Daily Baby and Todler DayCare

Rumah Penitipan dan Pengasuhan Anak Terpercaya di Ciputat, Tangerang Selatan.

Find Out More

Our Services

DayCare

Tempat Penitipan dan Pengasuhan Anak Terpercaya di Ciputat Tangerang Selatan.

Read More

PAUD Khairani

Kelompok Bermain, Pendidikan Anak Usia Dini.

Read More

Child Development

Stimulation Program suach as Phisical, linguistics Skill, Moral, Cognitive and Sicial Development.

Read More

Care and Treatment Program

Bath Training, Toilet training, Meals, Drink Milk, Monitoring Weight and Height (monthly).

Read More

KEGIATAN

Kamis, 10 Desember 2015

Agar Anak Berani Sekolah

Pada hari pertama masuk sekolah dialami sebagian anak sebagai hari yang tidak menyenangkan. Ketika sampai di sekolah anak malah ngambek atau nangis tidak mau ditinggal. Hal ini tentunya harus dapat diatasi oleh orangtua karena jika dibiarkan terlalu lama, anak akan jadi manja dan tidak mandiri. Akan tetapi, perhatikan dulu aturan mainnya sebelum anak dilepas sendiri.

Orangtua harus menjelaskan kepada anak sejak usia dini mengenai kewajiban anak untuk menuntut ilmu dan tujuan utama kenapa anak harus bersekolah. Anak diajak ngobrol mengenai cita-cita anak apapun itu yang hanya bisa dicapai lewat sekolah. Psikologi anak yang takut dengan sekolah ini tidak hanya dialami oleh anak-anak yang baru masuk sekolah taman kanak-kanak, akan tetapi dapat juga dialami setiap anak hingga berusia 14-15 tahun, ketika anak mulai masuk di sekolah yang baru atau saat menghadapi lingkungan baru.

Umumnya, anak kelas 1-2 SD memang masih diantar-jemput oleh orangtua atau pengasuhnya. Untuk anak usia 6-7 tahun tentunya jauh lebih baik bila tetap diantar-jemput. Atau paling tidak diikutkan di mobil antar-jemput sekolah. Namun, ada juga psikologi anak yang sudah punya keinginan pergi dan pulang sekolah sendiri bersama teman-temannya naik angkutan umum. Biasanya dimulai di kelas 4.
Yang jadi pertanyaan, sebenarnya di usia berapa sih anak bisa dilepas pergi dan pulang sekolah sendiri? Jawabannya tidak ada tolok ukur yang baku mengenai hal ini. Semuanya kembali pada kesiapan masing-masing psikologi anak. Persoalannya, meski umurnya sama, kemampuan dan tingkat kematangan masing-masing anak bisa saja berbeda. Begitu pula tingkat kemandiriannya, yang tentunya tidak bisa disamaratakan begitu saja. Jadi bila anak meminta untuk berangkat dan pulang sekolah sendiri, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan. Orangtua juga dapat menilai aspek kemandirian dan kematangan berpikir anak.

Secara umum, psikologi anak kelas 3 SD ke atas memang sudah memiliki kemampuan geografis. Anak mampu berpikir alternatif dengan kemampuan verbal yang jauh lebih maju. Bahkan keberanian dan kemandiriannya jauh lebih baik ketimbang anak kelas 1-2 SD. Namun sekali lagi, kemampuan ini tidak bisa dipukul rata. Boleh jadi, ada anak kelas 4 SD yang kemandirian dan keberaniannya masih setingkat adik nya yang duduk di kelas 2 SD. Begitu juga dengan kemampuan berpikir alternatifnya dalam mengatasi masalah bila ia berada di area publik.

Tak ada salahnya jika anak dilepas pergi dan pulang sekolah sendiri tanpa harus diantar, jika memang orangtua merasa yakin dengan kesiapan psikologi anak. Apalagi bila anak juga merasa yakin bisa berangkat sendiri. Orangtua yang paling tahu kelebihan dan kekurangan pada anak, seperti apa kondisi anak, benarkah anak mampu pergi ke sekolah sendirian atau tidak. Jika masih belum yakin benar, terutama terhadap anak yang masih duduk di kelas 1-2 SD, sebaiknya tunda saja dulu. Ikutkan saja di mobil antar-jemput. Paling tidak anak mulai belajar untuk tidak selalu ditemani oleh orangtua atau pengasuh.

Untuk Psikologi anak kelas 3 SD boleh dicoba belajar pergi dan pulang sekolah sendiri. Awalnya mungkin sebagian orangtua belum yakin. Namun jika jarak sekolah relatif dekat atau lokasinya satu kompleks dengan rumah, anak bisa pergi ke sekolah sendiri dengan berjalan kaki atau naik sepeda. Awalnya tetap didampingi saat berangkat ke sekolah namun dalam posisi yang tidak terlalu dekat. Biarkan anak berjalan lebih depan. Amati bagaimana caranya berjalan, apakah tertib atau malah seenaknya sendiri alias tidak mengacuhkan aturan keselamatan di jalan.

Semakin hari jaraknya semakin diperlebar dengan melakukan perpisahan saat berangkat dan pertemuan saat pulang di tikungan terakhir dekat sekolah, lalu mundur makin menjauh sampai akhirnya orangtua yakin dengan psikologi anak tidak perlu diantar-jemput lagi. Sebaiknya memang, anak tidak sendirian tetapi punya teman seperjalanan untuk saling menjaga.

Pastikan saja anak benar-benar hafal lokasi sekolah dan apa saja yang bisa dijadikan patokan sejak berangkat dari rumah. Begitu juga sebaliknya. Apakah itu jalan lurus kemudian segera berbelok ke kiri setelah di persimpangan, dan seterusnya. Yang sering dikhawatirkan, anak belum hafal betul letak geografis rumah dan sekolahnya hingga besar kemungkinan ia akan tersesat.

Bila memutuskan ikut jemputan, seleksi dulu ketika memilih mobil antar-jemput. Pastikan identitas pengemudi dan sikapnya saat mengemudi. Pilih yang bertanggung jawab, terlatih, pelayanannya baik dan terpercaya. Tentu saja perhatikan pula kendaraannya, apakah cukup nyaman bagi anak serta masih layak jalan atau tidak.

Yang tidak kalah penting, jalin komunikasi dengan pihak sekolah. Sampaikan kepada wali kelas, bahwa psikologi anak sedang mencoba pergi dan pulang sekolah sendiri. Dengan harapan pihak sekolah juga dapat memberikan perhatian tambahan, seperti mengantarkan anak sampai naik mobil antar-jemput atau sebatas membantu menyeberangkan jalan. Atau bila anak terlambat tiba di sekolah atau terjadi sesuatu hal yang di luar dugaan dapat menginformasikannya segera kepada orangtua.
Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib

Anak Inggin Ditunggui Di Sekolah

Anak yang menolak di tinggal di sekolah, juga kerap berteriak dan menangis. Intinya, mereka tidak ingin ditinggal sendirian di ruang kelas. Ulah yang kerap dipertontonkan pada hari-hari awal bersekolah inipun kerap membuat para orangtua pusing menghadapinya.

Masih Normal

Pertama-tama,  yang perlu Anda pahami  adalah perilaku ini  masih termasuk normal. Anak yang merasa dekat orangtuanya (TIDAK  rutin dititipkan pada pusat pengasuhan anak di unit keagamaan, tempat penitipan anak/daycare, penitipan anak di kantor/pusat perbelanjaan, Red.), tentu tidak akan senang ketika tiba-tiba ditinggalkan di prasekolah.  Kebanyakan anak usia 4 tahun merasa tak nyaman ketika harus menemui kondisi tersebut.

Berikut beberapa saran dari Dr.Bob, salah satu psikolog di Askdrsears.com,  menghadapi kesulitan memperkenalkan anak pada Prasekolah :

Saat hari pertama anak sekolah, usahakan orangtua (istri maupun suami) untuk mendampingi anak di sekolah.  Ini akan membuat kesan orangtua mampu terlibat dengan prasekolah. Setelah beberapa bulan, cobalah tinggalkan dia kendati beberapa kali anak akan menolaknya. Anak umumnya takut dirinya tidak akan nyaman di sana.  Anda tetap harus membuka telinga untuk mendengarkan cerita bersekolah anak.

Kemudian, anak-anak juga mampu merasakan permasalahan antara orangtua dan murid yang terjadi di lingkungan sekolah. Orangtua yang telah cukup terkoneksi dengan prasekolah akan dapat merasakannya. Jika Anda tak merasa senang dengan perkembangan anak di sekolah, mulailah pikirkan untuk mencari prasekolah yang lebih subyektif pada anak. Atau, prasekolah dengan kelas kecil sehingga anak mendapat cukup perhatian.

Ini akan mendorong anak lebih menyukai pengalaman dengan prasekolah dan merasa nyaman. Cobalah untuk menemaninya di lingkungan baru satu jam perhari selama dua hari, dan Anda akan melihat apakah semua berjalan dengan baik. Setelah yakin anak menyukainya, Anda dapat melepaskannya bersekolah di Prasekolah.

Pada beberapa pengalaman, anak-anak masih dapat merasa tak nyaman kendati telah kerap berganti prasekolah dan setahun merasakan bersekolah. Beberapa anak berusia 5 tahun bahkan masih kerap menangis  ketika harus berangkat prasekolah di awal pekan. Dan, merengek seolah merasa berat untuk berangkat sekolah.

Coba Cari Tahu

Batasi mencoba 3 jenis Taman Kanak-Kanak  untuk mengetahui mana yang lebih nyaman bagi anak. Biarkan anak memilihnya. Selanjutnya biarkan anak merasakan tinggal di sana selama sekitar 5 menit dan katakan Anda akan meninggalkannya di sana hingga pelajaran usai. Biarkan anak tahu ketika Anda berpamitan dan melambai padanya.  Ketika anak menangis sekitar 2 menitan, cobalah tetap berada diluar ruangan dan pastikan anak baik-baik saja.  

Terkadang, anak menolak Prasekolah karena Ia lebih menyukai kelas kecil. Ruangan yang tidak seberapa luas, anak didik yang terbatas, dan ruangan yang tertutup, bagi beberapa anak menawarkan keamanan dan kenyamanan. Beberapa hal lain juga dikaitkan dengan tenaga pengajar yang cukup perhatian serta sangat personal. Ini adalah hal-hal yang membuat anak mampu menerima Prasekolah dan penting diperhatikan para orangtua.

Jadi, cobalah beberapa prasekolah dan Guru. Lalu, beritahu anak berapa lama orangtua dapat tinggal di dalam kelas dan pukul berapa orangtua harus keluar dan menunggu anak diluar kelas.

Tetaplah bersabar dan dengarkan keluhan anak. Jika anak tetap menolak tinggal di Prasekolah, cobalah usahakan pindah Prasekolah lain. Tetaplah berusaha hingga anak merasa cocok dengan Prasekolahnya. Bila perlu, ijinkan anak-anak memilih prasekolah-nya.

Selalu sadari jika kondisi anak sulit bersekolah adalah hal yang normal. Seiring dengan kepercayaan yang dirasakan anak terhadap orangtua, anak akan merasa percaya diri menghadapi Guru dan Prasekolah.

dari berbagai sumber
Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib

Senin, 07 Desember 2015

Belajar Tidak Ngompol

Bunda, berikut beberapa tips agar anak tidak ngompol

Beberapa cara ini bisa mencegah anak mengompol:

1. Tidurlah di jam yang sama setiap harinya. Dengan begitu, Anda bisa melatihnya untuk buang air kecil di waktu yang sama pula setiap malamnya.

2. Batasi asupan cairan di malam hari.

3. Ajak anak untuk ke kamar mandi sebelum masuk ke kamar, meskipun ia tak ingin buang air kecil.4.    

4. Jadikan waktu menjelang tidur sebagai waktu yang menyenangkan, misal dengan membacakannya buku. 

Semoga bermanfaat.
Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib

Anak Masih Ngompol

Meski hal ini tidak menyenangkan untuk anak (dan Anda), mengompol adalah bagian dari perkembangan anak yang alami. Dan, ternyata, 20% dari anak usia 5 tahun dan 10% dari anak usia 6 tahun masih mengompol, menurut American Academy of Pediatrics. Dan, hal ini dialami anak-anak laki 2 kali lipat lebih banyak dibandingkan anak perempuan. Kenapa anak masih mengompol?

Mengompol bukan berarti anak terlalu malas untuk bangun dan pergi ke kamar mandi atau ia keras kepala atau kekanak-kanakan. Peneliti menemukan, faktor genetis memainkan peran yang cukup penting. Kalau kedua orang tua mengompol setelah usia 6 tahun, bisa dipastikan anaknya memiliki kemungkinan sebanyak 75% untuk mengalami hal yang sama. Jika hanya salah 1 orang tua yang mengompol, kemungkinan anak mengalami hal serupa menjadi 44%. Jadi, penyebab mengompol dalam hal ini sifatnya fisik, yang berarti anak tidak bisa mengendalikannya:


Ia mengalami keterlambatan dalam perkembangan. Ia terlambat berjalan, berbicara, dan bebas mengompol saat tidur malam. Dan, semuanya akan berhasil mengejar ketertinggalannya, kok.
Kadangkala ia tidur terlalu nyenyak sehingga tidak bisa bangun saat kebelet pipis.
Bisa jadi, kandung kemihnya kecil, sehingga gampang sekali penuh.
Berikut berbagai cara untuk membantu anak, yakni:
Batasi minumnya setelah makan malam, dan batasi konsumsi minuman yang mengandung kafein menjadi minimum sepanjang hari (kafein mengiritasi kandung kemih dan membuat ginjal menghasilkan lebih banyak cairan).
Tanamkan kebiasaan pipis segera sebelum tidur malam.
Katakan, tidak apa-apa, kok, bangun di malam hari untuk pipis. (Anda biarkan lampu kamar mandi nyala sepanjang malam)
Jangan memarahi, mempermalukan, atau memaksanya untuk tidur di tempat tidur yang basah. Hal ini akan berdampak buruk, yakni menyebabkan berbagai kecelakaan di siang hari dan menurunkan rasa percaya dirinya.

Bila anak tetap mengompol setelah berusia 6 tahun atau lebih, segera ke dokter. Umumnya, anak akan melalui masa ini. Jadi, beri dukungan dan jangan sekali-kali mengejeknya. Yakinkan dia kalau banyak juga anak yang mengalami hal serupa tapi tidak membicarakannya. Yang pasti, hal ini akan berlalu seiring dengan bertambahnya usia.
Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib

Minggu, 06 Desember 2015

Menghadapi Anak Menangis Di Sekolah

Anak Anda mulai menangis saat masuk ke preschool, tapi gurunya berkata ia baik-baik saja. Apa yang terjadi? Ini strategi atasi tangisan anak saat masuk sekolah.

Jika merasa ada keanehan pada perilaku anak, Anda harus berpikir terlebih dahulu tentang segala perubahan yang terjadi dan menimbulkan rasa cemas pada anak. 

Memiliki bayi baru, pindah ke rumah baru, ayahnya ke luar kota, atau segala kejadian  lain akan mengakibatkan anak Anda terguncang. Bahwa dunianya sama sekali tidak terduga. Hal tersebut merupakan perubahan yang sangat cepat. 

Selama saat-saat tersebut, anak akan menjadi lebih mudah ketakutan dan rewel, meskipun yang anak lakukan merupakan aktivitas  yang disukainya, bahkan ketika masuk ke sekolahnya. 

Ketika Anda mengetahui bahwa anak Anda masih merasa takut di sekolah, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah melanjutkan rutinitasnya. Anda harus mengajarkan anak  bagaimana rasanya berpisah dan segalanya ternyata masih sama. Hal ini dibutuhkan untuk membangun kemampuan amannya. Strategi ini dapat membantu anak Anda beradaptasi:

1. Katakan padanya “Mama tahu kok, kamu sedih untuk meninggalkan rumah dan mengucapkan selamat tinggal. Tapi tidak hanya kamu saja, Mama juga sedih.”

2. “Kamu nanti pasti senang di sana, nanti kamu bisa menggambar (ganti dengan kegiatan yang disukai anak Anda).”

3. “Setelah waktu snack, Mama akan ke sekolah dan kita bisa menyelesaikan puzzle yang kita mulai pagi ini.” (Penulis: Cheryl Pricilla Bensa/foto: dok. Feminagroup)
Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib

Menangis di Sekolah

Permasalahan yang paling umum dihadapi ibu-ibu adalah ketika mengantar sikecil sekolah menangis saat ditinggalkan, demikian juga hal nya dengan teman saya yang anak laki-laki nya usia 5 tahun sering sekali menangis di sekolah.

Anak-anak pada usia 2 - 7 tahun berada pada tahap perkembangan kognitif yang disebut tahap pra-operasional. Pada tahap ini, anak mulai mengembangkan kemampuannya untuk mengumpulkan data-data mengenai dunia di sekitarnya. Ia mulai belajar mengenal serta memahami identitas dan fungsi dari suatu benda. Rasa ingin tahunya sangat tinggi, namun kemampuan mereka untuk berpikir masih sebatas mengenal serta memahami hubungan dasar antara suatu benda dengan peristiwa atau kejadian tertentu. Pada tahap inilah kemampuan berpikir anak berada.

Memasuki usia 7 - 11 tahun, anak-anak baru bisa mengembangkan tahap berpikir yang disebut tahap operasional konkret. Pada tahap ini, mereka baru mulai belajar melakukan suatu pengoperasian secara konkret. Misalnya, mengetahui bahwa segelas air jika dituang ke dalam 2 gelas yang lebih kecil sebenarnya memiliki jumlah air yang sama banyaknya dengan air di gelas sebelumnya. Mereka mulai memahami berbagai suatu peristiwa, kejadian, atau benda dari berbagai sudut pandang. 

Berdasarkan teori perkembangan tersebut, sebenarnya usia wajib belajar sekolah dasar adalah 7 tahun. Namun, dengan pertimbangan tertentu, anak dengan usia sekitar 6 tahun ke atas sudah bisa masuk SD. Akan tetapi, usia si kecil belum genap 6 tahun. Di usianya ini, seharusnya ia masih lebih banyak bermain dibanding duduk diam dan mendengarkan guru dengan penuh konsentrasi di bangku sekolah.

Kemungkinan besar penyebab anak menangis adalah ia merasa tidak cukup percaya diri dengan kemampuan dirinya. Tentu saja, hal ini bukan salahnya. Kemampuan dirinya yang baru berusia 5 tahun jelas berbeda dengan kemampuan anak-anak lainnya yang berusia lebih besar darinya. Anak usia 5 tahun masih membutuhkan banyak gerak untuk bermain dan belajar, sedangkan anak-anak usia 6 - 7 tahun sudah bisa belajar dengan lebih diam dan disiplin. Tempo kerja mereka pun lebih cepat, koordinasi visual, dan motorik pun lebih cekatan. Inilah sebabnya mengapa sebaiknya anak tidak masuk sekolah dengan usia yang lebih cepat dibanding yang telah ditentukan.

Cara mengatasi rasa minder anak? Jangan menuntutnya berprestasi terlalu tinggi. Komunikasikan hal ini dengan pihak sekolah agar tuntutan akademik untuk si kecil tidak disamakan dengan tuntutan akademik anak lain. Jika ia tidak berhasil menyelesaikan tugasnya sesuai dengan batas waktu yang diberikan, jangan dimarahi, apalagi dihukum. Tetap berikan pujian atas pencapaian yang telah dilakukan dan doronglah untuk terus berusaha menjadi lebih baik setiap harinya. 

Di akhir jam pelajaran, guru bisa memberi kesempatan menyelesaikan tugasnya yang belum selesai. Anda pun juga  harus sangat sabar dalam mendampingi si buah hati saat belajar. Intinya, usahakan agar proses belajarnya tetap menyenangkan dan tidak menekan. Jangan sampai ia stres dan tertekan. Jika hal ini terjadi, bukan saja kepercayaan dirinya yang rusak, namun seluruh aspek sosial-emosionalnya terhambat.

Jika bisa bekerjasama dengan pihak sekolah melakukan berbagai hal ini, Anda tidak perlu membawanya ke psikolog. Namun, setelah mengusahakannya selama kurang lebih 3 bulan dan belum ada perkembangan yang berarti, ada baiknya Anda melakukan konseling lebih lanjut dengan psikolog. Psikolog akan melakukan observasi sejauhmana ketidaknyamanan buah hati terhadap proses dan kegiatan belajarnya, serta mencari tahu kemungkinan adanya hal-hal lain yang membuat dirinya menjadi cengeng di sekolah. Jika diperlukan, psikolog juga akan melakukan terapi untuk mengurangi stres yang dirasakannya saat ini.
Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib

Minggu, 29 November 2015

Memberi Contoh Posistif Pada Anak

Apa yang Anda lakukan akan dengan mudah ditiru oleh anak. Jadi, lakukan hal baik agar ditiru baik juga. Hal-hal ini bisa menjadi bekal bagi anak bila anak melihat Anda melakukannya :

1. Mengekspresikan kasih sayang

Di dunia ini banyak sekali permusuhan, konflik, sikap apatis dan ketidakpedulian terhadap orang lain. Anda memiliki kekuatan tersembunyi untuk menanamkan kepada anak tentang cinta dan rasa aman. Caranya cukup sederhana. Berikan ia pelukan, ciuman, atau kata-kata yang menenangkan. Anda mungkin sering mengatakan kepada anak ketika Anda tengah mengerjakan sesuatu: “Tunggu ya. Main sendiri dulu, Mama sedang sibuk.” Kalimat tersebut pelmembuat Mama kehilangan kesempatan untuk mencurahkan kasih sayang padanya. Pekerjaan bisa menunggu, namun anak-anak tidak. Mereka akan tumbuh besar dan mungkin tidak ada lagi kalimat ajakan bermain bersama yang akan keluar dari mulutnya. Yang perlu diingat, tak ada anak yang dirugikan oleh ibu yang melimpahinya dengan kasih sayang.

2. Melakukan Hobi

Ketika kecil, saya ingat ibu saya rajin mengumpulkan koran dan menggunting-gunting berita menjadi kliping. Bermacam-macam topik ia kelompokkan dengan rapi. Pengetahuannya pun luas. Dan saya kagum melihatnya melakukan itu. Tanpa sadar, saya menjadikan ibu saya panutan. Saya ingin jika besar nanti saya juga bisa membuat kliping dan memiliki pengetahuan akan berbagai hal. Menjadi seorang mama memang menyita energi dan waktu yang teramat besar. Terkadang sampai mengorbankan hobi yang selama ini Anda tekuni. Jangan! Jangan sampai mama meninggalkan hobi bermain piano, memasak, bernyanyi, melukis, menjahit, menari, dan sebagainya. Jika ingin anak tumbuh kreatif dan memiliki jiwa seni, maka mereka harus melihat bahwa Mama melakukan apa yang Anda sukai. Percayalah, Mama akan tampak seperti seorang bintang di mata anakl.

3. Menjadi ‘Cheerleader’

Bukan dengan rok mini dan pom-pom sambil meneriakkan yel-yel. Menjadi ‘cheerleader’ berarti menjadi penyemangat bagi anak kapan pun ia membutuhkan Anda. Mama adalah fans nomer satu anak. Di pertandingan futsal, pagelaran tari, kontes menyanyi, lomba mengeja, ketika anak melihat Anda duduk di baris depan sambil meneriakkan namanya, mungkin ia akan merasa malu. Namun sesungguhnya di dalam hati, ia sangat lega, gembira sekaligus yakin bahwa ia mendapat dukungan dari Mama.

4. Punya keberanian dalam membuat keputusan

Mama dianugerahi insting yang kuat ketika harus membuat keputusan berkaitan dengan keluarga. Anak perlu melihat saat Mama membuat keputusan yang sulit berdasarkan intuisi dan memperjuangkannya. Tak sreg saat anak  minta ijin menginap di rumah teman? Pastikan ia memahami alasan Anda mengatakan tidak berdasarkan insting, dan bukan karena ingin menjadi ibu yang kejam.

5. Mencintai tubuhnya

Perempuan memang selalu lebih sensitif bila disinggung mengenai bentuk tubuh bila dibandingkan dengan laki-laki. Para mama yang merasa minder dengan bentuk tubuh justru mengajari anak konsep yang salah bahwa tubuh haruslah sempurna. Ketika anak melihat ibunya sedang mengkritik tubuhnya di depan kaca atau mengatakan hal-hal negatif mengenai badannya, hal tersebut akan dingat terus oleh anak. Cintai tubuh Anda karena misalnya mampu mengangkat anak ketika bermain bersama di taman. Daripada sibuk mengatakan “Duh, lemaknya banyak banget nih” sembari mencubit perut, lebih baik peluk anak dengan erat. Kepercayaan diri Mama dan contoh yang diberikan akan mengajari anak untuk merasa nyaman dengan apa yang dimilikinya.

6. Berdoa untuk Anak

Anak-anak perlu tahu bahwa para mama memikirkan mereka setiap saat. Mama  tentang keamanan anak, berharap kesuksesan anak di masa depan, dan berjuang untuk kebahagiaannya. Tak ada salahnya membiarkan anak melihat Mama mendoakannya, dan biarkan mereka mendengar harapan-harapan Mama untuknya. Mengungkapkan isi hati akan membantu mereka melihat sekilas betapa cinta Anda untuknya tak berbatas.

7. Biarkan apa adanya

Mama memiliki segudang pekerjaan yang harus diselesaikan. Selalu ada yang harus dibersihkan, sesuatu yang diperbaiki, dan tugas yang dibereskan. Namun terkadang, Mama seperti terjebak dalam pekerjaan menjadi seorang ibu dan lupa bahwa seharusnya Anda menjalaninya dengan perasaan senang. Anak-anak juga butuh melihat mama tertawa, bersenang-senang, dan membiarkan segala sesuatu berjalan apa adanya. Pekerjaan rumah bisa menunggu, namun kesempatan untuk bermain rumah-rumahan dengan anak cepat berlalu. Mengajak anak bermain bukan hanya tugas papa saja.
Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib

Our Blog

2015 Start
Sejak 2015 Jihan DayCare telah dan akan terus mengabdi kepada Keluarga Indonesia
250 Family
Lebih dari 250 Keluarga Indonesia telah merasakan jasa dan layanan Jihan DayCare dengan penuh suka cita
500 Customers
Totally more than 500 Babby, Toddler and Childs treats as our happy clients

Contact

Talk to us

Untuk Informasi Lebih Lengkap, dapat menghubungi kami pada setiap hari kerja.

Address:

Jl Arya Putra No 34 RT 009/010 Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten 15414

Work Time:

Monday - Friday from 7am to 5pm

Phone/WA Messenger:

+628 235 235 3646

Diberdayakan oleh Blogger.

Ceria Sepanjang Hari

Ceria Sepanjang Hari

Hari Kartini

Hari Kartini

Main Lagi

Main Lagi

Ayo Bermain

Ayo Bermain

Kegiatanku

Kegiatanku

Sekolahku

Sekolahku

Translate

Blogroll

About

Jihan DayCare
; Rumah Penitipan Dan Pendidikan Anak Usia 4 bulan sampai 6 Tahun