Daily Baby and Toddler DayCare
Senin, 18 Mei 2015
Bunda, kali ini kali ini saya ingin berbagi dengan bunda tentang Permainan yang dapat meningkatkan keterampilan sosial anak
Menurut para peneliti Sandra Sandy dan Kathleen Cochran
seperti dilansir dari situs Parenting Science, anak-anak perlu belajar
pentingnya mendapatkan perhatian atau fokus dari lawan bicara ketika ia
berbincang. Hal ini tentu sulit dipahami oleh anak. Untuk membantu anak
memahami keterampilan sosial, kedua peneliti ini menciptakan permainan seru
bagi anak-anak.
Permainan yang pertama, minta anak duduk dalam lingkaran
kemudian berikan salah satu anak bola. Anak yang mendapatkan bola harus
menyebutkan nama teman untuk melemparkan bolanya, demikian seterusnya.
Lalu, apalagi ya permainan edukatif lainnya? Ini simak
contoh-contoh games seru lainnya, ya bunda.....
Ikuti pemimpin
Minta anak-anak berbaris satu garis atau berbanjar. Anak
yang berada di posisi terdepan akan menjadi pemimpin. Barisan ini harus tetap
berjalan bersama dalam satu garis meskipun melewati berbagai rintangan seperti
rintangan tali, melompat atau berguling.
Membaca ekspresi wajah
Anak yang pandai menafsirkan ekspresi wajah dapat
mengantisipasi apa yang orang lain akan lakukan sehingga anak menjadi lebih
prososial atau supel. Permainan yang bisa dicoba seperti pantomime atau
charade, yaitu permainan tebak kata dengan gerakan yang sangat seru jika
dilakukan secara berkelompok atau beregu.
Jadi patung beku
Permainan klasik ini membantu si kecil untuk melatih
mengendalikan emosi. Anak-anak diminta membeku seperti patung, kemudian anak
yang lain harus berusaha memecah konsentrasi si ‘patung’ dengan membuatnya
tertawa. Yang lebih dahulu tertawa, akan kalah dan mendapat giliran berikutnya.
Masih banyak aneka permainan sederhana yang membantu anak belajar
keterampilan sosial. Anda punya tips atau saran yang lain, Moms?
Permainan yang lengkap dan menyenangkan untuk anak sesuai
dengan harapan bunda hanya ada di Jihan DayCare,
Untuk keterangan lebih lanjut tentang penitipan anak di
Jihan DayCare
Jl Arya Putra No 34 Kedaung Pamulang, Tangerang Selatan
15415
CP: Bunda Yayat
HP: 08-235-235-3646
Bagaimana sih cari Pilah-Pilih Day Care Center Yang Tepat Untuk Anak?
Untuk memfasilitasi ibu yang bekerja, di perkotaan besar sekarang mulai menjamur tempat penitipan anak siang hari hingga malam hari atau Day Care Center.
Meninggalkan anak di tempat penitipan, tak urung kerap menimbulkan perasaan was-was apakah anak-anak sudah berada di tempat yang tepat? Agar Anda bisa menemukan pilihan Day Care Center yang terbaik, simak beberapa hal yang perlu diingat sebelum Anda memilih tempat penitipan anak.
Kebersihan
Hal pertama yang harus dicari pada sebuah pusat penitipan anak adalah kebersihan. Tentu saja, sangat normal jika ada kekacauan di tempat yang dihuni banyak anak-anak, tetapi jika para staf selalu sigap untuk menjaga kebersihan, kesehatan akan lebih terjamin. Pilihlah pusat penitipan anak yang memiliki standar kebersihan.
Keselamatan/keamanan
Tempat penitipan harus memiliki prosedur yang ketat tentang aturan siapa yang boleh menjemput anak pulang. Untuk menghindari tindak kriminalitas, pilih pusat penitipan anak yang memiliki standar keamanan.
Ramah anak
Apakah tempat penitipan tersebut dihias dengan menarik? Apakah menyenangkan untuk anak-anak? Anda ingin suasana yang menyenangkan untuk anak Anda menghabiskan waktu dengan gembira dan tenang.
Staf Penyayang anak
Apakah para staf peduli pada perawatan anak-anak yang dititipkan? Tidak butuh waktu lama untuk mengamati apakah para staf memiliki sifat peduli terhadap anak-anak atau tidak. Jika Anda harus berada jauh dari anak Anda, Anda ingin meninggalkan mereka pada orang yang tepat seperti staf penuh kasih yang benar-benar peduli pada anak Anda. Ini adalah hal yang layak dipertimbangkan secara hati-hati. Memilih pusat penitipan anak adalah keputusan yang sangat penting.
Apa saja hal-hal yang Anda pertimbangkan kala memilih tempat penitipan untuk anak Anda, Moms?
Bunda tentu menginginkan anak anak ketika dititipkan merasa tidak sedang dititipkan?
Bunda tentu menginginkan anak-anka merasa sedang berasa dirumahnya sendiri?
Bunda menginginkan ketika di penitipan benar-benar merasa betah?
Tepat sekali....! Jihan DayCare adalah pilihan tepat untuk penitipan anak
Untuk keterangan lebih lanjut hubungi
Jihan DayCare
Jl Arya Putra No 34 Kedaung Pamulang, Tangerang Selatan 15415
CP: Bunda Yayat
HP: 08-235-235-3646
Untuk memfasilitasi ibu yang bekerja, di perkotaan besar sekarang mulai menjamur tempat penitipan anak siang hari hingga malam hari atau Day Care Center.
Meninggalkan anak di tempat penitipan, tak urung kerap menimbulkan perasaan was-was apakah anak-anak sudah berada di tempat yang tepat? Agar Anda bisa menemukan pilihan Day Care Center yang terbaik, simak beberapa hal yang perlu diingat sebelum Anda memilih tempat penitipan anak.
Kebersihan
Hal pertama yang harus dicari pada sebuah pusat penitipan anak adalah kebersihan. Tentu saja, sangat normal jika ada kekacauan di tempat yang dihuni banyak anak-anak, tetapi jika para staf selalu sigap untuk menjaga kebersihan, kesehatan akan lebih terjamin. Pilihlah pusat penitipan anak yang memiliki standar kebersihan.
Keselamatan/keamanan
Tempat penitipan harus memiliki prosedur yang ketat tentang aturan siapa yang boleh menjemput anak pulang. Untuk menghindari tindak kriminalitas, pilih pusat penitipan anak yang memiliki standar keamanan.
Ramah anak
Apakah tempat penitipan tersebut dihias dengan menarik? Apakah menyenangkan untuk anak-anak? Anda ingin suasana yang menyenangkan untuk anak Anda menghabiskan waktu dengan gembira dan tenang.
Staf Penyayang anak
Apakah para staf peduli pada perawatan anak-anak yang dititipkan? Tidak butuh waktu lama untuk mengamati apakah para staf memiliki sifat peduli terhadap anak-anak atau tidak. Jika Anda harus berada jauh dari anak Anda, Anda ingin meninggalkan mereka pada orang yang tepat seperti staf penuh kasih yang benar-benar peduli pada anak Anda. Ini adalah hal yang layak dipertimbangkan secara hati-hati. Memilih pusat penitipan anak adalah keputusan yang sangat penting.
Apa saja hal-hal yang Anda pertimbangkan kala memilih tempat penitipan untuk anak Anda, Moms?
Bunda tentu menginginkan anak anak ketika dititipkan merasa tidak sedang dititipkan?
Bunda tentu menginginkan anak-anka merasa sedang berasa dirumahnya sendiri?
Bunda menginginkan ketika di penitipan benar-benar merasa betah?
Tepat sekali....! Jihan DayCare adalah pilihan tepat untuk penitipan anak
Untuk keterangan lebih lanjut hubungi
Jihan DayCare
Jl Arya Putra No 34 Kedaung Pamulang, Tangerang Selatan 15415
CP: Bunda Yayat
HP: 08-235-235-3646
Memiliki buah hati adalah kebahagiaan yang tak ternilai, dan itulah yang aku rasakan. Makhluk mungil itu bisa membuat mata terus menatapnya, membuat bibir selalu tersenyum, membuat lelah menjadi tidak terasakan lagi.
Sebagai seorang ibu yang bekerja, cuti 3 bulan yang didapat sangat terasa sebentar tiba-tiba saja dua minggu lagi aku harus segera bekerja kembali. Benar kata teman yang sudah lebih dahulu memiliki anak "mbak, ntar rasain deh giliran kita harus masuk kantor lagi maka akan ada rasa sedih yang luar biasa membayangkan meninggalkan anak" dan benarlah adanya, mungkin karena kitanya merasakan "GALAU" maka si anak seolah mengerti perasaan ini, si anakpun mulai terlihat lebih manja dan selalu ingin dipeluk. Keadaan ini hanya memperburuk rasa di hati, kadang tak terasa air mata menetes, sambil mencium bayi ini "maafkan mami nak, saat ini harus bahu membahu dengan papi untuk memenuhi kebutuhan kita".
Sejak sebelum melahirkan sebenarnya aku sudah berusaha mencari seseorang yang bersedia membantuku merawat anak, namun bukan hal mudah untuk menemukan orang yang mau mengasuh anak, dan kalaupun ada yang menawarkan, hatiku merasa gak sreg. Selama dalam pencarian sharing bersama teman selalu aku lakukan, khususnya teman yang sama kondisinya sepertiku hidup cuman bertiga istri, suami dan anak. Teman yang memiliki uang lebih memilih mengambil baby sitter dari yayasan terkenal dan mengambil pengasuh yang senior, dengan tujuan agar anak aman dan nyaman apalagi memang tidak ada sodara yang bisa membantu mengawasi, persis dengan keadaan ku namun hasilnya apa? Temanku begitu kejadian langsung menelpon ku karena dia tidak mau hal itu terjadi denganku. "Mbak sudah dapat pengasuh? Belum jawabku, duhh mbak gak usah deh cari pengasuh, mbak taukan aku bayar mahal untuk yang kemarin. Tau gak mbak kemarin siang pas papiku main ke rumah gak sengaja mampir, papiku nemuin anakku sedang dikamar mandi merangkak. Pengasuhnya kemana tanyaku ? Pengasuhnya selonjoran depan tv pegang remote dan main HP #speechless. Ternyata mahal tidak bisa kita jadikan jaminan, alhasil papinya pindah ke rumah mereka buat bantu menjaga cucunya.
Dan terakhir melihat tetangga yang gonta ganti pengasuh, terlihat memang enak aja, namun setiap pengasuh membawa dampak berbeda-beda, ketika si anak diasuh oleh si A anak tersebut bilang ke "dedek harus mam banyak kalau gak nenek gondrong datang ihhhhhh", ganti lagi dengan pengasuh B lain lagi omongannya "dedek kanda kalau tidak mau mandi ntar digigit nenek gayung"...aaaahhh ini ucapan siapa ? ini cara pengasuhnya untuk membujuk si anak supaya mau makan dan mandi.
Pengalaman diatas membuat aku semakin galau untuk melanjutkan pencarian seorang pengasuh. Amankah untuk kondisiku? Rasanya tidak, karena anak yang ditinggal juga belum bisa berbicara, belum bisa mengadu, dan tidak ada siapapun yang membantu mengawasi dirumah kami. Akhirnya terpikir untuk melirik "DAYCARE" tempat penitipan anak. Tentu ini bukan keputusan mudah namun untuk situasi saat ini menurut kami ini adalah keputusan terbaik. Sekarang tinggal mencari Daycare yang baik dan aman. Alhamdulillah di dekat perumahan kami ada beberapa daycare, dan setelah survey kami memilih sebuah daycare dengan alasan berikut :
1. Lokasinya dekat dari rumah kami, hal ini tentu memudahkan untuk mengantar jemput anak kami.
2. Pemilik daycare terlibat langsung dengan kegiatan didaycare
3. Pengasuh disana rata-rata berumur 30 tahun ke atas , ini jauh lebih baik mengingat mereka semua sudah pengalaman dan memiliki anak.
4. Setiap bayi (umur 3 bulan sampai 12 bulan) diberi pijatan dan dijemur
5. Perbandingan pengasuh dengan anak 1 : 5
6. Meski tempatnya tidak besar namun tertata rapih, disediakan loker, tempat menyimpan susu, botol-botol susu dicuci dan disterilkan
8. Bersedia merawat anak ketika sakit (ada beberapa yang tidak mau menerima anak ketika sakit)
9. Bersedia bernagi update via BB ketika kita minta
Khusus untuk bulan depan yaitu Juni 2015, Jihan DayCare hanya menerima 5 orang anak didik saja, dimaksudkan agar dapat terpantau minite to minute, dan Anak merasakan suasana Jihan DayCare adalah serasa di rumah sendiri dimana Ayah Bunda berada di dekat mereka setiap saat.
Bunda tentu menginginkan anak anak ketika dititipkan merasa tidak sedang dititipkan?
Bunda tentu menginginkan anak-anka merasa sedang berasa dirumahnya sendiri?
Bunda menginginkan ketika di penitipan benar-benar merasa betah?
Tepat sekali....! Jihan DayCare adalah pilihan tepat untuk penitipan anak
Untuk keterangan lebih lanjut hubungi
Jihan DayCare
Jl Arya Putra No 34 Kedaung Pamulang, Tangerang Selatan 15415
CP: Bunda Yayat
HP: 08-235-235-3646
Sebagai seorang ibu yang bekerja, cuti 3 bulan yang didapat sangat terasa sebentar tiba-tiba saja dua minggu lagi aku harus segera bekerja kembali. Benar kata teman yang sudah lebih dahulu memiliki anak "mbak, ntar rasain deh giliran kita harus masuk kantor lagi maka akan ada rasa sedih yang luar biasa membayangkan meninggalkan anak" dan benarlah adanya, mungkin karena kitanya merasakan "GALAU" maka si anak seolah mengerti perasaan ini, si anakpun mulai terlihat lebih manja dan selalu ingin dipeluk. Keadaan ini hanya memperburuk rasa di hati, kadang tak terasa air mata menetes, sambil mencium bayi ini "maafkan mami nak, saat ini harus bahu membahu dengan papi untuk memenuhi kebutuhan kita".
Sejak sebelum melahirkan sebenarnya aku sudah berusaha mencari seseorang yang bersedia membantuku merawat anak, namun bukan hal mudah untuk menemukan orang yang mau mengasuh anak, dan kalaupun ada yang menawarkan, hatiku merasa gak sreg. Selama dalam pencarian sharing bersama teman selalu aku lakukan, khususnya teman yang sama kondisinya sepertiku hidup cuman bertiga istri, suami dan anak. Teman yang memiliki uang lebih memilih mengambil baby sitter dari yayasan terkenal dan mengambil pengasuh yang senior, dengan tujuan agar anak aman dan nyaman apalagi memang tidak ada sodara yang bisa membantu mengawasi, persis dengan keadaan ku namun hasilnya apa? Temanku begitu kejadian langsung menelpon ku karena dia tidak mau hal itu terjadi denganku. "Mbak sudah dapat pengasuh? Belum jawabku, duhh mbak gak usah deh cari pengasuh, mbak taukan aku bayar mahal untuk yang kemarin. Tau gak mbak kemarin siang pas papiku main ke rumah gak sengaja mampir, papiku nemuin anakku sedang dikamar mandi merangkak. Pengasuhnya kemana tanyaku ? Pengasuhnya selonjoran depan tv pegang remote dan main HP #speechless. Ternyata mahal tidak bisa kita jadikan jaminan, alhasil papinya pindah ke rumah mereka buat bantu menjaga cucunya.
Dan terakhir melihat tetangga yang gonta ganti pengasuh, terlihat memang enak aja, namun setiap pengasuh membawa dampak berbeda-beda, ketika si anak diasuh oleh si A anak tersebut bilang ke "dedek harus mam banyak kalau gak nenek gondrong datang ihhhhhh", ganti lagi dengan pengasuh B lain lagi omongannya "dedek kanda kalau tidak mau mandi ntar digigit nenek gayung"...aaaahhh ini ucapan siapa ? ini cara pengasuhnya untuk membujuk si anak supaya mau makan dan mandi.
Pengalaman diatas membuat aku semakin galau untuk melanjutkan pencarian seorang pengasuh. Amankah untuk kondisiku? Rasanya tidak, karena anak yang ditinggal juga belum bisa berbicara, belum bisa mengadu, dan tidak ada siapapun yang membantu mengawasi dirumah kami. Akhirnya terpikir untuk melirik "DAYCARE" tempat penitipan anak. Tentu ini bukan keputusan mudah namun untuk situasi saat ini menurut kami ini adalah keputusan terbaik. Sekarang tinggal mencari Daycare yang baik dan aman. Alhamdulillah di dekat perumahan kami ada beberapa daycare, dan setelah survey kami memilih sebuah daycare dengan alasan berikut :
1. Lokasinya dekat dari rumah kami, hal ini tentu memudahkan untuk mengantar jemput anak kami.
2. Pemilik daycare terlibat langsung dengan kegiatan didaycare
3. Pengasuh disana rata-rata berumur 30 tahun ke atas , ini jauh lebih baik mengingat mereka semua sudah pengalaman dan memiliki anak.
4. Setiap bayi (umur 3 bulan sampai 12 bulan) diberi pijatan dan dijemur
5. Perbandingan pengasuh dengan anak 1 : 5
6. Meski tempatnya tidak besar namun tertata rapih, disediakan loker, tempat menyimpan susu, botol-botol susu dicuci dan disterilkan
8. Bersedia merawat anak ketika sakit (ada beberapa yang tidak mau menerima anak ketika sakit)
9. Bersedia bernagi update via BB ketika kita minta
Khusus untuk bulan depan yaitu Juni 2015, Jihan DayCare hanya menerima 5 orang anak didik saja, dimaksudkan agar dapat terpantau minite to minute, dan Anak merasakan suasana Jihan DayCare adalah serasa di rumah sendiri dimana Ayah Bunda berada di dekat mereka setiap saat.
Bunda tentu menginginkan anak anak ketika dititipkan merasa tidak sedang dititipkan?
Bunda tentu menginginkan anak-anka merasa sedang berasa dirumahnya sendiri?
Bunda menginginkan ketika di penitipan benar-benar merasa betah?
Tepat sekali....! Jihan DayCare adalah pilihan tepat untuk penitipan anak
Untuk keterangan lebih lanjut hubungi
Jihan DayCare
Jl Arya Putra No 34 Kedaung Pamulang, Tangerang Selatan 15415
CP: Bunda Yayat
HP: 08-235-235-3646
Jumat, 15 Mei 2015
Anak yang sehat bisa dilihat dari berat badan dan tinggi badannya. Secara kasar patokan berat badan seorang anak adalah sebagai berikut : anak umur 1 tahun beratnya 3 kali lipat berat badan saat lahir, Umur 2 tahun idealnya memiliki berat badan 4 kali lipat dari berat saat dilahirkan. Sebagai orang tua kita harus terus memantau perkembangan berat badan seorang anak agar tumbuh kembang anak menjadi sempurna. Sehingga sel sel tubuh anak berkembang dan berfungsi secara maksimal. Usahakan selalu di berikan Vitamin untuk Anak Susah Makan jika pertumbuhan dirasa kurang
Namun dalam perkembangannya Anak seringkali susah untuk makan sehingga perkembangan dan pertumbuhan badannya menjadi tidak ideal. Sebagai orang tua kita wajib mengetahui penyebab anak menjadi susah makan sehingga berat badannya susah naiknya. Apa saja faktor penyebab anak menjadi susah makan yuk kita bahas satu persatu
Penyebab Anak Susah Makan Antara Lain Adalah :
1. Faktor Kurang Asupan Gizi
Banyak Bunda merasa sudah cukup memberi asupan makanan yang bergizi. Baik kuantitas dan kualitasnya sesuai dengan menu gizi seimbang yang mengandung; karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Tetapi setelah dianalisis, ternyata banyak dari Bunda yang tidak menyadari bahwa yang diberikan kuantitasnya masih kurang dari kebutuhan yang diperlukan anak. Idealnya, asupan gizi anak dan nutrisinya harus sebanding dengan aktifitas fisik dan otaknya. Padahal setiap bulan seorang anak beratnya harus selalu ada kenaikan. Kalau ternyata setiap bulan berat badannya tidak naik atau naik tapi tidak memuaskan maka harus dievaluasi kembali masukan gizi dan nutrisinya dengan memperhitungkan pula aktivitas fisiknya. Apakah asupan gizinya sudah cukup untuk mengantisipasi kelebihan aktivitasnya.
2. Faktor Penyakit Anak
Anak susah makan sudah pasti susah bertambah berat dan tinggi badannya, bisa juga dikarenakan terdapat penyakit pada diri si buah hati. Akibatnya anak tak mau makan/anoreksia. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan anak susah makan antara lain adalah infeksi seperti infeksi paru-paru (TBC), infeksi saluran kemih, infeksi parasit dan lain-lain. Selama penyakitnya tak disembuhkan maka tetap akan kurus, sebab asupan makannya kurang karena anak tak nafsu makan. Dengan begitu berat badannya pun tak naik-naik. Akibatnya anak susah untuk gemuk.
3. Faktor Kekurangan Protein Albumin
Albumin merupakan plasma protein tubuh yang jumlahnya separuh dari total protein tubuh. Karena menjadi plasma protein, maka peranan albumin sangat vital mulai dari pembentukan jaringan sel baru.penyusun struktur sel, antibodi, enzim, hingga hormon. Albumin ini disintesis oleh sel hati dan dikeluarkan langsung ke pembuluh darah tanpa disimpan. Tanpa albumin; sel-sel di dalam tubuh akan sulit melakukan regenerasi, sehingga cepat mati dan tidak berkembang. Selain itu menyebabkan tekanan osmotik darah turun sehingga pengangkutan asam lemak, obat, hormon, dan enzim terganggu. Albumin inilah yang berperan penting dalam proses tumbuh kembang anak.Bila kadar albumin rendah, protein yang dikonsumsi anak akan pecah. Protein yang seharusnya dikirim untuk pertumbuhan sel menjadi tidak maksimal. Pada anak yang kekurangan albumin, seperti penderita tuberkulosis (TBC atau TB), daya kerja obat yang diminum menjadi kurang maksimal.
Sementara pada anak yang sedang berada di fase periode emas pertumbuhan (golden age), yaitu usia 1-5 tahun, kekurangan albumin akan sangat mengganggu pertumbuhan badan dan otaknya. Semakin sedikit albumin, pertumbuhan sel ditubuh dan otak akan semakin lambat.
Pertumbuhan sel yang lambat inilah yang menyebabkan anak lambat perkembangan tubuhnya serta menjadi kurang cerdas. Tetapi yang sangat menarik, jika konsumsi berlebihan albumin ini tidak akan menyebabkan kelebihan albumin (hiper albumin).
Solusinya
1. Cari Tahu Penyebabnya
Penting untuk dipahami Bunda, bahwa untuk membuat anak kurus menjadi gemuk, sangat tergantung penyebabnya. Bila lantaran penyakit, ya, harus disembuhkan dulu penyakitnya. Umumnya setelah sembuh dari penyakit, nafsu makannya akan membaik sehingga ia tak sulit makan. Selain itu berilah nutrisi yang baik agar berat badannya bertambah.
2. Berikan Anak Asupan Gizi Seimbang
Bila anak kurus bukan lantaran penyakit, maka untuk membuatnya menjadi gemuk dilakukan dengan menganalisis diet makannya. Tentu dengan menu gizi seimbang. Apakah asupan makannya sehari-hari sudah memenuhi kebutuhan sesuai umur dan aktivitasnya. Jika anaknya termasuk aktif, dengan sendirinya maka asupan makanannya harus lebih banyak secara kuantitas. Bila berat badannya tak kunjung naik berarti asupannya tak memenuhi kebutuhannya.
3. Atur Jadwal Makan Anak
Dalam hal jadwal makan harus diperhatikan waktunya. Ingat, perut anak kosong setiap 3-4 jam. Karena itu biasanya pemberian makan sekitar 7 kali sehari yang terdiri 3 kali makanan padat dan selebihnya nutrisi tambahan untuk anak usia 1 tahun ke atas. Jadi jangan mentang-mentang mau anak gemuk lalu dipaksa makan setiap jam, padahal belum waktunya makan. Cara pemberian makan juga penting, anak tak boleh dipaksa . Misal, pada anak periode 6-9 bulan, periode kritis di mana anak belajar mengkoordinasi otot-otot menelan dan mengunyah. Sehingga bila diperkenalkan makanan padat, pada umur-umur sekian kadang dilepeh/dimuntahkan kembali.
Nah, orang tua sering menginterpretasikan bahwa si anak tak mau makan atau tak senang makanannya. Padahal sebetulnya belum terampil. Karena orang tua cemas, buru-buru diberikan makanan yang cair-cair saja. Lama-lama jadi kebiasaan.
4. Berikan Nutrisi Pendamping Terutama Protein Albumin
Selain itu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh balita agar ia dapat tumbuh sehat dan kuat. Salah satunya adalah protein albumin. Protein albumin adalah nutrisi yang sangat penting yang dibutuhkan setiap sel dalam tubuh anak untuk pertumbuhan atau perbaikan. Kadar albumin normal di dalam tubuh antara 3,5-4,5 g/dl. Kadar albumin yang kurang dari 2,2 g/dl menunjukkan masalah pada tubuh.
Umumnya masalah gizi yang diderita anak-anak bukan hanya disebabkan oleh asupan yang kurang, tetapi juga karena zat gizi yang berhasil dibawa oleh darah sangat sedikit, sehingga tidak bisa memberi gizi pada sel. Kasus seperti ini sering ditemukan pada anak-anak yang mempunyai kebiasaan makan banyak dan cukup bergizi, tetapi pertumbuhannya sangat lambat.
Banyak Bunda yang kemudian mengaitkan lambatnya pertumbuhan anak dengan gejala cacingan. Padahal, penyebab utama adalah karena kekurangan albumin. Kekurangan albumin menyebabkan zat gizi di dalam darah tidak dapat disalurkan dengan baik ke sel-sel tubuh yang memerlukan. Kekurangan gizi seperti ini pun berdampak terhadap penurunan daya kekebalan tubuh, sehingga anak mudah sakit. Sementara pada anak yang menderita penyakit tertentu, semisal TBC, akan menjadi lebih lama untuk disembuhkan.
Sebenarnya tubuh memiliki cadangan albumin yang bisa digunakan bila asupan albumin sangat kurang. Cadangan albumin berada di dalam otot. Namun, bila albumin cadangan ini diambil terus-menerus, anak akan mengalami gangguan pertumbuhan. Anak tersebut akan terlihat sangat kurus dan tubuhnya tidak bugar. Itulah sebabnya Bunda, bila anak kita sulit sekali tumbuh, sebaiknya bukan hanya diberi obat anti cacing. Usahakan untuk selalu menyajikan makanan yang kaya protein albumin. seperti ikan gabus.
Pendidikan anak, Usia dini, Pendidikan anak usia dini, Penitipan anak, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak di kedaung, Tempat penitipan anak, Biaya tempat penitipan anak, Penitipan anak di pamulang, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646.
Namun dalam perkembangannya Anak seringkali susah untuk makan sehingga perkembangan dan pertumbuhan badannya menjadi tidak ideal. Sebagai orang tua kita wajib mengetahui penyebab anak menjadi susah makan sehingga berat badannya susah naiknya. Apa saja faktor penyebab anak menjadi susah makan yuk kita bahas satu persatu
Penyebab Anak Susah Makan Antara Lain Adalah :
1. Faktor Kurang Asupan Gizi
Banyak Bunda merasa sudah cukup memberi asupan makanan yang bergizi. Baik kuantitas dan kualitasnya sesuai dengan menu gizi seimbang yang mengandung; karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Tetapi setelah dianalisis, ternyata banyak dari Bunda yang tidak menyadari bahwa yang diberikan kuantitasnya masih kurang dari kebutuhan yang diperlukan anak. Idealnya, asupan gizi anak dan nutrisinya harus sebanding dengan aktifitas fisik dan otaknya. Padahal setiap bulan seorang anak beratnya harus selalu ada kenaikan. Kalau ternyata setiap bulan berat badannya tidak naik atau naik tapi tidak memuaskan maka harus dievaluasi kembali masukan gizi dan nutrisinya dengan memperhitungkan pula aktivitas fisiknya. Apakah asupan gizinya sudah cukup untuk mengantisipasi kelebihan aktivitasnya.
2. Faktor Penyakit Anak
Anak susah makan sudah pasti susah bertambah berat dan tinggi badannya, bisa juga dikarenakan terdapat penyakit pada diri si buah hati. Akibatnya anak tak mau makan/anoreksia. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan anak susah makan antara lain adalah infeksi seperti infeksi paru-paru (TBC), infeksi saluran kemih, infeksi parasit dan lain-lain. Selama penyakitnya tak disembuhkan maka tetap akan kurus, sebab asupan makannya kurang karena anak tak nafsu makan. Dengan begitu berat badannya pun tak naik-naik. Akibatnya anak susah untuk gemuk.
3. Faktor Kekurangan Protein Albumin
Albumin merupakan plasma protein tubuh yang jumlahnya separuh dari total protein tubuh. Karena menjadi plasma protein, maka peranan albumin sangat vital mulai dari pembentukan jaringan sel baru.penyusun struktur sel, antibodi, enzim, hingga hormon. Albumin ini disintesis oleh sel hati dan dikeluarkan langsung ke pembuluh darah tanpa disimpan. Tanpa albumin; sel-sel di dalam tubuh akan sulit melakukan regenerasi, sehingga cepat mati dan tidak berkembang. Selain itu menyebabkan tekanan osmotik darah turun sehingga pengangkutan asam lemak, obat, hormon, dan enzim terganggu. Albumin inilah yang berperan penting dalam proses tumbuh kembang anak.Bila kadar albumin rendah, protein yang dikonsumsi anak akan pecah. Protein yang seharusnya dikirim untuk pertumbuhan sel menjadi tidak maksimal. Pada anak yang kekurangan albumin, seperti penderita tuberkulosis (TBC atau TB), daya kerja obat yang diminum menjadi kurang maksimal.
Sementara pada anak yang sedang berada di fase periode emas pertumbuhan (golden age), yaitu usia 1-5 tahun, kekurangan albumin akan sangat mengganggu pertumbuhan badan dan otaknya. Semakin sedikit albumin, pertumbuhan sel ditubuh dan otak akan semakin lambat.
Pertumbuhan sel yang lambat inilah yang menyebabkan anak lambat perkembangan tubuhnya serta menjadi kurang cerdas. Tetapi yang sangat menarik, jika konsumsi berlebihan albumin ini tidak akan menyebabkan kelebihan albumin (hiper albumin).
Solusinya
1. Cari Tahu Penyebabnya
Penting untuk dipahami Bunda, bahwa untuk membuat anak kurus menjadi gemuk, sangat tergantung penyebabnya. Bila lantaran penyakit, ya, harus disembuhkan dulu penyakitnya. Umumnya setelah sembuh dari penyakit, nafsu makannya akan membaik sehingga ia tak sulit makan. Selain itu berilah nutrisi yang baik agar berat badannya bertambah.
2. Berikan Anak Asupan Gizi Seimbang
Bila anak kurus bukan lantaran penyakit, maka untuk membuatnya menjadi gemuk dilakukan dengan menganalisis diet makannya. Tentu dengan menu gizi seimbang. Apakah asupan makannya sehari-hari sudah memenuhi kebutuhan sesuai umur dan aktivitasnya. Jika anaknya termasuk aktif, dengan sendirinya maka asupan makanannya harus lebih banyak secara kuantitas. Bila berat badannya tak kunjung naik berarti asupannya tak memenuhi kebutuhannya.
3. Atur Jadwal Makan Anak
Dalam hal jadwal makan harus diperhatikan waktunya. Ingat, perut anak kosong setiap 3-4 jam. Karena itu biasanya pemberian makan sekitar 7 kali sehari yang terdiri 3 kali makanan padat dan selebihnya nutrisi tambahan untuk anak usia 1 tahun ke atas. Jadi jangan mentang-mentang mau anak gemuk lalu dipaksa makan setiap jam, padahal belum waktunya makan. Cara pemberian makan juga penting, anak tak boleh dipaksa . Misal, pada anak periode 6-9 bulan, periode kritis di mana anak belajar mengkoordinasi otot-otot menelan dan mengunyah. Sehingga bila diperkenalkan makanan padat, pada umur-umur sekian kadang dilepeh/dimuntahkan kembali.
Nah, orang tua sering menginterpretasikan bahwa si anak tak mau makan atau tak senang makanannya. Padahal sebetulnya belum terampil. Karena orang tua cemas, buru-buru diberikan makanan yang cair-cair saja. Lama-lama jadi kebiasaan.
4. Berikan Nutrisi Pendamping Terutama Protein Albumin
Selain itu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh balita agar ia dapat tumbuh sehat dan kuat. Salah satunya adalah protein albumin. Protein albumin adalah nutrisi yang sangat penting yang dibutuhkan setiap sel dalam tubuh anak untuk pertumbuhan atau perbaikan. Kadar albumin normal di dalam tubuh antara 3,5-4,5 g/dl. Kadar albumin yang kurang dari 2,2 g/dl menunjukkan masalah pada tubuh.
Umumnya masalah gizi yang diderita anak-anak bukan hanya disebabkan oleh asupan yang kurang, tetapi juga karena zat gizi yang berhasil dibawa oleh darah sangat sedikit, sehingga tidak bisa memberi gizi pada sel. Kasus seperti ini sering ditemukan pada anak-anak yang mempunyai kebiasaan makan banyak dan cukup bergizi, tetapi pertumbuhannya sangat lambat.
Banyak Bunda yang kemudian mengaitkan lambatnya pertumbuhan anak dengan gejala cacingan. Padahal, penyebab utama adalah karena kekurangan albumin. Kekurangan albumin menyebabkan zat gizi di dalam darah tidak dapat disalurkan dengan baik ke sel-sel tubuh yang memerlukan. Kekurangan gizi seperti ini pun berdampak terhadap penurunan daya kekebalan tubuh, sehingga anak mudah sakit. Sementara pada anak yang menderita penyakit tertentu, semisal TBC, akan menjadi lebih lama untuk disembuhkan.
Sebenarnya tubuh memiliki cadangan albumin yang bisa digunakan bila asupan albumin sangat kurang. Cadangan albumin berada di dalam otot. Namun, bila albumin cadangan ini diambil terus-menerus, anak akan mengalami gangguan pertumbuhan. Anak tersebut akan terlihat sangat kurus dan tubuhnya tidak bugar. Itulah sebabnya Bunda, bila anak kita sulit sekali tumbuh, sebaiknya bukan hanya diberi obat anti cacing. Usahakan untuk selalu menyajikan makanan yang kaya protein albumin. seperti ikan gabus.
Pendidikan anak, Usia dini, Pendidikan anak usia dini, Penitipan anak, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak di kedaung, Tempat penitipan anak, Biaya tempat penitipan anak, Penitipan anak di pamulang, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646.
Pelukan memang terkesan sebagai hal sepele. Namun, nyatanya banyak manfaat yang bisa didapat dari pelukan. Tak hanya memberi rasa aman, tapi juga bisa mentransfer keberanian dan kemandirian pada anak. Bisa dikatakan, pelukan adalah salah satu wujud kasih sayang dalam bentuk sentuhan fisik yang mudah dilakukan. Inilah mengapa, para orangtua perlu menjadikan pelukan sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.
Sayangnya, meski terbilang mudah, tak semua orangtua terbiasa memeluk anak-anaknya. Jika orangtua tak membiasakan memberi pelukan sejak anak-anaknya kecil, jangan heran jika sampai dewasa, mereka justru merasa tak nyaman saat dipeluk.
Biasanya, yang tak terbiasa memberikan pelukan pada anak-anak adalah para ayah. Menurut Melly Puspita Sari, S.Psi., MT, NLP, bisa jadi, ayah yang sulit memeluk dulunya juga mungkin jarang dipeluk. "Karena si ayah tumbuh dan berkembang jarang dipeluk, ia akan melakukan hal yang sama kepada anaknya. Tetapi kalau ia biasa dipeluk, ia juga akan memeluk anaknya," ujar psikolog lulusan Universitas Muhammadiyah Malang ini.
Hasil sejumlah penelitian, dipaparkan penulis buku 'The Miracle of Hug' ini, menunjukkan kalau pelukan antara orangtua dan anak dapat meningkatkan kecerdasan otak, merangsang keluarnya hormon oksitosin yang memberikan perasaan tenang pada anak, serta memberi dampak positif pada perkembangan anak. Yang tak kalah penting, pelukan membuat anak merasa dicintai dan dihargai.
Menariknya lagi, pelukan dari masing-masing orang tua akan mentransfer hal luar biasa pada anak. Masing-masing akan mentransfer sifat tertentu pada anak, sehingga anak akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sehat.
"Saat ayah memeluk, sesungguhnya ia mentransfer kemampuan kemandirian. Ayah mentransfer aspek berani untuk berinteraksi dengan figur otoritas yang ada di luar rumah," terang Melly. Anak-anak ini akan lebih kuat saat berada di luar rumah. Sebaliknya, anak-anak yang mendapat kekerasan dalam rumah tangga, cenderung menjadi penakut saat berada di luar rumah.
Sedangkan, ketika ibu memeluk, sifat empati akan tersalurkan kepada anak. "Ibu adalah figur afeksi, yang ketika anak sakit, ia akan merawat dan memeluk anak untuk menyamankan," imbuh Melly.
Nah, jika belum terbiasa, yuk segera membiasakan diri memberi pelukan hangat pada anak. Agar anak tumbuh menjadi pribadi penyayang, pintar, dan mandiri. (Sumber : kompas.com )
Pendidikan anak, Usia dini, Pendidikan anak usia dini, Penitipan anak, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak di kedaung, Tempat penitipan anak, Biaya tempat penitipan anak, Penitipan anak di pamulang, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646.
Sayangnya, meski terbilang mudah, tak semua orangtua terbiasa memeluk anak-anaknya. Jika orangtua tak membiasakan memberi pelukan sejak anak-anaknya kecil, jangan heran jika sampai dewasa, mereka justru merasa tak nyaman saat dipeluk.
Biasanya, yang tak terbiasa memberikan pelukan pada anak-anak adalah para ayah. Menurut Melly Puspita Sari, S.Psi., MT, NLP, bisa jadi, ayah yang sulit memeluk dulunya juga mungkin jarang dipeluk. "Karena si ayah tumbuh dan berkembang jarang dipeluk, ia akan melakukan hal yang sama kepada anaknya. Tetapi kalau ia biasa dipeluk, ia juga akan memeluk anaknya," ujar psikolog lulusan Universitas Muhammadiyah Malang ini.
Hasil sejumlah penelitian, dipaparkan penulis buku 'The Miracle of Hug' ini, menunjukkan kalau pelukan antara orangtua dan anak dapat meningkatkan kecerdasan otak, merangsang keluarnya hormon oksitosin yang memberikan perasaan tenang pada anak, serta memberi dampak positif pada perkembangan anak. Yang tak kalah penting, pelukan membuat anak merasa dicintai dan dihargai.
Menariknya lagi, pelukan dari masing-masing orang tua akan mentransfer hal luar biasa pada anak. Masing-masing akan mentransfer sifat tertentu pada anak, sehingga anak akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sehat.
"Saat ayah memeluk, sesungguhnya ia mentransfer kemampuan kemandirian. Ayah mentransfer aspek berani untuk berinteraksi dengan figur otoritas yang ada di luar rumah," terang Melly. Anak-anak ini akan lebih kuat saat berada di luar rumah. Sebaliknya, anak-anak yang mendapat kekerasan dalam rumah tangga, cenderung menjadi penakut saat berada di luar rumah.
Sedangkan, ketika ibu memeluk, sifat empati akan tersalurkan kepada anak. "Ibu adalah figur afeksi, yang ketika anak sakit, ia akan merawat dan memeluk anak untuk menyamankan," imbuh Melly.
Nah, jika belum terbiasa, yuk segera membiasakan diri memberi pelukan hangat pada anak. Agar anak tumbuh menjadi pribadi penyayang, pintar, dan mandiri. (Sumber : kompas.com )
Pendidikan anak, Usia dini, Pendidikan anak usia dini, Penitipan anak, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak di kedaung, Tempat penitipan anak, Biaya tempat penitipan anak, Penitipan anak di pamulang, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646.
Senin, 11 Mei 2015
Sebagai orang tua, kita pasti ingin anak terjamin aman dan bahagia di tempat manapun yang penuh kegembiraan, pengajaran dan pemeliharaan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak. Tahun-tahun pertama dalam kehidupan anak adalah waktu yang sangat penting bagi pembentukan karakter juga kesehtan anak. Namun bukan berarti hanya ibu satu-satunya orang yang bisa melakukan ini. Pengasuh yang baik dan profesional akan bisa membantu ibu membentuk anak mencapai tahapan tumbuh kembang yang optimal.
Terdapat berbagai pilihan sebagai tempat pengasuhan anak. Ibu bisa menitipkan anak di rumah bersama orang lain, di rumah orang lain atau di tempat penitipan anak. Ibu harus memastikan kualitas pengasuhan yang diberikan kepada anak.
Sangat penting untuk memahami sifat, kesukaan, kegemaran, kesehatan dan perilaku anak. Bayi di bawah umur setahun harus diperhatikan secara baik-baik pengasuhan dan cara anak dipegang, pemenuhan setiap kebutuhan khusus dan tipe orang yang ibu percaya untuk menjaga si kecil selama tahun pertamanya.
Anak yang lebih besar harus diperhatikan kebutuhan permainan edukatif dan cara pembelajaran, interaksi bersama anak lain, rasa ingin tahu dan kebutuhan diperhatikan secara individual.
Setiap keluarga memiliki nilai dan kebutuhan emosional tersendiri yang mempengaruhi pemilihan pengasuhan anak. Ada orang tua yang lebih nyaman ketika anaknya diasuh oleh orang di rumah sendiri, misalnya dititipkan ke kerabat, asisten rumah tangga atau baby sitter. Ada juga orang tua yang lebih nyaman ketika anak dititipkan ke lembaga penitipan anak baik yang skala rumahan maupun profesional.
Namun perlu diingat di umur 3 atau 4 tahun anak membutuhkan lingkungan sosial yang lebih luas dengan paparan interaksi bersama anak-anak lain dan terlibat dalam program pengasuhan yang lebih terstruktur seperti di PAUD atau daycare.
Secara umum dalam memilih pengasuh atau tempat penitipan anak pertimbangkan:
Pengalaman.
Background keagamaan apakah terafiliasi ke agama tertentu.
Kedisiplinan. Fleksibilitas. Keamanan. Pengetahuan mereka tentang tumbuh kembang anak.
Pengasuh Anak
Beberapa orang tua lebih nyaman ketika anak tetap di rumah dan memakai jasa pengasuh. Terkadang pengasuh datang ke rumah atau anak dititipkan di rumah pengasuh. Khusus untuk pengasuh usahakan lakukan wawancara setidaknya dua kali dan cek riwayat kejahatan yang bersangkutan. Tanyakan setidaknya:
Apa yang membuat dia tertarik bekerja dengan anak kecil?
Apa yang menyebabkan dia berhenti dari pekerjaan terakhirnya
Sebaiknya bisa cek di keluarga/tempat terakhir dia bekerja dan tanyakan apakah orang ini bisa direkomendasikan untuk pegang anak kita.
Bagaimana penerapan kedisiplinan anak yang dia miliki?
Beri skenario misalnya anak tantrum, anak menolak tidur, anak menolak makan, anak ngotot mau nonton TV terus, anak berantem dengan temannya, anak memukul temannya, anak merebut mainan teman.
Tentang dia tanyakan apakah mampu memberi pertolongan pertama ?
Apakah dia memahami terkait tumbuh kembang anak? Apa yang bisa dia lakukan untuk menemani anak bermain sambil belajar misalnya menggambar, mewarnai, bernyanyi, permainan kreatif juga permainan di dalam maupun luar rumah.
Bagaimana cara dia turut mengajari anak toilet training?
Bagaimana dia mengatasi separation anxiety ketika anak menangis ditinggal ibu berkerja?
Cek riwayat kesehatan. Pastikan melakukan screening tuberkulosis pada pengasuh.
Sebaiknya segera pecat jika pengasuh melakukan:
Pengasuh ketahuan berbohong atau mencuri.
Pengasuh tidak bisa menceritakan aktivitas rutinitas harian.
Ibu mendapati anak sendirian di rumah tanpa ditemani.
Pengasuh tidak merespons anak.
Anak jadi rewel, pemalu, pendiam atau memiliki masalah makan dan tidur.
Anak mendadak histeris, ketakutan atau sedih ketika ditinggal pergi atau hanya bersama pengasuh.
Ibu memiliki perasaan yang tidak suka atau kurang nyaman terhadap pengasuh.
Penting bagi ibu untuk melihat sikap dan kedekatan anak terhadap pengasuh. Terkadang jika anak dekat dengan pengasuh memang membuat ibu sedih dan cemburu, tetapi sebenarnya ini adalah petanda yang baik bahwa anak mendapatkan pengasuh yang baik :)
Ibu juga harus adil dengan memberi kesempatan pengasuh untuk libur, beristirahat, boleh keluar bertemu kawan-kawannya, dan berikan akses untuk mudah dihubungi. Buat kesepakatan kontrak yang jelas dengan pengasuh. Jalin komunikasi yang baik dengan pengasuh demi kenyamanan dan tumbuh kembang anak yang optimal.
Jika ibu menitipkan pada kerabat sebaiknya ibu juga memberikan honor. Rekomendasi honor minimal sebesar UMR daerah setempat. Pastikan seluruh kebutuhan anak telah ibu sediakan seperti baju ganti, popok, makan, minum, snack, mainan kegemaran anak, dll. Latih pengasuh memberikan obat atau pertolongan pertama ketika anak sakit atau pada kegawatdaruratan.
Tempat Penitipan Anak (TPA) atau Daycare
Jika ibu ingin menitipkan anak di tempat penitipan anak, luangkan waktu untuk mengobservasi serta berbincang-bincang bersama para orang tua lain yang sudah lebih dahulu menitipkan anak di tempat ini. Ibu bisa menanyakan hal-hal seputar:
Apakah TPA memiliki kebijakan membolehkan kunjungan orang tua?
Tanyakan apakah memiliki peraturan kebijakan yang tertulis terkait keamanan, kedisiplinan dan hal-hal lain yang penting atau mendesak? Minta salinannya.
Apakah alternatif jika anak terlambat dijemput ketika TPA jam selesai?
TPA libur di hari apa saja?
Bagaimana kebijakan terhadap anak yang sakit:
Apakah boleh masuk?
Cara pemberian obat?
Ruangan khusus anak sakit?
Apakah orang tua akan diberitahu?
Apakah TPA akan membuat catatan riwayat kesehatan anak di tempat seperti jika ketika anak jatuh, terluka atau sakit?
Bagaimana pemeriksaan kesehatan anak sebelum masuk TPA?
Bagaimana riwayat vaksinasi anak lain?
Adakah akses ke dokter atau perawat?
Bagaimana pengawasan terhadap anak ketika bermain, baik di luar maupun dalam ruangan?
Amati lantai tempat bermain.
Amati colokan listrik.
Amati pagar pengaman.
Amati bagaimana TPA melindungi dari orang asing.
Amati furnitur di ruangan anak.
Amati keamanan mainan anak.
Amati higienitas untuk menjaga mainan anak.
Bagaimana keamanan mainan yang tersedia?
Bahan.
Apakah sesuai umur misalnya tidak ada mainan kecil yang mudah tertelan.
Kebersihan: tanyakan berapa kali dicuci dan penggunaan antiseptik untuk mencuci mainan anak.
Bagaimana pengelompokan anak?
Apakah anak dikelompokkan sesuai umur?
Bagaimana rasio pengasuh dengan anak?
Apakah TPA menerima anak dari berbagai latar belakang suku, ras atau agama?
Apakah TPA menerima anak berkebutuhan khusus?
Apakah latar belakang pendidikan yang dimiliki oleh guru?
Dia mampu memberikan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan dan melakukan CPR.
Memberikan obat umum pada anak jika diperlukan.
Latar belakang pendidikan dan sertifikat yang dimiliki.
Bisa melindungi anak dari kecelakaan dan bahaya.
Paham tentang tumbuh kembang anak usia dini.
Bisa mengenali kekerasan pada anak.
Higienitas.
Riwayat kesehatan dan kejahatan.
Makanan yang disediakan:
Cara memasak.
Amati dapur dan kebersihannya.
Bahan yang digunakan.
Komposisi menu makanan yang disajikan.
Cara pemberian makan anak.
Air yang digunakan untuk minum dan memasak.
Apakah TPA terdaftar resmi? Akreditasi dan sertifikasi apa saja yang dimiliki?
Rasio pengasuh : anak direkomendasikan 1 : 3 – 5 anak kecil dan 1 : 7 – 10 untuk anak yang lebih besar (rekomendasi AAP). Sebaiknya anak yang lebih besar dipisahkan dari anak ya g lebih kecil supaya mengurangi angka penularan penyakit infeksi.
Rekomendasi AAP untuk TPA:
Umur Anak: Staff Maksimal Jumlah Anak
Lahir-24 bulan 3:1 6
25-30 bulan 4:1 8
31-35 bulan 5:1 10
3 tahun 7:1 14
4-5 tahun 8:1 16
Pertimbangkan untuk memindahkan anak ke tempat lain jika:
Staf tidak dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan dan tidak memenuhi sebagian besar harapan orang tua.
TPA tidak mengijinkan orang tua untuk terlibat dalam keseharian anak.
Anak mengeluh tidak suka dan tidak bahagia di TPA.
Kecelakaan yang tidak bisa dijelaskan lebih dari sekali.
Manajemen tidak bisa memberikan salinan peraturan kebijakan yang mereka miliki.
Orang tua murid lain mengatakan kekecewaan terhadap pelayanan.
Terkadang tidak ada pengasuh dan tempat penitipan anak yang sempurna. Setidaknya filosofi pengasuhan anak, disiplin dan pemeliharaan anak yang mereka miliki sesuai dengan pandangan orang tua tentang bagaimana seorang anak diperlakukan dengan layak setiap waktu. Sehingga ibu bisa yakin terhadap orang atau program yang ada. Ibu bisa percaya bahwa anak akan bahagia dan memiliki kesempatan belajar dan tumbuh di lingkungan ini. Anak yang betah akan bermain riang di TPA dan kadang gak mau diajak pulang :D
Tempat penitipan anak juga ada yang model rumahan milik perseorangan. Ini lebih sulit untuk dipegang, kecuali jika mereka memiliki lisensi dan organisasi yang jelas. Tetap saja orang tua harus memeriksa dengan jeli keamanannya.
Jika ibu tidak bisa memperoleh pengasuh atau tempat penitipan yang sesuai dengan harapan yaa jangan pasrah lalu memilih yang paling baik diantara yang buruk karena ini demi keselamatan anak. Lalukan review terhadap harapan yang ibu miliki serta kebutuhan yang realistik lalu cari kembali. Tanya kepada tetangga atau rekan kerja siapa tahu mereka memiliki rekomendasi yang bagus.
Hal yang penting dipastikan adalah terjamin kesehatan, keamanan dan kebersihan tempat anak dititipkan.
Pendidikan anak, Usia dini, Pendidikan anak usia dini, Penitipan anak, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak di kedaung, Tempat penitipan anak, Biaya tempat penitipan anak, Penitipan anak di pamulang, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646.
Terdapat berbagai pilihan sebagai tempat pengasuhan anak. Ibu bisa menitipkan anak di rumah bersama orang lain, di rumah orang lain atau di tempat penitipan anak. Ibu harus memastikan kualitas pengasuhan yang diberikan kepada anak.
Sangat penting untuk memahami sifat, kesukaan, kegemaran, kesehatan dan perilaku anak. Bayi di bawah umur setahun harus diperhatikan secara baik-baik pengasuhan dan cara anak dipegang, pemenuhan setiap kebutuhan khusus dan tipe orang yang ibu percaya untuk menjaga si kecil selama tahun pertamanya.
Anak yang lebih besar harus diperhatikan kebutuhan permainan edukatif dan cara pembelajaran, interaksi bersama anak lain, rasa ingin tahu dan kebutuhan diperhatikan secara individual.
Setiap keluarga memiliki nilai dan kebutuhan emosional tersendiri yang mempengaruhi pemilihan pengasuhan anak. Ada orang tua yang lebih nyaman ketika anaknya diasuh oleh orang di rumah sendiri, misalnya dititipkan ke kerabat, asisten rumah tangga atau baby sitter. Ada juga orang tua yang lebih nyaman ketika anak dititipkan ke lembaga penitipan anak baik yang skala rumahan maupun profesional.
Namun perlu diingat di umur 3 atau 4 tahun anak membutuhkan lingkungan sosial yang lebih luas dengan paparan interaksi bersama anak-anak lain dan terlibat dalam program pengasuhan yang lebih terstruktur seperti di PAUD atau daycare.
Secara umum dalam memilih pengasuh atau tempat penitipan anak pertimbangkan:
Pengalaman.
Background keagamaan apakah terafiliasi ke agama tertentu.
Kedisiplinan. Fleksibilitas. Keamanan. Pengetahuan mereka tentang tumbuh kembang anak.
Pengasuh Anak
Beberapa orang tua lebih nyaman ketika anak tetap di rumah dan memakai jasa pengasuh. Terkadang pengasuh datang ke rumah atau anak dititipkan di rumah pengasuh. Khusus untuk pengasuh usahakan lakukan wawancara setidaknya dua kali dan cek riwayat kejahatan yang bersangkutan. Tanyakan setidaknya:
Apa yang membuat dia tertarik bekerja dengan anak kecil?
Apa yang menyebabkan dia berhenti dari pekerjaan terakhirnya
Sebaiknya bisa cek di keluarga/tempat terakhir dia bekerja dan tanyakan apakah orang ini bisa direkomendasikan untuk pegang anak kita.
Bagaimana penerapan kedisiplinan anak yang dia miliki?
Beri skenario misalnya anak tantrum, anak menolak tidur, anak menolak makan, anak ngotot mau nonton TV terus, anak berantem dengan temannya, anak memukul temannya, anak merebut mainan teman.
Tentang dia tanyakan apakah mampu memberi pertolongan pertama ?
Apakah dia memahami terkait tumbuh kembang anak? Apa yang bisa dia lakukan untuk menemani anak bermain sambil belajar misalnya menggambar, mewarnai, bernyanyi, permainan kreatif juga permainan di dalam maupun luar rumah.
Bagaimana cara dia turut mengajari anak toilet training?
Bagaimana dia mengatasi separation anxiety ketika anak menangis ditinggal ibu berkerja?
Cek riwayat kesehatan. Pastikan melakukan screening tuberkulosis pada pengasuh.
Sebaiknya segera pecat jika pengasuh melakukan:
Pengasuh ketahuan berbohong atau mencuri.
Pengasuh tidak bisa menceritakan aktivitas rutinitas harian.
Ibu mendapati anak sendirian di rumah tanpa ditemani.
Pengasuh tidak merespons anak.
Anak jadi rewel, pemalu, pendiam atau memiliki masalah makan dan tidur.
Anak mendadak histeris, ketakutan atau sedih ketika ditinggal pergi atau hanya bersama pengasuh.
Ibu memiliki perasaan yang tidak suka atau kurang nyaman terhadap pengasuh.
Penting bagi ibu untuk melihat sikap dan kedekatan anak terhadap pengasuh. Terkadang jika anak dekat dengan pengasuh memang membuat ibu sedih dan cemburu, tetapi sebenarnya ini adalah petanda yang baik bahwa anak mendapatkan pengasuh yang baik :)
Ibu juga harus adil dengan memberi kesempatan pengasuh untuk libur, beristirahat, boleh keluar bertemu kawan-kawannya, dan berikan akses untuk mudah dihubungi. Buat kesepakatan kontrak yang jelas dengan pengasuh. Jalin komunikasi yang baik dengan pengasuh demi kenyamanan dan tumbuh kembang anak yang optimal.
Jika ibu menitipkan pada kerabat sebaiknya ibu juga memberikan honor. Rekomendasi honor minimal sebesar UMR daerah setempat. Pastikan seluruh kebutuhan anak telah ibu sediakan seperti baju ganti, popok, makan, minum, snack, mainan kegemaran anak, dll. Latih pengasuh memberikan obat atau pertolongan pertama ketika anak sakit atau pada kegawatdaruratan.
Tempat Penitipan Anak (TPA) atau Daycare
Jika ibu ingin menitipkan anak di tempat penitipan anak, luangkan waktu untuk mengobservasi serta berbincang-bincang bersama para orang tua lain yang sudah lebih dahulu menitipkan anak di tempat ini. Ibu bisa menanyakan hal-hal seputar:
Apakah TPA memiliki kebijakan membolehkan kunjungan orang tua?
Tanyakan apakah memiliki peraturan kebijakan yang tertulis terkait keamanan, kedisiplinan dan hal-hal lain yang penting atau mendesak? Minta salinannya.
Apakah alternatif jika anak terlambat dijemput ketika TPA jam selesai?
TPA libur di hari apa saja?
Bagaimana kebijakan terhadap anak yang sakit:
Apakah boleh masuk?
Cara pemberian obat?
Ruangan khusus anak sakit?
Apakah orang tua akan diberitahu?
Apakah TPA akan membuat catatan riwayat kesehatan anak di tempat seperti jika ketika anak jatuh, terluka atau sakit?
Bagaimana pemeriksaan kesehatan anak sebelum masuk TPA?
Bagaimana riwayat vaksinasi anak lain?
Adakah akses ke dokter atau perawat?
Bagaimana pengawasan terhadap anak ketika bermain, baik di luar maupun dalam ruangan?
Amati lantai tempat bermain.
Amati colokan listrik.
Amati pagar pengaman.
Amati bagaimana TPA melindungi dari orang asing.
Amati furnitur di ruangan anak.
Amati keamanan mainan anak.
Amati higienitas untuk menjaga mainan anak.
Bagaimana keamanan mainan yang tersedia?
Bahan.
Apakah sesuai umur misalnya tidak ada mainan kecil yang mudah tertelan.
Kebersihan: tanyakan berapa kali dicuci dan penggunaan antiseptik untuk mencuci mainan anak.
Bagaimana pengelompokan anak?
Apakah anak dikelompokkan sesuai umur?
Bagaimana rasio pengasuh dengan anak?
Apakah TPA menerima anak dari berbagai latar belakang suku, ras atau agama?
Apakah TPA menerima anak berkebutuhan khusus?
Apakah latar belakang pendidikan yang dimiliki oleh guru?
Dia mampu memberikan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan dan melakukan CPR.
Memberikan obat umum pada anak jika diperlukan.
Latar belakang pendidikan dan sertifikat yang dimiliki.
Bisa melindungi anak dari kecelakaan dan bahaya.
Paham tentang tumbuh kembang anak usia dini.
Bisa mengenali kekerasan pada anak.
Higienitas.
Riwayat kesehatan dan kejahatan.
Makanan yang disediakan:
Cara memasak.
Amati dapur dan kebersihannya.
Bahan yang digunakan.
Komposisi menu makanan yang disajikan.
Cara pemberian makan anak.
Air yang digunakan untuk minum dan memasak.
Apakah TPA terdaftar resmi? Akreditasi dan sertifikasi apa saja yang dimiliki?
Rasio pengasuh : anak direkomendasikan 1 : 3 – 5 anak kecil dan 1 : 7 – 10 untuk anak yang lebih besar (rekomendasi AAP). Sebaiknya anak yang lebih besar dipisahkan dari anak ya g lebih kecil supaya mengurangi angka penularan penyakit infeksi.
Rekomendasi AAP untuk TPA:
Umur Anak: Staff Maksimal Jumlah Anak
Lahir-24 bulan 3:1 6
25-30 bulan 4:1 8
31-35 bulan 5:1 10
3 tahun 7:1 14
4-5 tahun 8:1 16
Pertimbangkan untuk memindahkan anak ke tempat lain jika:
Staf tidak dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan dan tidak memenuhi sebagian besar harapan orang tua.
TPA tidak mengijinkan orang tua untuk terlibat dalam keseharian anak.
Anak mengeluh tidak suka dan tidak bahagia di TPA.
Kecelakaan yang tidak bisa dijelaskan lebih dari sekali.
Manajemen tidak bisa memberikan salinan peraturan kebijakan yang mereka miliki.
Orang tua murid lain mengatakan kekecewaan terhadap pelayanan.
Terkadang tidak ada pengasuh dan tempat penitipan anak yang sempurna. Setidaknya filosofi pengasuhan anak, disiplin dan pemeliharaan anak yang mereka miliki sesuai dengan pandangan orang tua tentang bagaimana seorang anak diperlakukan dengan layak setiap waktu. Sehingga ibu bisa yakin terhadap orang atau program yang ada. Ibu bisa percaya bahwa anak akan bahagia dan memiliki kesempatan belajar dan tumbuh di lingkungan ini. Anak yang betah akan bermain riang di TPA dan kadang gak mau diajak pulang :D
Tempat penitipan anak juga ada yang model rumahan milik perseorangan. Ini lebih sulit untuk dipegang, kecuali jika mereka memiliki lisensi dan organisasi yang jelas. Tetap saja orang tua harus memeriksa dengan jeli keamanannya.
Jika ibu tidak bisa memperoleh pengasuh atau tempat penitipan yang sesuai dengan harapan yaa jangan pasrah lalu memilih yang paling baik diantara yang buruk karena ini demi keselamatan anak. Lalukan review terhadap harapan yang ibu miliki serta kebutuhan yang realistik lalu cari kembali. Tanya kepada tetangga atau rekan kerja siapa tahu mereka memiliki rekomendasi yang bagus.
Hal yang penting dipastikan adalah terjamin kesehatan, keamanan dan kebersihan tempat anak dititipkan.
Pendidikan anak, Usia dini, Pendidikan anak usia dini, Penitipan anak, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak di kedaung, Tempat penitipan anak, Biaya tempat penitipan anak, Penitipan anak di pamulang, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646.
Ternyata pendidikan anak yang terpenting bukan hanya pendidikan formal melainkan informal, artinya pendidikan anak juga bisa dilakukan di rumah. Pendidikan anak di sekolah hanya tertumpu pada kecerdasannya, namun jika di rumah pendidikan anak yang sesungguhnya harus orang tua berikan.
Manfaat pendidikan anak di rumah adalah untuk membentuk karakternya, agar menjadi orang seperti apa dan lebih memahami orang lain. Selain itu juga pendidikan anak di rumah bisa membangun kedekatan dengan orang tua agar lebih nyaman dalam mengkomunikasikan jika memiliki permasalahan. Anak yang tidak memiliki hubungan baik dengan orang tua pada umumnya tidak memiliki sikap yang baik jika berada di luar rumah, karena bisanya mereka ingin mencari perhatian orang lain.
Pendidikan Anak Dimulai Dengan Hubungan Baik
Seperti kita lihat saat ini banyak sekali kesenjangan yang terjadi di kalanan remaja karena mereka tidak memiliki hubungan baik dengan orang tua, misalnya mereka membolos, merokok di sekolah ataupun melakukan hal ekstrim lainnya. Orang tua sangat bertanggung jawab terhadap pendidikan anak, sehingga mereka tidak sontak hanya mempercayakan pendidikan yang formal saja. Hal ini di karenakan perilaku tiap anak memiliki perbedaan.
Terkadang memang ada anak yang bisa mengerti dengan kondisi orang tuanya atau anak memiliki sikap dewasa, namun anak yang besikap dewasa sangat jarang. Pada umumnya anak memiliki keinginan untuk mendapatkan perhatian yang lebih. Oleh karena itu orang tua sebisa mungkin menjalin kedekatan dengan anak mereka.
Untuk memberikan pendidikan anak di rumah orang tua pada mulanya harus menanamkan prisip beragama atau tentang akhlak sehingga bisa menjadi bekal bagi anak ketika mendapatkan godaan. Seperti kita tahu saat ini pergaulan semakin sulit untuk di awasi dimana anak semakin di awasi aan semakin liar hal ini karena memang dari semua hal yang mereka pernah dapatkan.
Sebaiknya mereka saat di rumah mungkin tengah menonton televisi kita sebagai orang tua harus ikut mengawasi, karena di khawatirkan ia senang menyaksikan tayangan yang tidak semestinya, misalnya kekerasan, atau kejahatan asusila dan lain sebagainya. Sebaiknya dan sebisa mungkin anak selalu dalam lingkar pengetahuan orang tua, sebagai orang tua jangan coba jauhkan diri anda dari mereka. Pendidikan anak paling baik adalah pendidikan yang di lakukan di rumahnya.
Pendidikan anak, Usia dini, Pendidikan anak usia dini, Penitipan anak, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak di kedaung, Tempat penitipan anak, Biaya tempat penitipan anak, Penitipan anak di pamulang, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646.
Manfaat pendidikan anak di rumah adalah untuk membentuk karakternya, agar menjadi orang seperti apa dan lebih memahami orang lain. Selain itu juga pendidikan anak di rumah bisa membangun kedekatan dengan orang tua agar lebih nyaman dalam mengkomunikasikan jika memiliki permasalahan. Anak yang tidak memiliki hubungan baik dengan orang tua pada umumnya tidak memiliki sikap yang baik jika berada di luar rumah, karena bisanya mereka ingin mencari perhatian orang lain.
Pendidikan Anak Dimulai Dengan Hubungan Baik
Seperti kita lihat saat ini banyak sekali kesenjangan yang terjadi di kalanan remaja karena mereka tidak memiliki hubungan baik dengan orang tua, misalnya mereka membolos, merokok di sekolah ataupun melakukan hal ekstrim lainnya. Orang tua sangat bertanggung jawab terhadap pendidikan anak, sehingga mereka tidak sontak hanya mempercayakan pendidikan yang formal saja. Hal ini di karenakan perilaku tiap anak memiliki perbedaan.
Terkadang memang ada anak yang bisa mengerti dengan kondisi orang tuanya atau anak memiliki sikap dewasa, namun anak yang besikap dewasa sangat jarang. Pada umumnya anak memiliki keinginan untuk mendapatkan perhatian yang lebih. Oleh karena itu orang tua sebisa mungkin menjalin kedekatan dengan anak mereka.
Untuk memberikan pendidikan anak di rumah orang tua pada mulanya harus menanamkan prisip beragama atau tentang akhlak sehingga bisa menjadi bekal bagi anak ketika mendapatkan godaan. Seperti kita tahu saat ini pergaulan semakin sulit untuk di awasi dimana anak semakin di awasi aan semakin liar hal ini karena memang dari semua hal yang mereka pernah dapatkan.
Sebaiknya mereka saat di rumah mungkin tengah menonton televisi kita sebagai orang tua harus ikut mengawasi, karena di khawatirkan ia senang menyaksikan tayangan yang tidak semestinya, misalnya kekerasan, atau kejahatan asusila dan lain sebagainya. Sebaiknya dan sebisa mungkin anak selalu dalam lingkar pengetahuan orang tua, sebagai orang tua jangan coba jauhkan diri anda dari mereka. Pendidikan anak paling baik adalah pendidikan yang di lakukan di rumahnya.
Pendidikan anak, Usia dini, Pendidikan anak usia dini, Penitipan anak, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak di kedaung, Tempat penitipan anak, Biaya tempat penitipan anak, Penitipan anak di pamulang, Harga tempat penitipan anak, Tempat penitipan anak tangerang, Kurikulum penitipan anak, Usaha tempat penitipan anak, Taman penitipan anak, Jasa penitipan anak, Biaya penitipan, Jasa penitipan anak, Penitipan anak jakarta, Penitipan anak ciputat, Penitipan anak pamulang, Penitipan anak tangerang, Penitipan anak tangerang selatan, Penitipan anak bintaro, Jihan DayCare, Rumah Penitipan dan Pendidikan anak usia dini, usia 4 bulan sampai 6 tahun, Jl Arya Putra No 34 RT 09/10, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan 15415, 082352353646.