Daily Baby and Todler DayCare

Rumah Penitipan dan Pengasuhan Anak Terpercaya di Ciputat, Tangerang Selatan.

Find Out More

Our Services

DayCare

Tempat Penitipan dan Pengasuhan Anak Terpercaya di Ciputat Tangerang Selatan.

Read More

PAUD Khairani

Kelompok Bermain, Pendidikan Anak Usia Dini.

Read More

Child Development

Stimulation Program suach as Phisical, linguistics Skill, Moral, Cognitive and Sicial Development.

Read More

Care and Treatment Program

Bath Training, Toilet training, Meals, Drink Milk, Monitoring Weight and Height (monthly).

Read More

KEGIATAN

Sabtu, 21 November 2015

Kenali Anak Suka Mengadu

Mengapa anak Anda suka mengadu? Banyak hal bisa menjadi jawabannya. 

Kalau pada orang dewasa, suka mengadu memang bisa dianggap sebagai tindakan negatif;  karena tindakan ini umumnya didasarkan pada kepentingan atau keuntungan pribadi si pengadu. Namun, tidak demikian halnya bagi anak-anak usia SD. Banyak hal positif bisa didapat anak dari tindakannya ini. Ya, mengadu memang bisa mengembangkan banyak hal yang berhubungan dengan kemampuan moral, emosional, dan sosial anak.  

Anak-anak sejak usia batita (bawah 3 tahun) sampai usia SD mulai memahami tentang hal-hal buruk dan baik, serta sangat ingin menegakkan aturan-aturan yang berlaku. “Bu Guru, tadi Edo gangguin Tiara sampai hampir menangis,” ujar seorang anak kelas 1 SD pada gurunya. Anda mungkin kerap mendengar aduan-aduan seperti ini. Tetapi, anak mengadu tidak untuk kepentingan dirinya semata. Ia lebih bertujuan untuk menegakkan peraturan yang ada.

Sementara, dari sisi Anda, sebagai orang tua; Anda bisa memanfaatkan hal ini untuk mengajarkan atau melatih anak untuk menyelesaikan masalah dengan baik, berkomunikasi, ataupun  mengungkapkan pendapat. Jadi, Anda perlu menyikapi tindakan anak yang satu ini dengan bijak dan tidak perlu terlalu mencemaskannya.

Anda baru perlu cemas dan waspada jika mengamati bahwa anak terus-menerus mengadu karena ingin mendapat perhatian  Anda. Umumnya, ini terjadi pada anak-anak batita atau di antara kakak-beradik yang usianya tidak jauh berbeda. “Mama, aku jatuh”. Pernahkah Anda mendengar batita mengadu pada mamanya seperti ini? Atau, “Ma, Dik Firzi tuh cuma makan daging ayamnya, tapi enggak makan nasi dan sayur bayamnya,” adu si kakak. Dalam kondisi ini, dengan mengadu, si kakak merasa lebih unggul dari adiknya.

Jadi, sekali lagi, Anda tidak perlu terlalu cemas. Coba amati apa dasar dari pengaduan anak Anda. Apakah ia mengadu karena ingin mendapat perhatian dari Anda atau gurunya? Ataukah, ia mengadu dalam proses menumbuhkan rasa percaya dirinya karena merasa lebih unggul dari adiknya? Jangan anggap sepele pengaduan anak, bahkan Anda perlu peka dan memahami maksud dari tindakannya ini. Selanjutnya, berilah respon yang sesuai kebutuhannya. Hanya dengan respon seperti ini, orang tua bisa menarik manfaat dari tindakan aduan anak.
Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib

Alasan Anak Suka Mengadu

Agar tidak salah kaprah, sebelum bereaksi, sebaiknya Mama mencerna dulu cerita anak dengan tenang. Mungkin karena keterbatasan cara berpikir dan berkomunikasinya, bisa saja apa yang disampaikan anak belum tentu seburuk yang Mama bayangkan. 

Menurut Susanne Denham ada beberapa alasan mengapa anak suka mengadu:

1. Mencari penguatan nilai. Sejak usia batita, anak mulai memiliki nilai moral. Ia bisa menilai dan membandingkan perilaku anak lain dengan dirinya. Seperti contoh Akila tadi yang selalu diajarkan untuk jujur, dia akan kesal melihat temannya berbuat curang dan tidak ditegur gurunya. Karena itu pengaduan ke mamanya sebenarnya untuk menguatkan nilai kejujuran yang selama ini diajarkan.

2. Meminta perhatian. Di masa sekolah, anak mulai belajar beradaptasi dengan lingkungan baru dan anak-anak sebayanya. Belum tentu ia mendapat perhatian sebesar di rumah. Mungkin juga ketika ada temannya yang mengganggunya, tidak ada yang membelanya. Karena itu ia mengadu kepada Mama untuk mendapatkan dukungan. 

Tentunya ia merasa senang jika Mama menanggapi aduannya dan mengikuti kemauannya. Hal ini masih terbilang wajar, karena mereka belum terbiasa untuk berbagi perhatian dengan anak lain. Hanya saja kalau ia tidak diberi pemahaman yang benar, ia akan terus menerus mengadu kepada Mama. Sehingga ia tidak belajar untuk menyelesaikan masalahnya sendiri dan cenderung tergantung pada Mama.

3. Kurang percaya diri. Mengadu pun bisa menjadi wujud persaingan antar-saudara atau antara anak dan teman-temannya. Umumnya orangt ua akan memberikan perhatian kepada anak yang berprestasi atau bertindak sesuai aturan. Sehingga kalau anak berbuat salah atau gagal meraih prestasi, ia pun akan mencari-cari cara untuk menutupi kekurangannya itu. “Nina bisa juara karena dia disayang Bu Guru” atau “Aku kan nggak ikut les jadi nilaiku nggak bagus”. Intinya, ia (lagi-lagi) ingin mendapat perhatian dan dukungan dari orangtuanya. 
Jadi kuncinya sebenarnya ada pada Mama. Bagaimana Mama bereaksi terhadap aduan anak akan menentukan perilakunya selanjutnya. Karena setiap anak pada dasarnya belajar dari apa yang ia lihat dan ia dengar dari lingkungannya. Untuk itulah, Mama harus menyikapi aduan anak dengan bijak.  

Tidak semua aduan perlu ditanggapi dengan tindakan. Terkadang anak hanya ingin Mama mau mendengarkan ceritanya atau memeluknya di saat mereka sedang sedih. Karena yang mereka butuhkan sebenarnya adalah rasa nyaman berada di samping Mama. 
Penitipan anak di Jombang, Penitipan anak di serua indah, Penitipan anak di Kedaung, Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib

Kamis, 19 November 2015

Solusi Anak Sulit Makan

Anak masih perlu untuk menerima asupan gizi. Sering kali anak-anak malas untuk makan apalagi ketika sedang sakit. Sehingga nafsu makan anak terkadang juga berkurang. 

Cara-cara sederhana yang perlu dilakukan agar nafsu makan anak Anda kembali bangkit dan tetap menjaga kesehatan buah hati Anda.

The American Academy of Pediatrics menyarankan untuk memberikan jadwal makan di jam yang sama secara teratur. Jangan sampai anak Anda melewatkan sarapan, makan siang, dan makan malamnya.

Racik Makanan Enak

Berikan makanan kesukaan si kecil agar termotivasi untuk makan. Anda perlu memodifikasi makanan kesukaannya dengan tambahan sayuran yang membantu menjaga kesehatannya.

Perhatikan Porsi

Ketika anak Anda tidak bernafsu untuk makan, tetaplah untuk memberikan makanan untuk si kecil dan berikan porsi yang lebih sedikit. Jangan paksakan porsi yang terlalu banyak untuknya. Berikan juga makanan selingan seperti snack ringan.

Hindari Minum

Selain susu dan air putih, sebaiknya jangan memberikan minuman yang manis. Apalagi minuman yang berkarbonasi atau kemasan yang dapat membuat si kecil merasa kenyang. Beri minum saat si kecil selesai makan agar tidak merasa kenyang sebelum makan.

Olahraga

Olahraga ringan secara teratur dapat membantu merangsang nafsu makan. Berenang, bersepeda, bermain basket, berlari, dan lainnya. Lakukan di pagi hari atau sore hari.

Semoga bermanfaat.

Penitipan anak di Jombang, Penitipan anak di serua indah, Penitipan anak di Kedaung, Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib

Anak Bodoh?

Pada hakikatnya tidak ada anak bodoh di dunia ini. Setiap anak pasti memiliki kepintaran masing-masing sesuai bakat dan kemampuan yang dimiliki.
Pendapat itu disampaikan pakar parenting yang juga dosen Pendidikan Guru Pendidikan Anak usia Dini (PAUD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hasto Daryanto, saat menjadi pembicara seminar parenting yang digelar SD Djamaatul Ichwan di Hotel Aston Solo.

Lebih lanjut Hasto memaparkan jika seseorang menilai anak dengan pandangan sempit, biasanya akan muncul stigma anak bodoh kepada seorang anak yang menurutnya tidak pintar di sekolah. Tapi jika seseorang menilai seorang anak dengan pandangan luas, sesungguhnya tidak ada anak yang bodoh. “Oleh karena itu pahami dan hargai kekuatan setiap anak,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Hasto, kemampuan seorang anak itu seluas samudera. Jika kemampuan anak dimaknai luas, anak akan menemukan eksistensinya. Ukuran kepandaian seorang anak seharusnya diukur dari tiga dimensi. Yaitu secara afektif, psikomotorik dan kognitif.

Sayangnya, banyak orang tua dan guru yang menilai kepintaran seorang anak secara kognitif. Seorang anak dikatakan pintar jika dia berprestasi secara akademis di sekolah. Padahal ketika seorang anak sudah mau datang ke sekolah dengan rajin, mau berpakaian sendiri, anak itu juga sudah pintar secara afektif.

Orang tua, lanjutnya, berkewajiban membangun konsep diri anak, menjelajah kemampuan anak dan tidak menjadi mesin pembunuh kemampuan anak. Orang tua harus membangun konsep diri anak yang positif, tidak kenal putus asa menemukan kemampuan anak.

Menurutnya ada beberapa ciri rumah yang bisa menjadi mesin pembunuh kemampuan anak. Yaitu ketika orang-orang di rumah itu sering melarang anak melakukan aktivitas yang disukai, menyebut anak dengan sebutan negatif, tidak memberikan kebebasan kepada anak untuk berekspresi, memberikan hukuman yang tidak mendidik dan adanya tekanan terhadap prestasi anak di sekolah. “Dalam mendidik anak sebenarnya tidak ada hukuman, yang ada adalah konsekuensi,” ujarnya

Semoga Bermanfaat

Penitipan anak di Jombang, Penitipan anak di serua indah, Penitipan anak di Kedaung, Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib

Rabu, 18 November 2015

Ayun Aku Dalam Buaianmu, Bunda

Tanpa berupaya mengklaim bahwa salah satu pola asuh dengan menggendong adalah yang terbaik. Namun beberapa fakta dibawah ini mungkin bisa mendorong kita, bunda,ayah untuk mau mengayun si kecil dalam buaian kita. 

Berdasarkan pengalaman memiliki 2 balita yang punya kebiasaan digendong, membuat saya merasa “perlu” berbagi dengan orangtua yang memiliki kebiasaan yang sama. Bagi saya mengendong itu memerlukan energi yang lebih. Apalagi bagi orangtua yang tentunya sedang dalam keadaan penat luarbiasa. Energi lebih disini bagi orangtua karena selain fisik yang dituntut lebih juga secara mental serta emosional juga harus punya energi lebih. Anak seringkali mengetahui loh saat kita tidak sepenuh hati dalam menggendong.

Menggendong bagi saya juga memiliki dimensi yang lumayan lengkap. Selain ayunan yang meninabobokan, dekapan kita membuatnya super nyaman, karena suhu tubuh kita dan anak akan saling menyesuaikan, ini diaplikasikan salah satunya dalam skin contact pada proses inisiasi menyusu dini, juga kangaroo care. Teknik kanguru ini berdasarkan penelitian di Neonatal Network 1998, terbukti dapat meningkatkan keintiman dan kasihsayang antara bayi dan orangtuanya. 
Teknik ini telah dikenal luas di rumah sakit di Amerika sebagai salah satu mengurangi stress pada bayi prematur. Bahkan direkomendasikan bila si kecil mengalami masalah tidur, enggan menyusui atau terlihat rewel. Bisa kita lihat di Barat sendiri pola asuh kembali ke ‘basic’, mungkin menyadari bahwa kedekatan emosional dapat optimal terbentuk dari pola-pola ini.

Selain itu saat menggendong kita bisa mengusap, menepuk-nepuk, bersenandung, bershalawat, berdzikir, keep eyes contact, tersenyum, dll. Apapun bisa dilakukan lebih banyak. Tentunya kita pun sebagai orangtua pun dapat banyak pelajaran. Ya banyak belajar untuk bersabar misalnya. 

Bagi saya ini penting karena pengendalian emosi kita bisa dilatih sejak anak kita masih kecil. Ntar kalo dia sudah beranjak besar, kita tentunya bisa lebih super sabar, karena telah terlatih untuk itu. Dan saat anak bisa terlelap atau hanya mau digendong oleh kita karena nyamannya, betapa membahagiakan. Selain itu kita dapat melatih fisik kita saat menggendong. Coba kombinasikan dengan gerakan-gerakan ringan. Jadinya saat menggendong kita dapat pula berolahraga.

Oh ya kembali ke penelitian tentang gendongan tadi, bahkan dalam salah satu artikel yang saya baca, posisi bayi ketika kita menggendong ternyata juga sangat berpengaruh. Penelitian menunjukan bahwa menggendong bayi dengan posisi kepala di sebelah kiri, membantu menenangkan bayi. Bayi memiliki kecendrungan untuk lebih nyaman saat kita menggendongnya di sebelah kiri karena dia bisa mendengar detak jantung kita yang berada di dada kiri. Inilah yang membuatnya nyaman dan damai. Jika kita menggendongnya di sebelah kanan , hal ini akan membangkitkan semangat dan membuatnya terjaga.
Mengayun, menggendong akan membuat bayi memahami bahwa kita adalah orang yang selalu ada untuknya. Walau disela-sela waktu kita. Saya sebenarnya pernah juga mengatakan pada ayah saya, yang pakar banget dalam hal gendong mengendong ini, katanya nih,saat saya pernah berkomentar karena ada yang memberitau saya bahwa mengendong nanti akan membuat anak jadi kebiasaan adalah “jangan deny saat kamu cape, bagaimanapun anak akan sangat nyaman dengan pola ini”. Tentu kemudian saya tidak menelan mentah-mentah ucapan tadi. Disertai mencari-cari hal ‘ilmiahnya’ hingga saya meyakinkan diri bahwa menggendong yang ayah saya rekomendasikan itu, memang salah satu pola asuh terbaik bagi anak-anak saya.
Itu dibuktikan dengan anak pertama saya yang tumbuh dengan pribadi yang hangat, yang kini sudah punya dunianya sendiri. Sedikit catatan mungkin 2 tahun pertama saja anak senang dengan pola ini, selanjutnya ia akan tertidur sendiri dengan aktivitasnya yang makin kompleks.

Semoga Bermanfaat.

dr. Kharisma Perdani,  Public Relation WISE & Redaktur Parenting Islami
Penitipan anak di pamulang, Penitipan anak di Jakarta, Penitipan anak di ciputat, Penitipan anak di bintaro, Penitipan anak di Jombang, Penitipan anak di serua indah, Penitipan anak di Kedaung, Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646

#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib

Selasa, 17 November 2015

Anak Menangis di Sekolah

Anak-anak pada usia 2 - 7 tahun berada pada tahap perkembangan kognitif yang disebut tahap pra-operasional. Pada tahap ini, anak mulai mengembangkan kemampuannya untuk mengumpulkan data-data mengenai dunia di sekitarnya. Ia mulai belajar mengenal serta memahami identitas dan fungsi dari suatu benda. Rasa ingin tahunya sangat tinggi, namun kemampuan mereka untuk berpikir masih sebatas mengenal serta memahami hubungan dasar antara suatu benda dengan peristiwa atau kejadian tertentu. Pada tahap inilah kemampuan berpikir anak berada.

Memasuki usia 7 - 11 tahun, anak-anak baru bisa mengembangkan tahap berpikir yang disebut tahap operasional konkret. Pada tahap ini, mereka baru mulai belajar melakukan suatu pengoperasian secara konkret. Misalnya, mengetahui bahwa segelas air jika dituang ke dalam 2 gelas yang lebih kecil sebenarnya memiliki jumlah air yang sama banyaknya dengan air di gelas sebelumnya. Mereka mulai memahami berbagai suatu peristiwa, kejadian, atau benda dari berbagai sudut pandang. 

Berdasarkan teori perkembangan tersebut, sebenarnya usia wajib belajar sekolah dasar adalah 7 tahun. Namun, dengan pertimbangan tertentu, anak dengan usia sekitar 6 tahun ke atas sudah bisa masuk SD. Akan tetapi, usia si kecil belum genap 6 tahun. Di usianya ini, seharusnya ia masih lebih banyak bermain dibanding duduk diam dan mendengarkan guru dengan penuh konsentrasi di bangku sekolah.

Kemungkinan besar penyebab anak menangis adalah ia merasa tidak cukup percaya diri dengan kemampuan dirinya. Tentu saja, hal ini bukan salahnya. Kemampuan dirinya yang baru berusia 5 tahun jelas berbeda dengan kemampuan anak-anak lainnya yang berusia lebih besar darinya. Anak usia 5 tahun masih membutuhkan banyak gerak untuk bermain dan belajar, sedangkan anak-anak usia 6 - 7 tahun sudah bisa belajar dengan lebih diam dan disiplin. Tempo kerja mereka pun lebih cepat, koordinasi visual, dan motorik pun lebih cekatan. Inilah sebabnya mengapa sebaiknya anak tidak masuk sekolah dengan usia yang lebih cepat dibanding yang telah ditentukan.

Cara mengatasi rasa minder anak? Jangan menuntutnya berprestasi terlalu tinggi. Komunikasikan hal ini dengan pihak sekolah agar tuntutan akademik untuk si kecil tidak disamakan dengan tuntutan akademik anak lain. Jika ia tidak berhasil menyelesaikan tugasnya sesuai dengan batas waktu yang diberikan, jangan dimarahi, apalagi dihukum. Tetap berikan pujian atas pencapaian yang telah dilakukan dan doronglah untuk terus berusaha menjadi lebih baik setiap harinya. 

Di akhir jam pelajaran, guru bisa memberi kesempatan menyelesaikan tugasnya yang belum selesai. Anda pun juga  harus sangat sabar dalam mendampingi si buah hati saat belajar. Intinya, usahakan agar proses belajarnya tetap menyenangkan dan tidak menekan. Jangan sampai ia stres dan tertekan. Jika hal ini terjadi, bukan saja kepercayaan dirinya yang rusak, namun seluruh aspek sosial-emosionalnya terhambat.

Jika bisa bekerjasama dengan pihak sekolah melakukan berbagai hal ini, Anda tidak perlu membawanya ke psikolog. Namun, setelah mengusahakannya selama kurang lebih 3 bulan dan belum ada perkembangan yang berarti, ada baiknya Anda melakukan konseling lebih lanjut dengan psikolog. Psikolog akan melakukan observasi sejauhmana ketidaknyamanan buah hati terhadap proses dan kegiatan belajarnya, serta mencari tahu kemungkinan adanya hal-hal lain yang membuat dirinya menjadi cengeng di sekolah. Jika diperlukan, psikolog juga akan melakukan terapi untuk mengurangi stres yang dirasakannya saat ini.

Semoga Bermanfaat

Penitipan anak di pamulang, Penitipan anak di Jakarta, Penitipan anak di ciputat, Penitipan anak di bintaro, Penitipan anak di Jombang, Penitipan anak di serua indah, Penitipan anak di Kedaung, Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646
#Anak #Penitipan #PenitipanAnak #TempatPenitipanAnak #Jakarta #Ciputat #Pamulang #Bintaro #Persib

Minggu, 15 November 2015

Menerapkan Aturan Pada Anak

Dalam sebuah keluarga selalu ada aturan yang harus dipatuhi oleh seluruh anggota keluarga. Pada dasarnya aturan ini diperlukan dalam keluarga agar segala sesuatunya dapat dilakukan sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing. 
Biasanya aturan ini selalu berbeda antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lain. Mungkin hal ini bukanlah masalah ketika aturan diterapkan pada anggota keluarga yang telah dewasa, tetapi bagaimana dengan anak-anak? Bisakah mereka mematuhi aturan yang dibuat dalam keluarga?

Menerapkan aturan pada anak-anak bukanlah sesuatu yang mudah, terutama ketika mereka memasuki masa remaja. Banyak orangtua yang merasa kewalahan ketika harus menerapkan aturan kepada anaknya. Salah satu alasannya adalah anak-anak cenderung mengabaikan aturan yang telah dibuat oleh orangtuanya. Tetapi bagaimanapun juga, sebagai orangtua anda harus dapat menerapkan aturan dan disiplin kepada anak. Meskipun mereka masih kecil, tetapi sudah seharusnya mereka belajar untuk mengikuti aturan yang ditetapkan oleh orangtuanya. 

Lantas, bagaimana cara menerapkan aturan yang baik pada anak? Berikut ini ada beberapa cara yang perlu diperhatikan dalam membuat aturan dalam keluarga.

1. Sepakati Bersama

Dalam menetapkan aturan, pastikan aturan tersebut dibuat dan disepakati bersama oleh seluruh anggota keluarga. Jika anda ingin membuat aturan yang efektif, libatkan anak anda dalam membuat aturan, diskusikan, dan tanyakan pendapatnya. Anda bisa mulai dengan membuat beberapa aturan sederhana, seperti kapan waktu makan, kapan waktu tidur, kapan waktu bermain, dan lain-lain. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan anak pada aturan, dan melatih mereka agar terbiasa dalam menerapkan aturan tersebut. Hindari membuat aturan secara sepihak atau diktator, yang hanya berpihak kepada orantua. Karena ini akan menyebabkan hilangnya rasa percaya anak terhadap orangtua.

2. Tentukan Konsekuensi

Selain menetapkan aturan, anda perlu menetapkan konsekuensi atau hukuman. Anda harus tahu bagaimana cara mengatasi anak ketika mereka melanggar aturan, dan menetapkan konsekuensinya. Anda dapat mulai dengan memberi hukuman yang ringan ketika anak anda melanggar aturan. Contohnya, dengan membatasi waktu mereka menonton tv, mengurangi jam bermain video game, atau mengurangi uang jajan. Segala sesuatu yang berlebihan pada dasarnya tidak baik, karena itu janganlah membuat konsekuensi yang terlalu keras ketika anak anda melanggar aturan.

3. Berikan Penjelasan

Berikutnya anda perlu memberi penjelasan tentang semua aturan tersebut kepada anak. Ketika anak diberi penjelasan, mereka diharapkan untuk mengerti dan memahami tentang apa saja yang harus dipatuhi dan dikerjakan, beserta dengan konsekuensinya. Dengan begitu mereka akan memahami apa akibatnya apabila melanggar aturan tersebut. Anda juga dapat membuat perubahan pada aturan sesuai dengan keinginan atau kebutuhan anak, karena hal itu akan membuat anak merasa dihargai.

4. Konsisten Selalu

Konsistensi mutlak dibutuhkan dalam menerapkan aturan. Agar aturan yang telah dibuat dapat dijalankan secara konsisten, anda bisa membuat aturan itu dalam bentuk tertulis, sehingga semua anggota keluarga akan fokus dengan aturan dan konsekuensi yang telah ditetapkan. Karena ketika aturan itu tidak diterapkan secara konsisten, anak pun akan menganggap hal itu sebagai sesuatu yang tidak penting. Begitu pula saat memberikan hukuman, aturan tetap harus dilaksanakan meskipun keadaan tidak memungkinkan. Anda perlu bersikap tegas tetapi tidak emosional.

5. Berikan Reward

Dalam menerapkan aturan, reward atau penghargaan tidak kalah penting dengan hukuman. Reward perlu diberikan ketika anak berhasil mematuhi aturan yang ditetapkan, karena hal ini akan membuat mereka semakin termotivasi dan semangat dalam menjalankan aturan. Selain reward, anda juga dapat memberi mereka pujian ketika menjalankan aturan dengan baik.

6. Jadilah Role Model

Orangtua adalah role model bagi anak. Dan sebagai orang yang menetapkan aturan dalam keluarga, anda wajib untuk memberikan contoh kepada anak dengan menjalankan aturan yang anda tetapkan sendiri. Karena jika anda sendiri tidak mematuhi aturan yang anda buat, bagaimana orang lain dapat mematuhinya. Dengan memberi contoh dan teladan kepada anak, hal ini justru akan memotivasi anak untuk bertindak yang sama.

Sebaiknya segala aturan yang dibuat harus jelas dan dipatuhi oleh seluruh anggota keluarga. Karena ini akan menjadi contoh nyata bagi anak, bahwa orangtuanya juga mematuhi aturan yang telah dibuat bersama. Seringkali aturan yang dibuat tidak berlaku bagi orangtua, dan aturan itu hanya untuk menghukum anak apabila melakukan kesalahan. Ini adalah salah satu contoh ketidak disiplinan orangtua sebagai pembuat aturan. Dan apabila ada aturan tertentu yang sering dilanggar secara terus menerus, sebaiknya anda segera melakukan penyesuaian untuk memperoleh hasil yang lebih baik.

Semoga bermanfaat.

Penitipan anak di pamulang, Penitipan anak di Jakarta, Penitipan anak di ciputat, Penitipan anak di bintaro, Penitipan anak di Jombang, Penitipan anak di serua indah, Penitipan anak di Kedaung, Penitipan anak Bandung, persib, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, penitipan anak terbaik di jakarta, khusus ibu yang bekerja, karir, berkarir, anak anda tidak ada yang mengasuh, anak titipan tuhan, jagalah dia baik-baik, jangan berangkat kerja sebelum menitipkan anak di Jihan DayCare, anak anteng rezeki kenceng, cara tepat pengasuhan anak, lebih praktis ke penitipan anak, anda kesulitan dengan baby sitter, JDC solusinya. Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646


Our Blog

2015 Start
Sejak 2015 Jihan DayCare telah dan akan terus mengabdi kepada Keluarga Indonesia
250 Family
Lebih dari 250 Keluarga Indonesia telah merasakan jasa dan layanan Jihan DayCare dengan penuh suka cita
500 Customers
Totally more than 500 Babby, Toddler and Childs treats as our happy clients

Contact

Talk to us

Untuk Informasi Lebih Lengkap, dapat menghubungi kami pada setiap hari kerja.

Address:

Jl Arya Putra No 34 RT 009/010 Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten 15414

Work Time:

Monday - Friday from 7am to 5pm

Phone/WA Messenger:

+628 235 235 3646

Diberdayakan oleh Blogger.

Ceria Sepanjang Hari

Ceria Sepanjang Hari

Hari Kartini

Hari Kartini

Main Lagi

Main Lagi

Ayo Bermain

Ayo Bermain

Kegiatanku

Kegiatanku

Sekolahku

Sekolahku

Translate

Blogroll

About

Jihan DayCare
; Rumah Penitipan Dan Pendidikan Anak Usia 4 bulan sampai 6 Tahun