Daily Baby and Todler DayCare

Rumah Penitipan dan Pengasuhan Anak Terpercaya di Ciputat, Tangerang Selatan.

Find Out More

Our Services

DayCare

Tempat Penitipan dan Pengasuhan Anak Terpercaya di Ciputat Tangerang Selatan.

Read More

PAUD Khairani

Kelompok Bermain, Pendidikan Anak Usia Dini.

Read More

Child Development

Stimulation Program suach as Phisical, linguistics Skill, Moral, Cognitive and Sicial Development.

Read More

Care and Treatment Program

Bath Training, Toilet training, Meals, Drink Milk, Monitoring Weight and Height (monthly).

Read More

KEGIATAN

Kamis, 06 November 2014

Pendidikan Anak di Usia Emas

Para orang tua yang bijak memahami dengan baik mengenai usia emas anak dan paham terhadap pendidikan yang harus diberikan kepada anak pada usia tersebut.  Usia emas atau yang biasa yang disebut dengan Golden Age merupakan masa-masa yang paling penting untuk dan anak dan masa tersebut tidak mungkin untuk diulang lagi.  Oleh karena itu pengoptimalan dalam mendidik anak harus diberikan secara penuh.  Baik itu dengan memberikan stimulasi yang pas dan pemberian nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Akan tetapi kebanyakkan para orang tua belum memahami dengan baik apa yang harus dilakukan ketika anak memasuki usia emas.  Beberapa pakar menyebutkan bahwa usia emas anak berkisar usia 0 hingga 6 tahun.  Para orang tua menganggap bahwa pada usia tersebut anak-anak belum mampu untuk berpikir dengan baik sehingga menganggap bahwa anaknya belum paham dan belum layak untuk diberikan pendidikan ataupun pengertian secara serius.  Sehingga tak jarang beberapa orang tua yang bersikap kasar di depan anak ataupun bertengkar di depan anak.  Selain itu perhatian yang diberikan orang tua kepada anaknya hanyalah perhatian yang ala kadarnya.

Untuk mewujudkan masa keemasan anak secara maksimal maka peran yang harus dilakukan orang tua adalah dengan memberikan pendidikan dan stimulasi secara maksimal pula.  Oleh sebab itu para orang tua harus memahami dan memiliki kemampuan yang baik dalam mendidik anak dan tentunya orang tua juga membutuhkan media mainan sebagai alat bantu ataupun media lainnya yang digunakan sebagai sarana stimulasi untuk anak.

Anak pada usia emas atau Golden Age harus diberikan konsep-konsep dasar untuk memahami dirinya sendiri dan memahami lingkungan sekitar, mengenal beberapa keterampilan untuk memaksimalkan kemampuan motoriknya, dan pola pembentukkan kebiasaan yang baik sehingga akan menjadi pedoman untuk anak di kehidupan setelah anak memasuki usia dewasa.

Ada beberapa kiat dan cara sederhana yang bisa dilakukan para orang tua dalam rangka untuk memaksimalkan masa emas anak.  Tips yang bisa dipraktekkan yaitu

1. Memberikan stimulasi untuk anak

Berikan anak pengalaman-pengalaman yang menyenangkan sehingga anak termotivasi untuk lebih banyak tahu dan banyak bertanya.

2. Memberikan contoh dan teladan dalam keluarga

Orang tua merupakan contoh ideal yang akan ditiru anak.  Maka tak heran apabila anak akan meniru apa yang dilakukan orang tuanya di rumah.  Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan anak bisa jadi akan mirip dengan apa yang dilakukan orang tuanya.  Oleh sebab itu para orang tua hendaknya menjadi model yang baik agar anak bisa meniru yang nantinya juga akan menjadi pola hidup atau kebiasaan anak.

3. Tidak membebani anak

Masih ada saja orang tua yang memberikan target ataupun capaian yang harus diraih anak.  Sehingga anak akan memiliki beban yang berat untuk mewujudkan.  Pola pikir anak akan berpaku bahwa saya harus membahagiakan orang tua apaun caranya meskipun anak merasa tidak bahagia.  Orang tua harus menyadari akan kemampuan anak dan tidak boleh ada pemaksaaan yang akan membuat anak menjadi stress dan tumbuh dengan hati yang tidak bahagia.  Seharusnya adalah orang tua bekerja sama dengan anak sehingga anak bisa tumbuh maksimal sesuai dengan kemampuannya.  Berilah apresiasi terhadap usaha maksimal anak meskipun hasil yang dicapai belum sampai tahap harapan orang tua.

4. Stimulasi anak dengan mainan edukatif 

Selain untuk menyenangkan anak, media mainan sangat bermanfaat untuk memaksimalkan kemampuan anak.  Konsep yang digunakan adalah bermain sambil belajar.  Karena ada beberapa mainan yang sangat membantu untuk mengoptimalkan kemampuan motorik anak.  Baik itu motorik halus maupun motorik kasarnya.  Dan masih banyak lagi manfaat dari mainan, tergantung jenis mainan yang diberikan dan kesesuaian dengan usia anak.

5. Menghargai usaha dan prestasi anak

Segala hasil dan jerih payah anak harus diberikan penghargaan agar anak tambah semangat dalam aktivitasnya.  Banyak cara yang bisa dilakukan dalam rangka untuk mengapresiasi atas prestasi anak.  Penghargaan ini tidak hanya diberikan ketika anak berprestasi namun jikalau anak sedang mengalami kegagalan juga harus diberikan support sehingga anak akan tetap semangat bukan dengan menghukumnya.

6. Menyekolahkan anak

Ada kalanya kemampuan orang tua sudah maksimal.  Oleh sebab itu kita bisa menggunakan jasa pihak ketiga untuk membantu memaksimalkan usia emas anak.  Caranya yaitu dengan memasukkan anak ke Play group, taman kanak-kanak, TPQ dan pendidikan anak usia dini / PAUD pada usia tertentu.  Tujuannya adalah agar perkembangan anak tumbuh maksimal dan sesuai dengan kurikulum yang sudah terstandar.

7. Pemberian nutrisi yang bergizi

Makanan merupakan faktor yang penting dalam membentuk dan memaksimalkan kecerdasan anak.  Hindari anak mengkonsumsi makanan tidak sehat agar tidak mengganggu kesehatannya.  Karena anak cerdas membutuhkan fisik yang kuat.

Butuh ketelatenan dan kesabaran dalam mendidik anak agar potensi dan kemampuannya bisa maksimal.  Kerjasama yang baik antara pihak ayah dan pihak ibu akan memperingan pekerjaan dalam mendidik anak.  Masa Golden Age anak bisa dioptimalkan agar anak bisa tumbuh sesuai dengan kemampuannya sehingga diharapkan anak akan bisa bermanfaat untuk keluarga, masyarakat dan bangsa.

Jihan DayCare
Rumah Pendidikan dan Penitipan Anak Usia Dini
Jl Arya Putra No 34 RT 09 / 10 
Kedaung - Pamulang - Tangerang Selatan 15415
Tlp: +6221 8038 1550
HP: +628 235 235 3646
Twitter: @jihandaycare
FB: Jihan DayCare
email: jihan.dcare@gmail.com

Jihan DayCare, Rumah Pendidikan, Penitipan Anak Usia Dini, Pendidikan anak usia dini, )

Tips Jihan DayCare dalam mendidik Anak

Siapapun tentu sepakat bahwa orang tua sangat besar perannya dalam mendidik anak, terutama pada anak-anak sejak kecil. Mendidik anak sejak dini sangat menentukan bagaimana perkembangan kedewasaan anak kedepannya. Sebagai orang tua apapun tingkah lakunya akan dilihat oleh anak dan dijadikan contoh perilaku anak, baik yang baik maupun yang buruk sekalipun. Karena pada dasarnya anak berumur dibawah lima tahun rasa ingin tahu dan belajarnya sangat tinggi. Daya ingat bagi anak dibawah lima tahun sangat tajam dan sebagai orang tua sudah layaknya memberikan cotoh dalam kehidupan sehari-hari pada kegiatan-kegiatan yang positif. Sebagai contoh bila orang tua suka membaca, atau suka menulis atau suka berolah raga atau suka menonton film-film barat dan sebagainya, si anakpun cenderung akan mencontohnya. Karena itu berbanggalah orang tua bila bisa melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti tersebut 
Berikut ini adalah beberapa tips mendidik anak sejak usia dini:
1.Berikan contoh dengan mengajaknya ikut serta pada kegiatan sehari-hari yang positif.
-Membersih rumah, Biasanya anak-anak yang suka bermain-main dengan mainannya akan membuat situasi berantakan di ruangan rumah, ajarkan pada anak untuk bisa membersihkan dan merapikan sendiri setelah selesai bermain.
-Membaca buku-buku bacaan. Buku-buku bacaan sebagai altenatif guru yang baik. Buku sebagai sumber ilmu yang tiada batas, banyak jenis buku yang bisa dibaca dan membahas berbagai tema dan masalah.
-Membaca Majalah atau Koran,dengan membaca koran dan majalah akan menambah wawasan pada orang tua sehingga bisa mempunyai wawasan yang lebih luas dan bisa diajarkan.
-Membaca Kitab Suci.Dengan mendengarkan acaan kitab suci biasanya sianak akan memiliki spiritual yang lebih baik bila dewasa kelak.
-Menulis,Anak akan memperhatikan bila orang tua sedang menulis dan akan menirunya dengan coret-coret, biasanya didinding namun sebaiknya dibuku-buku yang telah disediakan orang tua,sehingga termasuk juga mengajarkan keapian dan kebersihan.
-Bagi keluarga yang punya halaman berumput, biasanya setiap bulan sekali rumput akan jadi panjang dan tidak beraturan, maka anak bisa diajari juga bagaimana merapikan halaman.
-Mencuci kendaraan,baik motor maupun mobil bila tidak terlalu kotor bisa dicuci sendiri dirumah, sekaligus mengajarkan anak bagaimana memperlakukan kendaraan.
-Mengajak kebengkel, biasanya anak akan senang bila diajak ikut serta kebengkel,dan biasanya akan menambah ide bagi si anak untuk lebih mengenal jenis kendaraan bermotor,bisa juga nanti menjadi idola sianak untuk berwiraswasta dengan membuka bengkel dan lain-lain.
2.Berikan contoh untuk mentaati waktu, Yaitu waktu bermain, waktu belajar dan waktu tidur. Biasanya anak dibawah lima tahun memerlukan waktu tidur lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa, sehingga sebagai orang tua terutama Ibu harus bisa mengajarkan waktu-waktu kapan harus bermain dan kapan harus beristirahat. Hal ini dilakukan untuk kesehatan anak itu sendiri.
3.Menghindarkan anak-anak dari hal-hal yang bersifat buruk:
-Bertengkar didepan anak-anak, karena dengan bertengkar didepan anak-anak secara otomatis akan memberikan contoh kekerasan dalam keluarga didepan anak, sehingga bisa menimbulkan trauma psikis pada si anak itu sendiri.
-Membiarkan anak tidak disiplin, kadang didikan keras bisa membuat disiplin pada si anak, dengan dimanja anak tidak bisa mandiri dan bertanggung jawab.
-Memukul anak secara langsung didepan anak-anak yang lain, akan mengakibatkan hilangnya rasa kepercayaan diri si anak.
-Bila Ayah sedang keras pada anak, dalam arti tujuan mendidik si ibu tidak boleh membela si anak, sebab bila dibela si anak tidak akan jera bila melakukan kesalahan. Sebaliknya bila Si Ibu sedang keras pada anak dalam arti mendidik, Sang ayah pun tidak boleh membela kesalahan pada anak,. Sehingga terjalin kerjasama mendidik anak yang baik dan seimbang.
-Jangan berikan tontonan baik berupa film-film kekerasan atau Sinetron drama yang bersifat cengeng dan mendramatisi, untuk menghindari anak dari sifat-sifat yang kurang baik dari dampak yang ditontonnya.
4. Sisakan waktu bersama Anak-anak. Ditengah-tengah kesibukan sebagai orang tuan sisakan waktu untuk bermain bersama anak-anak,sehingga timbul rasa kasih sayang sekaligus pembelajaran pada anak.
5. Usia 7 tahun, bagi yang Muslem bila sampai belum Sholat ajarkan dengan sedikit keras, bisa dengan cambukan kecil untuk mengingatkan anak agar segera sholat
6. Diatas usia 7 tahun Anak akan bisa diberikan tangung jawab yang lebih, sehingga tidak terlalu merepotkan orang tua.
Jihan DayCare
Rumah Penitipan Dan Pendidikan Anak Usia Dini
Jl Arya Putra No 34 RT 09/ RW 10
Kedaung - Pamulang - Tangerang Selatan 15415
WA: 0815-83-80-100
Mobile: +628-235-235-3646
Twitter: @jihandaycare
FB: Jihan DayCare
Email: jihan.dcare@gmail.com

Keluarga dan Pendidikan Usia Dini



Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga masyarakat dan pemerintah. Sehingga orang tua tidak boleh menganggap bahwa pendidikan anak hanyalah tanggung jawab sekolah.
Pendidikan merupakan usaha untuk membina  kepribadiannya agar sesuai dengan norma-norma atau aturan di dalam masyaratakat. Setiap orang dewasa di dalam masyarakat dapat menjadi pendidik, sebab pendidik merupakan perbuatan sosial yang mendasar untuk petumbuhan atau perkembangan  anak didik menjadi manusia yang mampu berpikir dewasa dan bijak.
Orang tua sebagai lingkungan pertama dan utama dimana anak berinteraksi sebagai lembaga pendidikan yang tertua, artinya disinilah dimulai suatu proses pendidikan.  Sehingga orang tua berperan sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama, karena sebagian besar kehidupan anak di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah dalam keluarga. 
Fungsi keluarga dalam pembentukan kepribadian dan mendidik anak di rumah:
  • sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak
  • menjamin kehidupan emosional anak
  • menanamkan dasar pendidikan moral anak
  • memberikan dasar pendidikan sosial
  • meletakan dasar-dasar pendidikan agama
  • bertanggung jawab dalam memotivasi dan mendorong keberhasilan anak
  • memberikan kesempatan belajar dengan mengenalkan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi   kehidupan kelak sehingga ia mampu menjadi manusia dewasa yang mandiri.
  • menjaga kesehatan anak sehingga ia dapat dengan nyaman menjalankan proses belajar yang utuh.
  • memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat dengan memberikan pendidikan agama sesuai ketentuan Allah Swt, sebagai   tujuan akhir manusia.
Fungsi keluarga / orang tua dalam mendukung pendidikan anak di sekolah :
  • orang tua bekerjasama dengan sekolah
  • sikap anak terhadap sekolah sangat di pengaruhi oleh sikap orang tua terhadap sekolah, sehingga sangat dibutuhkan   kepercayaan orang tua terhadap sekolah  yang menggantikan tugasnya selama di ruang sekolah.
  • orang tua harus memperhatikan  sekolah anaknya, yaitu dengan memperhatikan pengalaman-pengalamannya dan   menghargai segala usahanya.
  • orang tua menunjukkan kerjasama dalam menyerahkan cara belajar   di rumah, membuat pekerjaan rumah dan memotivasi   dan membimbimbing anak dalam belajar.
  • orang tua bekerjasama dengan guru untuk mengatasi kesulitan belajar anak
  • orang tua bersama anak mempersiapkan jenjang pendidikan yang akan dimasuki dan mendampingi selama menjalani   proses belajar di lembaga pendidikan.
Untuk dapat menjalankan fungsi tersebut secara maksimal, sehingga orang tua harus memiliki kualitas diri yang memadai, sehingga anak-anak akan berkembang sesuai dengan harapan. Artinya orang tua harus memahami hakikat dan peran mereka sebagai orang tua dalam membesarkan anak, membekali diri dengan ilmu tentang pola pengasuhan yang tepat, pengetahuan tentang pendidikan yang dijalani anak, dan ilmu tentang perkembangan anak, sehingga tidak salah dalam menerapkan suatu bentuk pola pendidikan terutama dalam pembentukan kepribadian anak yang sesuai denga  tujuan pendidikan itu sendiri untuk mencerdasakan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Pendampingan orang tua dalam pendidikan anak diwujudkan dalam suatu cara-cara orang tua mendidik anak. Cara orang tua mendidik anak inilah yang disebut sebagai pola asuh. Setiap orang tua berusaha menggunakan cara yang paling baik menurut mereka dalam mendidik anak. Untuk mencari pola yang terbaik maka hendaklah orang tua mempersiapkan diri dengan beragam pengetahuan untuk menemukan pola asuh yang tepat dalam mendidik anak.
Berikut beberapa tipe pola asuh berdasar sifat
1. POLA ASUH OTORITATIVE (OTORITER)
  • Cenderung tidak memikirkan apa yang terjadi  di kemudian hari ,fokus lebih pada masa kini.
  • Untuk kemudahan orang tua dalam  pengasuhan.
  • Menilai dan menuntut anak untuk mematuhi standar mutlak yang ditentukan sepihak oleh orang tua.
Efek pola asuh otoriter terhadap perilaku belajar anak :
  • anak menjadi tidak percaya diri, kurang spontan  ragu-ragu dan pasif, serta memiliki masalah konsentrasi dalam   belajar.
  • Ia menjalankan tugas-tugasnya lebih disebabkan oleh takut hukuman.
  • Di sekolah memiliki kecenderungan berperilaku antisosial, agresif, impulsive dan perilaku mal adatif lainnya.
  • Anak perempuan cenderung menjadi dependen
2. POLA ASUH PERMISIVE (PEMANJAAN)
• Segala sesuatu terpusat pada kepentingan anak, dan orang tua/pengasuh tidak berani menegur, takut anak menangis   dan khawatir anak kecewa.
Efek pola asuh permisif terhadap perilaku belajar anak  :
  • Anak memang menjadi tampak responsif dalam belajar, namun tampak kurang matang (manja), impulsive dan   mementingkan diri sendiri, kurang percaya diri (cengeng) dan mudah menyerah dalam menghadapi hambatan atau   kesulitan dalam tugas-tugasnya.
  • Tidak jarang perilakunya disekolah menjadi agresif.
3. POLA ASUH INDULGENT (PENELANTARAN)
  • Menelantarkan secara psikis.
  • Kurang memperhatikan perkembangan psikis anak.
  • Anak dibiarkan berkembang sendiri.
  • Orang tua lebih memprioritaskan kepentingannya sendiri karena kesibukan.
Efek pola asuh indulgent terhadap perilaku belajar anak :
  • Anak dengan pola asuh ini paling potensial telibat dalam kenakalan remaja seperti penggunaan narkoba,  merokok   diusia dini dan tindak kriminal lainnya.
  • Impulsive dan agresif serta kurang mampu berkonsentrasi pada suatu aktivitas atau kegiatan.
  • Anak memiliki daya tahan terhadap frustrasi rendah.
4. POLA ASUH AUTORITATIF (DEMOKRATIS)
  • Menerima anak sepenuh hati, memiliki wawasan kehidupan masa depan yang dipengaruhi oleh tinakan-tidakan masa   kini.
  • Memprioritaskan kepentingan anak, tapi tidak ragu-ragu mengendalikan anak.
  • Membimbing anak kearah kemandirian, menghargai anak yang memiliki emosi dan pikirannya sendiri
  • Efek pola asuh autoritatif terhadap perilaku belajar anak:
  • Anak lebih mandiri, tegas terhadap diri sendiri dan memiliki kemampuan introspeksi serta pengendalian diri.
  • Mudah bekerjasama dengan orang lain dan kooperatif terhadapo aturan.
  • Lebih percaya diri akan kemampannya menyelesaikan tugas-tugas.
  • Mantap, merasa aman dan menyukai serta semangat dalam tugas-tugas belajar.
  • Memiliki keterampilan sosial yang baik dan trampil menyelesaikan permasalahan.
  • Tampak lebih kreatif dan memiliki motivasi berprestasi.
Menyepakati pola asuh yang paling efektif dalam keluarga adalah penting, karena pola asuh pada tahun-tahun awal kehidupan seseorang akan melandasi kepribadiannya dimasa datang. Perilaku dewasa dan ciri kepribadian  dipengaruhi oleh berbagai peristiwa yang terjadi  selama tahun-tahun awal kehidupan, artinya antara masa anak dan dewasa memiliki hubungan berkesinambungan.
Dengan mengetahui bagaimana pengalaman membentuk seorang individu, akan menjadikan kita lebih bijaksana dalam membesarkan anak-anak kita. Banyak masalah yang dihadapi disekolah  (agresi, ketidakramahan, negativistik, dan beragam gangguan kesulitan belajar) mungkin dapat dihindari bila kita lebih memahami perilaku anak dan sikap orang tua mempengaruhi anak-anaknya, serta bagaimana menanganinya pada usia dini.
Sebagai orang tua perlu mengetahui tugas-tugas perkembangan anak pada tiap usianya, untuk mempermudah penerapan pola pendidikan dan mengetahiu kebutuhan optimalisasi perkembangan anak .
  • Tugas perkembangan adalah suatu tugas yang muncul pada saat atau suatu periode tertentu yang jika berhasil akan   menimbulkan rasa bahagia dan membawa kearah keberhasilan dalam melaksanakan tugas berikutnya, tetapi kalau gagal   akan menimbulkan rasa tidak bahagia dan kesulitasn dalam menjalankan tugas-tugas berikutnya (Hurlock, 1991)
  • Perkembangan manusia dikelompokan menjadi, Masa prenatal, Masa bayi, Masa kanak-kanak, Masa puber, Masa remaja,   Masa dewasa.
  • Tugas perkembangan yang menitik beratkan pada pendidikan yaitu diusia kanak-kanak, puber dan remaja.
  • Setiap tahap perkembangan memilki tugas belajarnya sendiri, mulai dari tugas belajar untuk perkembangan motorik,   intelektual, sosial, emosi dan kreativitas.
  • Setiap tahap perkembangan anak ada tugas-tugas yang harus dilewati dan ada kebutuhan yang harus dipenuhi,   sehingga orang tua dapat lebih realistis dalam menerapkan suatu pengajaran dan lebih memahaminya .
  • Tugas-tugas perkembangan sepanjang rentang kehidupan menurut Havighust (Hurlock, 1994):
Masa bayi dan awal masa kanak-kanak:
  • belajar memakan makanan padat
  • belajar berjalan
  • belajar berbicara
  • belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh
  • mempelajari perbedaan jenis kelamin dan tata caranya
  • mempersiapkan diri untuk belajar membaca
  • belajar membedakan benar dan salah, dan mulai mengembangkan hati nurani.
Akhir masa kanak-kanak :
  • Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang umum
  • Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai mahluk yang sedang tumbuh
  • Belajar menyesuaikan diri dengan teman seusianya
  • Mulai mengembangkan peron sosial pria dan wanita yang tepat
  • Mengembangkan keterampilan- keterampilan dasar untuk membaca, menulis dan berhitung
  • Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk hidup sehari-hari
  • Mengembangkan hati nurani, pengertian moral, dan tata tingkatan nilai
  • Mengembangkan sikap terhadap kelompok sosial dan lembaga-lembaga
  • Mencapai kebebasan pribadi
Masa Remaja :
  • Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita
  • Mencapai peran sosial pria dan wanita
  • Menerima keadaan fisik dan menggunakan tubuhnya secara efektif
  • Mengharapkan dan mencapai perilaku social yang bertanggung jawab
  • Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya
  • Mempersiapkan karir ekonomi
  • Mempersiapkan perkawinan dan keluarga
  • Memperoleh peringkat nilai dan etis sebagai pegangan untuk berperilaku mengembnagkan ideology
Awal masa dewasa :
  • Mulai bekerja
  • Memilih pasangan
  • Belajar hidup dengan tunangan
  • Mulai membina keluarga
  • Mengasuh anak
  • Mengelola rumah tangga
  • Mengambil tanggung jawab sebagai warga negara
  • Mencari kelompok sosial yang menyenangkan.
Masa usia pertengahan :
  • Mencapai tanggung jawab social dan dewasa sebagai warga Negara.
  • Membantu anak-anak remaja belajar untuk menjadi orang dewasa dan bertanggung jawab dan bahagia
  • Mengembangkan kegiatan-kegiatan mengisi waktu sengang untuk orang dewasa
  • Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai individu
  • Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan fisiologis yang terjadi pada tahap ini
  • Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karir pekerjaan
  • Menyesuaikan diri dengan orang tua yang semakin tua.
Masa Tua :
  • Menyesuaikan diri dengan menurunnya kesehatan dan kekuatan fisik
  • Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan berkurangnya icome (penghasilan) keluarga
  • Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusianya
  • Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan
  • Menyesuaikan diri dengan peran sosial yang luwes.
Sedangkan tugas perkembangan anak-anak pada usia  sekolah (Wiwit W, Jash, & Metta R, 2003) :
  • Belajar keterampilan fisik untuk bermain
  • Sikap yang sehat untuk diri sendiri
  • Belajar bergaul
  • Memainkan peran jenis kelamin yang sesuai
  • Keterampilan dasar
  • Konsep yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari
  • Mengembangkan hati nurani, nilai moral dan nilai social
  • Mencapai kebebasan social dan kemandirian pribadi
  • Mengembangkan sikap-sikap terhadap kelompok dan lembaga social.
Beberapa aspek perkembangan yang mempengaruhi pendidikan anak yaitu, perkembangan kognitif serta perkembangan social (perkembangan nilai-nilai moral).
Jihan DayCare
Rumah Pendidikan dan Penitipan Anak Usia Dini
Jl Arya Putra No 34 RT 009 RW 010
Kedaung - Pamulang  - Tangerang Selatan 15415
Tlp: +6221 8038 1550
Mobile: +628-235-235-3646
Twitter: @jihandaycare
FB: Jihan DayCare

Selasa, 04 November 2014

Mengapa harus Jihan DayCare

Jihan DayCare adalah Rumah Penitipan dan pendidikan anak usia dini di daerah kedaung, pamulang, ciputat.

Jihan DayCare dibuka atas pengalaman keluarga dan kerabat serta karena kebutuhan orang tua yang membutuhkan penitipan anak. Tujuan dari Jihan DayCare adalah menyediakan tempat penitipan yang tidak sekedar DayCare yang aman, terjangkau dan dapat menstimulasi sensorik dan motorik anak.  

Jihan DayCare ini memudahkan bagi keluarga muda atau professional yang sibuk bekerja, karena banyak orang tua yang sibuk karena karirnya namun tidak mempunyai pengasuh, dan menitipkan di Jihan DayCare ini. Day Care ini juga tidak hanya menitipkan anak, namun juga memberikan pendidikan pada anak. 

Selanjutnya adalah timbul pertanyaan mengapa putra putri bapak ibu harus dititipkan pada Jihan DayCare,
tentunya banyak sekali orangtua yang merasa khawatir apabila menitipkan buah hati, terutama bila si buah hati masih berusia balita. Orang tua takut anak akan menjadi lebih dekat dengan pengasuhnya dibanding ibunya. Secara nurani, seorang ibu tentu tidak ingin buah hatinya menjauh.
Meski bukan yang ideal seperti orangtua, Jihan daycare bisa jadi pilihan baik lain selain nenek/kakeknya karena dengan beberapa alasan yang sering disebutkan:
  1. Pengawasan dan pengasuhan oleh profesional (caregiver, perawat, dll) yang memahami tumbuh kembang anak
  2. Makanan terjamin, karena dengan tenaga profesional tadi sudah terstruktur pula pemenuhan nutrisi anak selama berada di lingkungan daycare
  3. Anak mendapatkan stimulasi atau rangsangan tumbuh kembang (kognitif, emosi dan psikomotorik)
  4. Anak belajar bersosialisasi dan kemandirian (seperti toilet training yang konsisten, bermain dengan teman yang sering, dan lain-lain)
  5. Minimum kontaminasi media televisi
  6. Stimulasi nilai-nilai positif: agama, karakter dll.(story telling, eksplorasi bermain, games, dll)
Beberapa hambatan orangtua untuk menitipkan daycare atau sering disebut kendala antara lain:
  1. Masalah kekhawatiran soal kesehatan, misalnya khawatir anak mudah tertular penyakit karena setiap hari berinteraksi dengan anak yang lain
  2. Masalah ketidaknyamanan dan kekhawatiran karena anak dititip dengan bukan keluarga sendiri
  3. Masalah finansial. Menitipkan anak di daycare membutuhkan pengeluaran lebih dan ini akan menguras keuangan, tidak hemat, baik untuk tranpsort antar jemput maupun biaya daycare itu sendiri
Alasan yang pertama, sebenarnya alasan yang tidak beralasan. Bakteri dan kuman itu ada di manapun. Ada pada tanah, ada pada pohon, ada di meja, kursi, ada pada tempat cuci piring.
Ini persis seperti orangtua yang khawatir anaknya sakit jika hujan-hujanan. Apakah air hujan itu yang menyebabkan anak sakit? Tanya dokter manapun, bukan hujan yang menyebabkan anak sakit tapi masalah kekebalan tubuh anak yang tengah lemah dan kebetulan hujan-hujanan itulah yang menyebabkan anak sakit. Jika hujan dapat menyebabkan sakit, pastilah semua orang yang kena hujan akan sakit! Tapi apakah semua orang yang kena hujan pasti sakit? Tidak bukan?
Kecuali benar-benar anak-anak lain itu memiliki penyakit menular yang berbahaya dan potensial untuk ditularkan, yang lainnya seharusnya tidak menjadi kekhawatiran, sebab jika anak kekebalan tubuhnya memang kuat, tidak mudah dia terserang penyakit bukan? Lagi pula tenaga profesional yang tadi disebutkan tidak mungkin tidak mengantisipasi soal hal ini.
Alasan kedua soal ketidaknyamanan adalah hal yang tak juga perlu dikhawatirkan. Sebab siapapun pada awalnya anak akan mengalami apa yang disebut “separation anxiety” kecemasan berpisah dengan orangtuanya. Tapi seiring dengan berjalan waktu, ketidaknyamanan anak ini sebenarnya yakinlah akan hilang. Persis seperti anak yang ditinggalkan bekerja pertama kali oleh orangtua yang nangis dan mungkin histeris. Tapi jika orangtua konsisten, nangis dan teriak anak ini tidaklah berlangsung seterusnya. 
Alasan ketiga soal hambatan finansial, ini yang serius. Jika ayah dan ibu bekerja memang demi anak-anak, lalu mengapakah lagi kita masih berpikiran soal hemat? Uang yang dihasilkan itu kan untuk anak juga, jadi wajar pula jika uang yang dihasilkan itu salah sebagiannya diinvestasikan untuk anak. Meski tetap  harus dikelola porsinya.

@JihanDayCare , agar benar-benar merasa klik, sbelum memutuskan untuk menitipkan anaknya di Jihan DayCare
  • Orang tua dapat menyusun peraturan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, sesuai dengan nilai yang ingin dikembangkan.
  • Anak bisa tetap bermain dan bergerak di ruang yang sama dan nyaman, yaitu rumah.
  • Anak mendapat perhatian khusus, 
  • Anak akan tdk akan terpaku pada rutinitas yang sama.
  • Anak memiliki banyak teman bermain. 
  • Para staf memiliki dasar pendidikan anak sekaligus ilmu kesehatan anak yang disupervisi langsung oleh pengelola tempat penitipan anak.
  • Program di tempat penitipan anak dirancang sesuai perkembangan bayi dan balita. Untuk si balita, lembaga penitipan anak akan menerapkan kurikulum pendidikan anak usia dini (PAUD).
  • Anak akan memiliki aktivitas dan alat bermain yang beragam serta ruang bermain (baik di dalam maupun diluar ruang) yang relatif lebih luas bila dibandingkan ruang mereka di rumah sendiri.
  • Perkembangan Keterampilan anak. Tempat penitipan anak yang berkualitas dapat mempengaruhi kemampuan belajar anak dan anak akan mendapatkan pengetahuan lebih banyak. Tempat penitipan anak dapat meningkatkan keterampilan matematika dan membaca pada usia yang sangat dini.
  • Anak akan berkenalan dengan suasana baru, orang baru dan bertemu/mengenal anak-anak seusianya. Ketrampilan anak untuk beradaptasi terasah sejak dini. Sebuah korelasi telah ditemukan antara efek penitipan anak pada perkembangan sosial anak. Kualitas lingkungan penitipan anak mampu memunculkan sifat ramah anak-anak.
  • Oleh karena staf yang bertugas mengurus dan merawat anak tidak hanya satu, maka anak tidak lengket dengan sang pengasuh.
  • Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh North Carolina University, penitipan anak sama sekali tidak mengganggu hubungan antara ibu dan anak. Anak-anak disarankan berada di tempat penitipan paling lama 12 jam.
Jihan daycare atau taman penitipan anak (TPA) bisa jadi solusi bagi ibu sibuk. Apalagi bila Anda tidak terlalu percaya anak diurus babysitter. Banyak hal positif yang bisa didapat Anda dan buah hati dengan memanfaatkan Jihan daycare. Anak senang, mama pun tenang. Tapi, Anda juga harus cermat memilih daycare. Apa saja yang harus dipertimbangkan?
Cari Tahu Kelebihan dan Kekurangan Masing – masing Tempat Penitipan Anak
Jangan langsung memilih satu TPA tanpa ada perbandingan. Anda bisa bertanya pada teman-teman yang pernah memakai jasa daycare atau dapat mencari info lewat browsing internet.
Jangan hanya mencari tahu tentang kelebihannya, tapi selidiki juga kekurangannya. Setelah mendapat sedikit info, tak ada salahnya Anda mendatangi langsung. Dengan begitu, Anda bisa melihat sendiri apakah kabar miring yang sempat beredar benar atau tidak.
Pilih Yang Nyaman Bagi Si Kecil
Memang, biasanya daycare mahal, fasilitasnya lebih lengkap, dan memperkerjakan tenaga profesional. Plus, iming-iming anak bisa makin pintar. Tapi, hal ini juga bisa tergantung dari kenyamanan anak. Coba juga ajak anak ke tempat tersebut. Jika mereka cukup antusias mencoba fasilitas di sana, itu sudah menjadi ‘lampu hijau’ buatnya.
Kenali Lewat Wawancara
Biasanya sebelum mempekerjakan pekerja di rumah atau di kantor, Anda akan melakukan wawancara. Tak ada salahnya Anda melakukan cara itu untuk mengetahui seperti apa orang-orang yang akan mengasuh anak.
Memang, tenaga profesional, seperti dokter atau psikolog, bisa membantu anak dalam berbagai hal. Pastinya, Anda akan merasa tenang jika anak terpantau dengan baik. Cari tahu juga apakah mereka juga stand by di tempat itu. Sehingga jika terjadi kondisi darurat, mereka ada di tempat.
Program Edukatif
Program daycare sangat variatif. Ini penting, mengingat anak mudah sekali bosan. Kalau kegiatan yang dilakukan monoton, bisa jadi anak jadi malas dan enggan dititipkan. Akan lebih baik jika daycare juga punya kegiatan edukatif. Misalnya, membuat mainan sendiri dari kaleng bekas, dan diajarkan mencintai lingkungan.
Hal positif yang mungkin terjadi, anak Anda bisa lebih mandiri, dan tidak gampang merengek. Di sana, mereka bisa bermain dengan teman dari berbagai usia dan mendapat pengawasan dari para pengajar. Stimulasi yang diberikan selama ini positif. Selain bermain, ada juga sesi mengasah kemampuan motorik halus, sehingga permainan lebih terarah untuk perkembangannya.

Jihan DayCare I Rumah Penitipan & Pendidikan anak usia dini I Kedaung - Ciputat I 0815-83-90-100; 08-235-235-3636 I

Masa EMAS seorang anak

Tumbuh kembang seorang anak di masa emas yaitu umur 0 – 3 tahun sangat ditentukan oleh makanan yang diberikan kepadanya. Umur 1 sampai dengan 3 tahun adalah periode terpenting dalam perkembangan otak bayi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sejak umur 6 bulan sampai dengan 3 tahun terjadi perkembangan berat otak sebesar 80%. Sejak 3 tahun sampai 6 tahun otak memang terus berkembang tetapi lebih lambat. Area otak yang paling berkembang di tahap ini adalah bahasa, memori, pendengaran dan penglihatan. Lebih khusus, dari bulan pertama kehidupan sampai tiga tahun, anak-anak dengan penuh perhatian mengamati, mendengarkan, mengupayakan untuk mengingat dan belajar dari segala sesuatu di sekitar mereka, terutama bahasa . Selama periode ini, kemampuan anak-anak untuk melihat dekat dan jauh juga naik dan lebih fleksibel. Dari 3-12 minggu, anak-anak dapat mengikuti seseorang atau sesuatu dengan mata mereka. Dari 6-9 minggu, anak-anak membedakan wajah. Dari 18-21 minggu, mereka mengakui orang asing dan kenalan. Indera pendengaran anak berkembang secara bersamaan dan sangat sensitif. Dari usia 9-12 minggu, anak-anak bisa berubah ke arah suara, dari 15-18 minggu, mereka dapat menemukan suara dan memahami makna  dari suara.

Berbahagialah orang tua yang bisa meluangkan banyak waktu bagi putra-putrinya yang berada di usia emas, setiap hari bisa menemukan hal menakjubkan terkait perkembangan balitanya.Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya menjadi anak yang pintar, aktif, dan sehat, secara fisik dan mental. Menurut Psikolog Kasandra Putranto -seperti dimuat detikhealth.com- ibu adalah tokoh sentral, jika ibu bisa menjadi contoh baik dan sehat maka anak pun akan jadi baik dan sehat kondisinya. Menjadi tokoh sentral maksudnya ibu yang melahirkan dan membesarkan anak, juga berperan sebagai arsitek dalam keluarga, tentu dengan tak melupakan peran ayah yang juga penting. Namun karena biasanya sang ayah cenderung lebih sibuk mencari nafkah di luar rumah, maka ibulah yang memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan anak.

Sebagai pendidik utama, ibu harus berperan sebagai sumber informasi sehingga ibu harus mempunyai pengetahuan yang cukup. Ibu harus rajin membaca beragam buku dan artikel agar bisa menjadi sumber pengetahuan bagi anak, memberi alasan kepada anak mengapa suatu hal boleh atau tak boleh dilakukan, dan menjadi contoh yang baik.Pada usia emas, kemampuan otak anak untuk menyerap informasi sangat tinggi. Apapun informasi yang diterima akan berdampak bagi anak. Di masa ini, orang tua terutama ibu harus bisa mendidik dan mengoptimalkan kecerdasan anak baik secara intelektual, emosional, dan spiritual. Usia emas merupakan waktu terbaik bagi anak untuk  mempelajari berbagai macam keterampilan, membentuk kebiasaan-kebiasaan yang akan berpengaruh pada masa kehidupan selanjutnya, dan memperoleh konsep-konsep dasar untuk memahami diri dan lingkungan sekitar.

Dr. Juke R. Siregar dalam buku halo balita yang dimuat mizan.com, menyebutkan ada beberapa hal yang bisa menstimulasi/merangsang anak pada usia emas agar kecerdasannya bisa optimal.

Pertama adalah, pengalaman di alam terbuka. Pengamatan anak-anak akan alam sangat detil. Anak-anak akan belajar banyak dengan mengamati. Sering-seringlah mengajak mereka berwisata di alam terbuka. Ceritakan tentang alam dan binatang. Jawablah pertanyaan anak dengan bahasa mereka yang sederhana. Ajukan pula pertanyaan untuk menggugah rasa ingin tahu anak.

Kedua, anak belajar dari meniru dan mengamati orang yang sering berinteraksi dengannya. Berbahagialah orang tua yang bisa menghabiskan banyak waktu bersama anaknya. Anda bisa menstimulasi mereka dengan menjadi teladan bagi anak. Kalau anda senang membaca, maka anak pun akan cenderung demikian. Bayangkan jika anak Anda setiap hari menghabiskan waktu bersama pengasuh yang hanya mengajak nonton televisi, itulah yang ditirunya.

Ketiga, hargailah anak sesuai usahanya, jangan bebani dengan target. Biarkan mereka berkembang sesuai usianya. Kalau anak dibebani standar misalnya harus pandai membaca, maka anak akan mati-matian menyenangkan orang tuanya walaupun hati mereka tak bahagia.

Keempat   pujilah anak atas usahanya. Jika anak sudah berusaha dengan maksimal, berikanlah penghargaan dengan hal yang bermanfaat. Misalnya dengan mengajak anak jalan-jalan ke toko buku lalu membelikan buku yang disukainya, ajak berenang,  dan mengunjungi tempat rekreasi edukatif.

Kelima berikan mainan yang bermanfaat bagi perkembangan keterampilan anak usia mereka. Jangan sekadar video game yang memicu kekerasan atau kecanduan. Berikan mainan edukatif yang merangsang keingintahuan dan keterampilan anak. Dorong mereka untuk memainkan permainan berkelompok yang merangsang interaksi dengan teman-teman sebayanya.Berilah anak kasih sayang dan rasa aman sehingga mereka pun akan memberikan kasih sayang kepada sesama. Di usia emas, jika peran orang tua membahagiakan dalam kehidupan mereka, memori ini akan terkenang selamanya dan membawa pengaruh baik di kehidupan dewasanya kelak.*dari berbagai sumber

Our Blog

2015 Start
Sejak 2015 Jihan DayCare telah dan akan terus mengabdi kepada Keluarga Indonesia
250 Family
Lebih dari 250 Keluarga Indonesia telah merasakan jasa dan layanan Jihan DayCare dengan penuh suka cita
500 Customers
Totally more than 500 Babby, Toddler and Childs treats as our happy clients

Contact

Talk to us

Untuk Informasi Lebih Lengkap, dapat menghubungi kami pada setiap hari kerja.

Address:

Jl Arya Putra No 34 RT 009/010 Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten 15414

Work Time:

Monday - Friday from 7am to 5pm

Phone/WA Messenger:

+628 235 235 3646

Diberdayakan oleh Blogger.

Ceria Sepanjang Hari

Ceria Sepanjang Hari

Hari Kartini

Hari Kartini

Main Lagi

Main Lagi

Ayo Bermain

Ayo Bermain

Kegiatanku

Kegiatanku

Sekolahku

Sekolahku

Translate

Blogroll

About

Jihan DayCare
; Rumah Penitipan Dan Pendidikan Anak Usia 4 bulan sampai 6 Tahun