro, pondok cabe, pesawat, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, bisnis, hipmi, ukm, umkm, bank, mandiri, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, Ahok, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, TDA, Tangan Di Atas, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Telkom, Telkomsel, Simpati, Presiden, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646
#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib #HappyNewYear #MenjadiYangTerbaik #KeretaCepat #Indonesia

Our Blog

2015 Start
Sejak 2015 Jihan DayCare telah dan akan terus mengabdi kepada Keluarga Indonesia
250 Family
Lebih dari 250 Keluarga Indonesia telah merasakan jasa dan layanan Jihan DayCare dengan penuh suka cita
500 Customers
Totally more than 500 Babby, Toddler and Childs treats as our happy clients

Contact

Talk to us

Untuk Informasi Lebih Lengkap, dapat menghubungi kami pada setiap hari kerja.

Address:

Jl Arya Putra No 34 RT 009/010 Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten 15414

Work Time:

Monday - Friday from 7am to 5pm

Phone/WA Messenger:

+628 235 235 3646

Diberdayakan oleh Blogger.

Ceria Sepanjang Hari

Ceria Sepanjang Hari

Hari Kartini

Hari Kartini

Main Lagi

Main Lagi

Ayo Bermain

Ayo Bermain

Kegiatanku

Kegiatanku

Sekolahku

Sekolahku

Translate

Blogroll

About

Jihan DayCare
; Rumah Penitipan Dan Pendidikan Anak Usia 4 bulan sampai 6 Tahun